Presiden Yang Kuat, Survei LSI: Jokowi Berpeluang Menang Telak di Pilpres 2019 - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , » Presiden Yang Kuat, Survei LSI: Jokowi Berpeluang Menang Telak di Pilpres 2019

Presiden Yang Kuat, Survei LSI: Jokowi Berpeluang Menang Telak di Pilpres 2019

Written By Dre@ming Post on Kamis, 04 Oktober 2018 | 10/04/2018 06:22:00 PM

Rully Akbar saat konferensi pers hasil riset LSI Denny JA dan Moderator
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, mengeluarkan survei terbarunya. LSI Denny JA merekam tiga poin utama temuannya di masyarakat.

Pertama tentang munculnya presiden yang kuat, kedua partai yang kuat dan ketiga paham kebangsaan pancasila yang kuat.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, hasil temuannya dilapangan, publik mendukung adanya presiden yang kuat dengan dukungan mayoritas masyarakat pada pemilu.

"Mayoritas publik sebanyak 85.6% ingin bahwa Pilpres berakhir dengan terpilihnya presiden yang kuat. Sebanyak 6.7% menyatakan tidak ingin. Sisanya mengatakan biasa saja (4.2%) dan tidak tahi/tidak jawab sebanyak 3.5%," ujarnya Rully Akbar, saat konferensi pers di Graha Dua Raja Wali Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Dalam temuan LSI Denny JA, terkait potensi kemenangan capres antara Jokowi dan Prabowo pada ajang Pilpres 2019 mendatang. LSI menemukan capres Jokowi-Ma'ruf bakal menang telak dengan perolehan 58.6% sedangkan Prabowo-Sandi 26.7%.

"Sebanyak 58.6% menyatakan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan menang telak. Sebanyak 25.7% menyatakan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan menang telak," ujar Rully Akbar peneliti LSI Denny JA, saat konferensi pers di Graha Dua Raja Wali Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Kedua dari segmen partai yang kuat, didukung oleh 31.5% mengatakan partai yang kuat harus mengakar di hati masyarakat, sebanyak 25.6% menang di atas 30%. Kemudian sebanyak 16.7% percaya parpol yang membawa paham miniatur spektrum politik Indonesia.

"Sebanyak 14.8% menyatakan partai yang kuat adalah parpol di pimpin oleh tokoh yang kuat. Sebanyak 5.3% menjawab lainnya, sedangkan 6.1% tidak menjawab," urainya

Kemudian poin ketiga dalam analisis LSI Denny JA, menemukan dalam waktu 13 tahun terakhir, publik yang pro terhadap pancasila menurun hingga 10%.

"Kami merekam pada tahun 2005 yang pro terhadap pancasila sebanyak 85.2%, tahun 2010 turun ke angka 81.7%, tahun 2015 turun ke 70.4% dan 2018 diangka 75.3%," ujarnya.

LSI Denny JA menggunakan metodelogi survei, dengan mengumpulkan data pada 14-22 September 2018. Metode sampling multistage random sampling, dengan responden 1.200 ribu. Responden diwawancarai tatap muka menggunakan kuesioner, dengan margin of error plus minus 2.9%.








SUMBER : KabarNws
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka