Wisatawan Ke Kuta Padat, Efek Vlog Jokowi Saat di Bali - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , » Wisatawan Ke Kuta Padat, Efek Vlog Jokowi Saat di Bali

Wisatawan Ke Kuta Padat, Efek Vlog Jokowi Saat di Bali

Written By Dre@ming Post on Selasa, 26 Desember 2017 | 12/26/2017 11:58:00 AM

Kunjungan wisatawan ke Bali kembali pulih. Tampak antrian panjang kendaraan bermotor para wisatawan yang membuat macet Jalan Pantai Kuta, Badung, Senin (25/12/2017).
MANGUPURA - Kawasan Kuta yang beberapa hari sebelumnya sepi, kini kembali padat dan macet.

Antrian panjang kendaraan bermotor di Jalan Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/12/2017), tampak padat merayap.

Wisatawan domestik maupun mancanegara pun memadati objek wisata paling kesohor di Bali, Pantai Kuta.

Kunjungan wisatawan ke Pulau Bali kembali membaik menjelang akhir tahun ini atau pada liburan Natal dan Tahun Baru.

Sebelumnya dunia pariwisata Bali sempat lesu sebagai dampak erupsi Gunung Agung.

Tak hanya di Kuta, kunjungan wisatawan ke objek wisata lainnya di Bali juga meningkat.

Termasuk sejumlah dinasti yang berada di Kabupaten Karangasem, yang lokasi paling dekat dengan Gunung Agung.

Seperti wisata Taman Soekasada, Tirtagangga, serta Pantai Candidasa.

Kepala Dinas Pariwisata Karangasem, Gede Astika, mengatakan pariwisata di Karangasem mulai pulih dan membaik setelah kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bali, Jumat (22/12/2017) lalu.

Saat itu Jokowi menggelar rapat terbatas (ratas) bersama 20 menteri terkait dampak erupsi Gunung Agung di Sanur, Denpasar, dan ia juga sempat jalan-jalan ke Kuta.

"Rapat kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi juga sangat berpengaruh terhadap pemulihan pariwisata di Karangasem pada khususnya, dan Bali umumnya. Ditambah lagi dengan kampanye Bali aman untuk dikunjungi kecuali daerah radius 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung," ujar Astika, Senin kemarin.

"Setelah status Gunung Agung jadi Awas, tanggal 22 September, kunjungan mulai merosot. Sekarang kembali membaik setelah ada kampanye Bali aman," tambahnya.

Sejauh ini, objek wisata yang berada di kawasan rawan bencana (KRB), seperti Pura Besakih dan Pantai Tulamben, memang sepi.

Kedua destinasi tersebut memang tidak boleh dikunjungi karena masuk KRB.

"Harapan kami, pemerintah pusat harus sering mengelar rapat kerja di Bali. Kalau bisa tempatnya di Karangasem sehingga pariwisata kembali normal," imbuh Astika.

Astika menambahkan, Pemkab Karangasem akan terus melakukan komunikasi dan mengusulkan program pemulihan pariwisata ke Kementrian Pariwisata.

Satu di antaranya program Festival Taman Soekasada, dan kegiatan lainnya yang bertujuan mempromosikan ODTW di Karangasem.

"Kita juga akan tetap menggelar festival dan promosi wisata ke luar. Seperti Festival Gered Pandan di Desa Tenganan, Festival Ujung, Festival Tirtagangga. Dengan harapan kunjungan terus membaik dan terus meningkat," tambah mantan Sekdis Perhubungan Karangasem ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, juga mengatakan kedatangan Jokowi membawa dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

"Bapak Presiden Jokowi menyampaikan Bali aman dan diviralkan pada vlog beliau sehingga membawa dampak positif melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali umumnya, dan Kabupaten Badung khususnya," ujar Badra dikutip Antara, Senin (25/12).

Ia mengatakan, setelah datangnya Jokowi pada Jumat lalu, saat ini jumlah kedatangan wisman ke Bali mencapai 12 ribu orang lebih, namun jumlah ini belum terhitung kunjungan wisatawan dari China.

Badra mengklaim, kunjungan wisman sudah mulai normal karena berdekatan dengan momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sehingga pihaknya memprediksi kunjungan wisman semakin meningkat.

Hal itu sudah ditandai dengan kembali padatnya lalu lintas di sekitar Kuta.

"Ini sudah mulai normal. Bahkan dalam momen Natal dan Tahun Baru, Kuta sudah mulai macet," ujarnya.

Ia optimistis hingga akhir Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman di Kabupaten Badung mencapai 5,7 juta orang.

Sedangkan, Dispar Badung masih mengejar target kunjungan 5,8 juta wisman yang diberikan pemerintah pusat.

"Kami yakin target itu terpenuhi, karena minggu ini akan ada extra flight sebanyak 49 kali, itu wisman semua," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar industri pariwisata memberikan pelayanan maksimal kepada para wisatawan pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

"Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat Badung agar mendukung keamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib dan lancar," ujarnya.

Liburan Nataru

Sejauh ini, kunjungan ke sejumlah objek wisata di Pulau Bali pada liburan Natal memang mulai ramai.

Hal tersebut membuktikan Bali masih aman di tengah erupsi Gunung Agung.

Memang kunjungan masih didominasi wisatawan domestik, yang datang dengan keluarga maupun rombongan bus-bus besar dari Jawa.

Sebagian besar adalah anak-anak sekolah yang liburan usai menerima rapor, sekalian libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bali.

Seperti terlihat di Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Tirtagangga, Senin kemarin.

Puluhan wisman maupun wisdom mengunjungi ojek wisata di Kecamatan Abang ini.

Seorang warga setempat, Ni Made Sri, menyatakan kunjungan wisatawan ke Tirtagangga sudah mulai pulih.

Wisman yang datang berasal dari Eropa.

Ada pula dari Australia.

Hanya wisatawan Cina yang belum terlihat karena kemungkinan masih khawatir, ditambah lagi larangan penerbangan dari pemerintah Cina.

"Tirtagangga masuk zona aman. Sejak pemberitaan di media sosial, kunjungan mengalami penurunan hampir dua bulan. Tapi sekarang mulai pulih kembali. Wisatawan luar mulai berani berkunjung ke Tirtagangga" kata Made Sri, saat ditemui di Tirtagangga, kemarin.

Ditambahkan, sebelum kondisi normal kunjungan wisman dan wisdom berkisar 500-1.000 orang tiap hari saat musim liburan. Sekarang tak sampai sebanyak itu. Perkiraan sekitar 50-100 orang.

"Yang penting kunjungan ke Tirtagangga pulih. Semoga liburan tahun baru lebih banyak lagi yang datang," harap Made Sri, yang sehari-hari berjualan di objek wisata Tirtagangga.

Kunjungan wisatawan di Ubud juga mulai meningkat secara signifikan.

Begitu juga objek wisata lainnya di Gianyar. Seperti di Taman Nusa, Desa Sidan.

"Walau saat terjadi erupsi Gunung Agung yang menjadi berita hangat dan viral di media sosial, tapi tak menyurutkan untuk mengunjungi Bali. Saya juga datang ke sini," kata Anita, wisatawan asal Jakarta, saat berkunjunga ke Taman Nusa, Gianyar, Senin kemarin.

Anita menuturkan pihaknya tahu Bali saat ini dilanda bencana erupsi Gunung Agung, tapi keberadaan gunung tertinggi di Pulau Dewata itu sangat jauh dari objek-objek wisata, seperti objek wisata Kuta, Gianyar, dan Tabanan.

"Apalagi pemerintah telah memberi jaminan kepada para wisatawan jika dalam sewaktu-waktu terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai, akan dilakukan segera evakuasi, termasuk memberikan menginap secara gratis semalam," ucapnya.

Menurut Anita, jaminan kepada para wisatawan sangat penting untuk bisa kembali ke daerah maupun ke negaranya.

Para turis pun sangat tertarik berlibur di Bali, terlebih pada liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

"Mereka ingin menikmati Bali pada pergantian tahun 2017 ke tahun 2018. Saya pun menghabiskan liburan bersama keluarga di Pulau Dewata," ujar wanita pengobi berwisata itu.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, juga menilai kondisi pariwisata Bali sudah berangsur pulih dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk terakhir dengan kunjungan Jokowi ke Bali.

“Saya pikir soal Gunung Agung sudah selesai dengan berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah, mari kita promosikan Bali dengan isu-isu yang lain, yang menunjukkan Bali baik-baik saja,” ujar Pastika di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Senin (25/12/2017).

Hal itu diungkapkan Pastika saat menerima kunjungan band legendaris Bali Crazy Horse, yang berencana membuat event promosi sebagai bagian dari upaya recovery pariwisata Bali sekaligus menunjukkan kepada dunia luar kalau Bali sangat aman untuk dikunjungi.

Menurut Pastika, berbagai upaya untuk menjelaskan kondisi Bali yang sebenarnya tetap diperlukan sebagai bagian promosi pariwisata tanpa harus menonjolkan isu Gunung Agung.






sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka