Benarkah Kopilot Pesawat Lion Air JT-610 Tak Layak Terbang? Vinni: "Captain Harvino Tengah Sakit Gigi" - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Benarkah Kopilot Pesawat Lion Air JT-610 Tak Layak Terbang? Vinni: "Captain Harvino Tengah Sakit Gigi"

Benarkah Kopilot Pesawat Lion Air JT-610 Tak Layak Terbang? Vinni: "Captain Harvino Tengah Sakit Gigi"

Written By Dre@ming Post on Rabu, 31 Oktober 2018 | 10/31/2018 09:49:00 AM


Benarkah Kopilot Pesawat Lion Air JT-610 Tak Layak Terbang? Ini Penjelasan Lengkap Sang Adik

JAKARTA - Adik Kopilot pesawat Lion Air JT 610, Captain Harvino dinilai adiknya Vinni Wulandari tak layak terbang.

Menurut Vinni, Kopilot Pesawat Lion Air JT 610, Captain Harvino tengah sakit gigi, sehingga menurutnya tak layak terbang.

Kaptain Harvino menurut Vinni mengeluh sakit gigi sebelum penerbangan pesawat Lion Air JT 610 menuju Pangkalpinang.

Kakaknya itu menurut Vinni juga sudah melakukan pemerikasaan untuk sakit yang dialami pada giginya itu.

"Saya tahu kemarin-kemarin itu kan memang dia kan seharusnya enggak boleh terbang kan, ada giginya lubang, dia habis medical check up kemarin itu, jadi seharusnya enggak boleh terbang, cuma enggak tahu kenapa terbang," ujar Vinni di kediaman Harvino, Green Park 2, Serpong, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (29/10/2018) dilansir, Selasa (30/10/2018).

Wanita berhijab ini juga memohon doa agar kakaknya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Doakan ya kakak saya, supaya ditemui tim Basarnas dengan keadaan selamat,” ucap Vinni.

Ia juga mengenang kebiasaan keluarganya ketika ada yang berulang tahun.

Apalagi, Harvino sebentar lagi akan merayakan ulang tahun ke 43 pada 24 November mendatang.

“Iya, sebentar lagi dia ulang tahun nih yang ke 43, biasanya kita rayakan bareng-bareng di rumahnya,” tandas Vinni yang menantikan kabar dari kakaknya ini.

Artis ini Ngaku Kasihan Kepada Korban Pesawat Lion Air JT-610, Tak Disangka Salah Satu Penumpang Adalah Sepupunya

Sepupu pesinetron Haykal Kamil menjadi korban kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT610.

Hal itu disampaikan oleh istri Haykal Kamil, Tantri Namirah melalui unggahan di akun Instagram miliknya @tantrinamirah pada Senin (29/10/2018).

Foto tersebut menjelaskan bahwa ia baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya.

"Hari ini, kami kehilangan anggota keluarga kami, Trie Yudha Gautama yang menjadi penumpang dalam pesawat Lion Air JT610 menuju Pangkalpinang tadi pagi," unggah Tantri.

Dalam unggahannya tersebut, Tantri Namirah juga meminta doa kepada masyarakat.

"Kami mohon doa dari segenap rekan, semoga amal dan ibadah beliau diterima disisi Allah SWT," tulisnya.

Sampai saat ini pun, Tantri Namirah masih merasakan kesedihan.

Pada unggahannya pada Selasa (30/10/2018), Tantri mengatakan bahwa ia tidak menyangka salah satu keluarganya akan menjadi korban jatuhnya Lion Air JT610.

"Waktu baca berita lionair hilang, dalem hati bilang kasian banget keluarganya ya allah. Eeh ternyata aku sendiri yang ngalamin. Harusnya ada kerjaan, sampai balik ke rumah nemuin keluarga. Sepanjang jalan cuma nahan nangis, sekarang jadi linglung! Semua keluarga di sini sayang sama abang ibung," tulis Tantri Namirah.

Selain itu, Haikal Kamil juga membenarkan kabar tersebut saat dihubungi tim Grid.ID melalui sambungan telepon.

"Iya mbak benar," ucap Haikal Kamil dikutip dari artikel 'Sepupu Jadi Korban Lion Air JT610, Haykal Kamil Kumpulkan Seluruh Keluarga Besar' pada Senin 29 Oktober 2018.

Haikal Kamil diketahui sempat mendatangi crisis center Bandara Soekarno Hatta untuk mencari informasi terkait sepupunya.

"Ada sepupu gue jadi korban," ungkap Haykal Kamil saat mendatangi crisis center pada Senin (29/10/2018).

Saat memasuki ruang crisis center, Haikal Kamil tampak panik.

Tak lama kemudian, adik kandung Zaskia Adya Mecca ini keluar ruangan dan bergegas pergi ke Bandara Halim Perdana Kusuma.

Namun, Haikal Kamil enggan memberikan keterangan kepada awak media.

"Gue nggak bisa komentar soalnya bokapnya belum tau, sekarang langsung mau ke Halim nih," tuturnya seraya pergi.

Tim Grid.ID sempat menghubungi Haikal Kamil lagi, tapi Haikal masih enggan berkomentar karena ia sedang berkumpul bersama anggota keluarganya.

"Mohon maaf yah saya lagi kumpul keluarga, lagi kumpul sama keluarga besar. Saya belum bisa berkomentar banyak. Nanti kita berkabar lagi. Makasih yah," ujar Haykal seraya menutup sambungan telepon.

Diketahui, pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang mengalami kecelakaan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018).

Lion Air JT610 jatuh usai 13 menit mengudara, tepatnya pada pukul 06.33 WIB.

Jumlah penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh setelah lepas landas sebanyak 189 orang.

Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang Danang Priandoko mengatakan, jumlah penumpang tersebut berasal dari manifes yang dikirimkan pihak Lion Air ke kantor Basarnas.

"179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru," ujarnya. Dikutip dari Kompas.com artikel berjudul 'Total Jumlah Penumpang Lion Air JT 610 yang Jatuh 189 Orang' tayang (29/10/2018).

Hati Heny Pujiastuti Hancur dengar Pertanyaan Anak Korban, Tante Jujur, Mama ada di Pesawat itu kan?

Salah seorang pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ari Budiastuti turut menjadi korban tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Kakak kandung Ari, Heny Pujiastuti mengatakan, sang adik sebelumnya berkantor di Jakarta.

Namun, belum genap satu bulan ini, Ari dimutasi ke Pangkal Pinang.

Heny mengatakan, selama ini Ari memiliki home base di Jalan Pulo Kenanga 6, Grogol Utara, Jakarta Barat bersama suami dan dua anaknya.

"Jadi di Pangkal Pinang itu hanya rumah dinas saja. Ari rutin pulang ke Jakarta untuk menemui anak dan suaminya," ujar Heny ketika ditemui Kompas.com, Selasa (30/10/2018).

Pekan lalu merupakan kepulangan ketiga Ari selama bekerja di Pangkal Pinang.

Setiap pulang ke Jakarta, Ari selalu bersama 20 rekan pegawai Ditjen Pajak lainnya yang juga dimutasi ke Pangkal Pinang.

"Di Jakarta saya yang merawat anak-anak adik saya. Bahkan saya yang membantu Ari menata koper sebelum kembali ke Pangkal Pinang kemarin, saya tidak menyangka begini akhirnya," kata dia.

Setelah mendengar kabar Lion Air hilang kontak pada Senin pagi, perasaan Heny tak menentu.

"Apalagi anak Ari menelepon saya dan bertanya, 'Tante jujur, Mama ada di pesawat itu kan?'," kata dia.

Hati Heny semakin hancur ketika mengetahui putri bungsu Ari menangis histeris di sekolahnya.

Sejak Senin kemarin hingga Selasa ini, tenda terpasang di rumah Ari. Karangan-karangan bunga belasungkawa juga terus berdatangan.

Meski demikian, hingga saat ini kabar Ari belum juga dapat dipastikan.

"Kami dari keluarga cuma berharap Ari kembali bagaimana pun kondisinya. Kami ikhlas, biar Ari juga tenang di sana," ujar Heny dengan suara bergetar.

Update Pencarian

Tim kepolisian yang terdiri dari polisi air dan kepolisian Jawa Barat kembali menemukan beberapa potongan tubuh dan serpihan badan pesawat.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Lotharia Latif menyebutkan, proses pencarian dilakukan dengan 2 kapal sea rider dan 2 kapal kecil.

"Kita bisa menemukan beberapa bagian yang diduga potongan tubuh dan kita tempatkan dengan layak, kita masukan kantong jenazah," ujar Latif, di atas KP Kutilang, yang sedang bertugas di perairan Laut Jawa, Selasa (30/10/2018).

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, penemuan serpihan pesawat maupun potongan bagian tubuh telah bergeser dari posisi kemarin.

Disebutkannya, lokasi pencarian telah bergeser sejauh tiga mil dan menuju ke arah Tanjung Karawang.

Menurutnya, pergeseran tersebut dapat disebabkan karena perubahan arus yang ikut menyeret serpihan akibat jatuhnya pesawat ini.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sekitar pukul 12.00 WIB, tim penyelam ada yang terlihat merapat dan membawa yang diduga potongan bagian tubuh.

Nantinya, potongan tubuh tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi.

Pasukan dari Denjaka dan Kopaska menemukan serpihan badan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat

TNI juga temukan serpihan dan potongan tubuh Di kapal yang berbeda, pasukan TNI dari Denjaka dan Kopaska juga menemukan serpihan dan potongan tubuh.

Potongan tubuh itu dikumpulkan menjadi dua kantong jenazah.

Semua serpihan dan potongan jenazah diserahkan ke kapal SAR.

Diperkirahkan serpihan dan tubuh yang tenggelam ke bawah, dibawa arus sehingga pencarian lebih sulit dilakukan.

Sebelumnya diberitakan, Lion Air JT-610 bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.10 WIB.

Sedianya, pesawat mendarat di Bandara Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Namun, pesawat tersebut hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Pesawat tersebut disebutkan membawa 181 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi.

Cerita Nelayan di Dekat Jatuhnya Lion JT-610: Keluar Asap Hingga Perahu Terdorong Oleh Gelombang

Pasukan dari Denjaka dan Kopaska menemukan serpihan badan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat
Pada Senin (29/10/2018) subuh, Samin (38), nelayan di Dusun Pakis II, RT 002 RW 006, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pergi melaut seperti biasa.

Sekira dua jam perjalanan laut dari Muara Tanjungpakis, Samin tiba-tiba melihat ada pesawat dengan posisi miring melewati perahunya. Samin mengaku kerap melihat pesawat terbang saat tengah melaut.

"Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah," ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10/2018).

Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut. Pasalnya, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat nahas itu.

Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak.

"Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang," ungkapnya.

Saat melihat ke belakang, Samin menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut.

Akan tetapi, lantaran takut, Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat. Kemudian, dia melanjutkan perjalanan ke titik lain untuk menjaring udang.

"Saya baru tahu kapal yang saya lihat itu benar-benar jatuh, setelah kembali ke darat banyak nelayan lain yang membicarakan pesawat jatuh," katanya.

Lantaran shock, Samin memutuskan tidak melaut untuk sementara waktu setelah kejadian tersebut.

Dia ingin menenangkan diri setelah menyaksikan kejadian nahas itu.

"Perasaan saya sudah tidak enak sejak sebelum kejadian itu sampai sekarang. Seharian ini saya hanya membetulkan jaring aja," tutur Samin.

Hal tak biasa juga disaksikan oleh Wahidin (45), nelayan lainnya. Pagi itu, Wahidin bersama dua orang rekannya pergi melaut.

Dia hendak "ngambat" atau menarik jaring yang sudah dia sebar sore hari sebelumnya.

Wahidin mungkin menjadi salah satu dari beberapa nelayan yang mendengar ledakan yang diduga pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

"Saat itu sekitar jam 06.30 terdengar suara 'gleger' layaknya ledakan," ungkap Wahidin di Muara Tanjungpakis setelah menebar jaring, Selasa (30/10/2018).

Beberapa menit setelah terdengar suara seperti ledakan, lanjut dia, ombak laut bergetar.

Namun saat itu, Wahidin tak menyangka bahwa itu suara pesawat yang meledak.

"Ombak tidak seperti biasanya. Cuaca cukup bagus, hanya sedikit berkabut," ujarnya.

Saat suara seperti ledakan terdengar dan ombak tak seperti biasanya, Wahidin belum sempat mengangkat jaring. "Saat itu belum sempat mengangkat jaring," katanya.

Setelah sampai di daratan, barulah dia mendengar bahwa ada pesawat yang jatuh di perairan Karawang.














sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka