Pembiayaan PT BIBU Garap Bandara Bali Utara, 53% Indonesia, 47% Asing - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Pembiayaan PT BIBU Garap Bandara Bali Utara, 53% Indonesia, 47% Asing

Pembiayaan PT BIBU Garap Bandara Bali Utara, 53% Indonesia, 47% Asing

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 07 April 2018 | 4/07/2018 09:04:00 PM

“Memang ini pekerjaan besar, memang harus gotong-royong,” ujar Made Mangku. Dia mengatakan, perbandingan rencana pembiayaan PT BIBU menggarap bandara di Bali utara adalah 53 persen di Indonesia dan 47 persen dari asing.
DENPASAR - Direktur PT Perusahaan Daerah (PT Perusda) Provinsi Bali, I Nyoman Baskara mengatakan, sebaiknya pembangunan Bandara di Bali Utara dilakukan dengan sistem gotong-royong.

“Saatnya kita berkolaborasi. Kalau ada perusahaan yang sifatnya firm menggarap Bandara ini, ayolah saatnya kita bersinergi,” ujar Baskara usai menghadiri penandatanganan MoU dengan PT Pembari di Hotel Grand Inna Bali Beach, Jumat (6/4/2018).

Baskara mengatakan, MoU tersebut sebenarnya berisi tentang kesepahaman Perusda Bali dengan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) untuk bersama-sama mengukuhkan komitmen membangun Bali yang merata, berkeadilan dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan Bandara di Bali utara akan menjadi core infrastructure serta sebagai penggerak perekonomian masyarakat Bali secara keseluruhan, khususnya wilayah-wilayah yang bukan Bali selatan.

“Menurut kami penting. Bali selatan sudah overload sekali. Kalau Bali selatan terus dibiarkan overload seperti ini, maka sesungguhnya membiarkan Bali itu rusak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan, tidak ada cara lain, selain membuat channel saluran agar kunjungan wisatawan tetap berjalan secara baik, namun juga bisa merata didistribusikan di seluruh wilayah Bali, dan tidak di Bali selatan saja.

Dia menyatakan siap bekerjasama dengan pihak mana saja apabila secara kajian dan persyaratan yang dimiliki memang feasible.

“Kita tidak berpihak kepada siapa pun. Harus netral. Siapapun yang ingin membangun Bali dengan konsep pemerataan, berkeadilan dan berkesinambungan, kita pasti akan dukung. Terlebih-lebih dengan konsep investasi berbasis pada konsorsium gotong-royong,” katanya.

Jangan Semua Dijual

Chairman PT Pembari, Ketut Maha Baktinata Suardhana mengatakan, ingin mencanangkan membangun Bandara di Bali utara bukan dengan sistem kapitalis murni, melainkan dengan sistem gotong-royong.

Ia mengharapkan agar desa adat yang memiliki tanah di lokasi rencana pembangunan bandara, jangan semuanya dijual, namun lebih baik dikerjasamakan dengan swasta.

“Kalau dijual nanti habis. Jadi kami akan tawarkan. Komitmen kami mengajak masyarakat Bali,” katanya.

Terkait adanya MoU antara PT Pembari dengan PT Perusda Bali, Suardhana mengatakan, tujuannya adalah PT Perusda Bali ingin berpartisipasi menyukseskan pembangunan bandara di Bali utara karena Perusda merupakan BUMD yang merupakan milik masyarakat Bali.

Dikatakannya, kedua belah pihak akan bekerjasama sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Tambahnya, untuk perencanaan selanjutnya setelah ditandatanganinya MoU adalah membuat pembiayaan dan kontribusi masing-masing secara mendetail.

Untuk tahap awal, kata dia, PT Perusda Bali akan men-support melalui pembangunan infrastrukur berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) green energy.

Setuju Kerja Sama

Presiden Direktur (Presdir) PT BIBU Panji Sakti, I Made Mangku mengatakan, memang sebaiknya pengerjaan proyek pembangunan bandara di Bali utara ini menggunakan sistem gotong-royong.

“Memang ini pekerjaan besar, memang harus gotong-royong,” ujar Made Mangku.

Dia mengatakan, perbandingan rencana pembiayaan PT BIBU menggarap bandara di Bali utara adalah 53 persen di Indonesia dan 47 persen dari asing.

Yang mana, menurutnya, terdiri dari 16 konsorsium perusahaan asing, termasuk dari Timur Tengah, dan paling banyak adalah dari Kanada, serta di Indonesia yang terdiri lebih dari 20 perusahaan.

Menurut dia, kalau ada keraguan tentang pembiayaan PT BIBU, ia mempersilakan pemerintah mengeceknya karena, menurutnya, ada cara untuk mengecek.

“Biar dicek pemerintah, apa dananya benar ada,” katanya.

Menurutnya, saat ini PT BIBU masih menunggu dikeluarkannya keputusan Penetapan Lokasi (Penlok) dari Kementerian Perhubungan.

“Persyaratan untuk penetapan lokasi sudah dipenuhi semua, tinggal menunggu kapan Penlok terbit,” katanya.

Lanjutnya, seluruh legalitas yang diperlukan pusat sesuai dengan Peraturan Menteri No 20 tahun 2014 tentang pengajuan Penlok seluruhnya sudah dipenuhi.

Jika Penlok terbit, kata dia, maka PT BIBU selanjutnya bisa menyelesaikan kajian AMDALnya.

“Dokumen AMDAL sedang dikerjakan dengan beberapa universitas yang ada di Bali. Bagaimana bisa membuat AMDAL kalau izin Penetapan Lokasi (Penlok) tidak turun. Karena persyaratan menyusun AMDAL kan lokasinya harus tetap dulu,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini masih menunggu kajian dari pihak Kementerian.

“Belum ada rekomendasi, masih menunggu proses,” tandasnya.

Dia berharap dalam waktu dekat sudah ada kepastian tentang hasil dari proses-proses tersebut.

Dia menegaskan, sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat, PT BIBU akan tetap terus berkomitmen membangun Bandara di Bali utara.

”Sebelum ada hitam di atas putih, kita masih berpegangan pada legalitas yang dimiliki PT BIBU,” tegasnya.









sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka