Peluk Cium Rai Mantra-Koster, 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali Harga Mati' - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , » Peluk Cium Rai Mantra-Koster, 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali Harga Mati'

Peluk Cium Rai Mantra-Koster, 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali Harga Mati'

Written By Dre@ming Post on Minggu, 09 September 2018 | 9/09/2018 09:48:00 AM

Sapa Rai Mantra, Koster Puji Mantan Gubernur IB Mantra

DENPASAR - Gubernur Bali Dr Ir Wayan Koster MM menyampaikan pidato perdana di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Bali, Sabtu (8/9) siang.

Dalam pidato yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Bali Drs Hamdani MM MSi, tersebut Koster sempat menyapa satu per satu undangan, termasuk mantan rivalnya di Pilgub Bali pada 27 Juni 2018, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Rai Mantra kemarin hadir memenuhi undangan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama bersama para bupati se-Bali. Rai Mantra disapa Gubernur Koster, sebelum Ketua DPD PDIP Bali ini menyampaikan pidato berisi visi-misi yang akan dilaksanakan lima tahun ke depan bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

“Saya lihat Ida Bagus Rai Mantra sebagai Walikota Denpasar hari ini hadir memenuhi undangan sidang paripurna istimewa ini. Saya sampaikan terima kasih banyak, sudah bisa hadir,” tutur Koster disambut tepuk tangan hadirin.

Rai Mantra kemarin duduk berdampingan dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Karangasem Wayan Arthadipa, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Di depannya duduk Gubernur Bali periode 2008–2013 dan 2013–2018 Made Mangku Pastika dan Wagub Bali periode 2003–2008 IGN Alit Kusuma Kelakan. Ada juga anggota Fraksi Golkar DPR RI Gede Sumarjaya Linggih alias Demer dan anggota DPD RI I Kadek ‘Lolak’ Arimbawa.

Koster tidak hanya menyapa Rai Mantra. Dia juga menunjukkan tidak ada dendam politik meskipun sempat bertarung dengan Rai Mantra (yang diusung Partai Golkar–Demokrat–Gerindra–NasDem–PKS–PBB) di Pilgub Bali pada 27 Juni 2018. Koster menunjukkan sikap negarawan sebagai mantan rival politik memperebutkan kursi Gubernur Bali. Hal itu ditunjukkan ketika Koster menyampaikan ada yang mengisukan dirinya akan memindahkan Art Centre, Taman Budaya Denpasar yang notabene dibangun di era pemerintahan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra (1978–1988) yang notabene ayahanda Rai Mantra. Koster mengatakan ada persepsi yang salah tentang keinginan dirinya membangun pusat kebudayaan di Bali.

“Saya diisukan akan memindahkan Art Centre. Tidak benar itu. Kita harus hormati apa yang sudah dibangun pendahulu kita, yakni Gubernur Ida Bagus Mantra,” ujar Koster yang diusung PDIP–Hanura–PKPI–PAN–PKB–PPP ini.

Koster juga mengatakan sangat mengenal baik Gubernur Bali Ida Bagus Mantra, ketika dirinya masih aktif di organisasi Hindu ‘Prajaniti’. “Hubungan saya dengan Pak Gubernur Mantra sangat baik. Beliau penasihat saya dulu di organisasi,” kata Koster.

Rai Mantra kemarin mengikuti proses Sertijab dan pidato Gubernur Koster sampai selesai. Walikota Denpasar yang akan mengakhiri jabatannya pada 2020 mendatang ini juga ikut memberikan ucapan selamat kepada Koster yang didampingi istri Ni Luh Putu Putri Suastini dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) didampingi istrinya Tjokorda Istri Haryani.

Koster dan Rai Mantra bahkan sempat berpelukan akrab. Seperti tidak pernah ada kompetisi dan rivalitas sebelumnya. Suasana ini tentu jauh berbeda ketika keduanya bertarung di Pilgub Bali 27 Juni 2018. Tetapi usai acara seremonial, Rai Mantra tidak ikut santap siang seperti undangan lainnya. Usai sertijab dan penyampaian pidato Koster, Rai Mantra langsung pulang bersama sejumlah pimpinan parpol pengusungnya di Pilgub Bali 2018.

'Nangun Sat Kerthi Loka Bali Harga Mati'

Koster akan sempurnakan layanan JKBM, tersedianya layanan pendidikan dasar 12 tahun, dan pengembangan pendidikan menengah di pasraman/desa adat.

Gubernur–Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023 Wayan Koster–Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster–Ace) dalam pidato perdana berisi Visi-Misi Gubernur Bali–Wakil Gubernur Bali di Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Bali, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (8/9) siang, menegaskan Visi-Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ‘harga mati’ untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Bali sekala niskala.

Menurutnya arti dari visi tersebut adalah menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. Agenda yang ditekankannya pada pemaparan tersebut adalah tentang janji kampanyenya One Island One Managament and One Commando. Karena menurutnya, Bali sebagai pulau adalah satu kesatuan dengan daerah yang saling mendukung. Untuk itu Koster berharap bisa terjadi pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh Bali.

“Pajak hotel dan restoran memang banyak terfokus di daerah Bali Selatan, sehingga ekonomi di sana cukup bagus. Untuk itu kita ke depan akan pikirkan supaya terjadi pemerataan di seluruh Bali,” jelasnya dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Gubernur Bali periode 2008–2018 Made Mangku Pastika, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Kemendagri selaku Penjabat Gubernur Bali Hamdani, Ny Putri Koster dan Ny Tjok Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Bupati Jembrana I Putu Artha. Selain itu juga hadir Wagub Bali perioe 2003–2008 IGN Alit Kusuma Kelakan, anggota Forkompimda, anggota FKUB, Majelis Utama Desa Pakraman, anggota DPRD Prov Bali, jajaran pejabat Pemprov Bali, beserta para bendesa adat se-Bali.

Menurut Koster, pariwisata adalah isu sensitif yang menopang sekitar 60 persen perekonomian masyarakat Bali, sehingga harus dikelola dengan benar. “Kita akan buat branding Bali sebagai penarik wisata kita. Jadi saya harap kabupaten/kota tidak mengembangkan brand sendiri,” cetusnya.

Untuk menunjang isu pariwisata, Koster menyatakan akan membenahi sarana pendukung seperti adat istiadat dan kebudayaan Bali, memelihara subak yang jumlahnya kian menurun akibat alih fungsi lahan, serta infrastruktur. Dari segi infrastruktur pihaknya akan mengusahakan segera dibangunnya shortcut-shortcut yang menghubungkan Bali Selatan dan Utara, serta mempercepat pembangunan bandar udara di Bali Utara. “Semua itu juga bertujuan untuk pemerataan pembangunan di Bali,” imbuhnya.

Dia menambahkan berbagai program yang akan menjadi prioritas ke depan seperti bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, serta lainnya akan segera ditindaklanjuti sehingga bisa rampung dalam periode lima tahun kepemimpinannya.

Koster menegaskan akan melaksanakan Visi Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali; membangun Bali melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, mewujudkan kehidupan krama Bali dan Gumi Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno. Prinsip Tri Sakti Bung Karno berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan. Pembangunan terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai NKRI, berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Konsep ini mengandung nilai lokal Bali dan nasional.

“Jadi sudah jelas tidak bisa ditawar lagi. Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini harga mati,” tandas politisi asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, ini.

“Dalam mewujudkan misi ini kami sudah siapkan program-programnya dengan pelaksanaan yang terintegrasi antara provinsi dan kabupaten/kota,” imbuhnya.

Koster mengungkapkan salah satu program infrastruktur yang segera diwujudkan adalah pembangunan infrastruktur Shortcut Denpasar – Singaraja (via Bedugul, Baturiti,Tabanan). Program shortcut ini sudah dilakukan feasibility study (FS). Untuk mewujudkan shortcut, Koster menyiapkan pembangunan dengan dana sharing APBN dan APBD Provinsi Bali.

Belakangan ini, Koster bersama DPRD Bali sepakat merasionalisasi dana hibah/bansos yang difasilitasi dewan senilai Rp 370 miliar menjadi Rp 250 miliar. Per anggota DPRD Bali yang awalnya direncanakan memfasilitasi dana hibah/bansos Rp 6 miliar, akhirnya kebagian Rp 4 miliar, sehingga ada dana untuk dialokasikan untuk membangun shortcut.

“Saya berterimakasih kepada teman-teman di DPRD Bali yang telah sepakat dengan dana yang difasilitasi teman-teman dewan dari Rp 6 miliar, akhirnya menjadi Rp 4 miliar,” ucap Koster.

Menurut Koster, Bali akan dikelola dengan One Island One Management, agar semuanya berjalan dengan baik maka perlu satu komando. “Kalau sudah satu komando, Gubernur dan Bupati berjalan dengan baik maka apapun yang akan dikerjakan akan bisa dilaksanakan. Apalagi ada Bapak Bupati Badung di sini, beliau sudah siap,” kata Koster disambut tepuk tangan.

Soal program-progam lainnya Koster juga akan menyempurnakan layanan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas di era Gubernur Made Mangku Pastika. Sehingga program JKBM ini menjadi semakin baik pelayanannya. Termasuk nanti pelayanannya akan online di seluruh Bali. Karena JKBM ini diterapkan secara gratis. Berbeda dengan JKN, pakai tidak pakai tetap harus dilakukan pembayaran premi. “Program JKBM nanti akan kita sempurnakan lagi. Pelayanannya ditingkatkan lagi,” tandas Koster.

Koster membeber beberapa program yang sudah dicanangkan dalam membangun Bali ke depan. Mulai pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan krama Bali, meningkatkan daya saing petani, pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat. Kemudian tersedianya layanan pendidikan dasar 12 tahun. Selain itu juga dilakukan pengembangan pendidikan menengah di pasraman/desa adat, pengembangan SDM berdaya saing berdasarkan kearifan lokal. Koster juga akan melaksanakan pengembangan sistem jaminan sosial mulai lahir, tumbuh, berkembang. Mencetak tenaga kerja yang kompeten, pengembangan sistem jaminan sosial terintegrasi, memajukan kebudayaan Bali, mengembangan tata kehidupan krama Bali sekala niskala berdasarkan Sad Kertih yakni Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, Jagad Kertih, memperkuat kedudukan tugas dan fungsi desa pakraman, meningkatkan promosi pariwisata Bali, meningkatkan standar kualitas dan layanan promosi pariwisata, membangun pusat perekonomian di kabupaten/kota, meningkatkan pembangunan i ndustri kecil menengah untuk krama Bali, membangun infrastruktur, mengembangkan sistem keamanan terpadu dengan sarana dan teknologi memadai, mewujudkan pembangunan kehidupan krama Bali secara demokratis, berkeadilan, kesetaraan gender, mengembangkan tata kehidupan krama Bali dan lingkungan yang bersih dan mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, cepat, pasti, dan murah.

Koster juga mengapresiasi kinerja Gubernur sebelumnya yang telah meletakkan pondasi perekonomian Bali sehingga bisa menjadi baik seperti sekarang. “Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Made Mangku Pastika untuk kinerja sepuluh tahun ke belakang,” cetusnya.

Sementara Adi Wiryatama menegaskan Visi Misi Koster–Ace sudah sangat lengkap disampaikan kepada masyarakat. Untuk itu seluruh elemen masyarakat diharap bersama-sama mengawal hal tersebut.

“Kami DPRD Bali sebagai bagian dari pemerintahan daerah juga akan bersama-sama mengawal program- program ini berjalan dengan baik dan berkeadilan untuk rakyat Bali,” kata mantan Bupati Tabanan dua periode ini.

Adi Wiryatama juga menegaskan dalam pemerintahan ke depan, sinergitas hubungan eksekutif-legislatif bersama masyarakat akan tetap terjaga dan berjalan dengan baik. Sehingga apapun program yang akan dirancang bisa berjalan dengan baik.

“Jadi kita harus paras-paros. Masyarakat memberikan masukan, DPRD Bali melakukan pengawalan dan kontrol. Sehingga semuanya berjalan sesuai dengan harapan,” kata Sekretaris Deperda DPD PDIP Bali, ini.







sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka