Jokowi Minta Kampanyekan Bali Aman, Tanggap Darurat GA Dicabut - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , » Jokowi Minta Kampanyekan Bali Aman, Tanggap Darurat GA Dicabut

Jokowi Minta Kampanyekan Bali Aman, Tanggap Darurat GA Dicabut

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 23 Desember 2017 | 12/23/2017 09:46:00 AM

Presiden Joko Widodo menyapa Wisatawan di Kuta Bali
DENPASAR - Sebelum Rapat Tarbatas Kabinet tadi malam, Jokowi kemarin sore sempat menyusuri Pantai Kuta tanpa alas kaki.

Presiden Jokowi memastikan kepada dunia internasional bahwa Bali aman untuk dikunjungi. Jokowi pun minta para menterinya agar terus melakukan upaya untuk meyakinkan dunia bahwa Bali aman dari dampak erupsi Gunung Agung (GA). Selain itu, Jokowi juga cabut status tanggap darurat Gunung Agung.

"Kita ingin menunjukkan kepada wisatawan, kepada dunia bahwa wisata di Bali aman. Sebab, dampak erupsi Gunung Agung memang hanya berjarak 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung," ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet di Wisma Werdapura Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (22/12) malam.

Dalam Ratas Kabinet yang dimulai pukul 20.30 Wita dengan diikuti 22 menteri kabinet tadi malam, Jokowi mengaku sudah menerima informasi dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa Pulau Dewata aman dikunjungi wisa-tawan. "Artinya, sebetulnya tempat pariwisata di Bali tidak ada masalah. Tapi, karena banyaknya pemberitaan mengenai erupsi Gunung Agung yang tidak akurat dan adanya travel warning dari sejumlah negara, itu menurunkan kunjungan pariwisata. Namun, kunjungan mulai hari ini (kemarin) sudah ramai," tandas Jokowi.

Jokowi meminta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pariwisata terus memberikan informasi kepada negara sahabat, untuk meyakinkan bahwa Bali aman dikunjungi. Para Menteri Koordinator harus mengajak jajarannya mempromosikan pariwisata Bali. Termasuk juga memberikan informasi akurat terkait pariwisata Bali dan aktivitas Gunung Agung.

"Kemenlu dan Kemenpar harus terus berikan informasi yang benar dan lengkap kepada duta besar kita di negara-negara sahabat, agar warganya banyak wisata ke Indonesia, khususnya Bali. Perlu dikerahkan kedutaan kita di luar negeri agar informasi akurat dan kontijensi kita siapkan kalau memang bencana itu terjadi," pinta Jokowi.

"Saya harapkan juga secara konkret, terutama Menpar dan Menko untuk mengajak pelaku pariwisata, baik PHRI, Asita, maupun maskapai agar ikut memberikan informasi, mempromosikan sehingga wisata di Indonesia, khususnya Bali, normal lagi dan kunjungan wisatawan sesuai denga target," imbuhnya.

Terkait destinasi baru, Jokowi mengatakan kabinet telah bekerja selama 1,5 tahun untuk menciptakan 10 destinasi yang disebut ‘Bali Baru’. Jokowi menekankan kepada Kementerian PUPR, Bappenas dan Barekraf untuk mengerjakan tata ruang 10 destinasi wisata baru tersebut.

Ratas Kabinet di Sanur tadi malam dihadiri pula Wapres Jusuf Kalla dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Sedangkan para menteri yang hadir, antara lain, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Ratas Kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi tadi malam memutuskan untuk cabut status ‘tanggap darurat’ Gunung Agung. "Hal yang terpenting diputuskan Bapak Presiden bahwa istilah tanggap darurat itu ditiadakan atau dicabut," ujar Seskab Pramono Anung seusai Ratas Kabinet semalam. "Sehingga (dengan dicabutnya status tanggap darurat, Red) tidak menimbulkan multitafsir negara-negara yang selama ini menganggap bahwa status tanggap darurat itu membuat mereka dalam tanda kutip menjadi ketakutan, hingga dikeluarkan travel ban."

Namun, pencabutan tanggap darurat ini tidak mengubah status Awas Gunung Agung dengan zona bahaya radius 8-10 kilometer. Pencabutan status tanggap darurat juga tidak menghentikan penyaluran bantuan terhadap lebih dari 70.000 pengungsi Gunung Agung.

Sementara, sebelum memimpin Ratas Kabinet di Sanur tadi malam, Presiden Jokowi sempat jalan-jalan ke Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat sore 17.00 Wita. Setibanya di Pantai Kuta sore itu, Jokowi yang mengenakan baju kaos warna ungu itu langsung membuka sepatu dan kemudian jalan santai di tepi pantai.

Jokowi menyusuri Pantai Kuta bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Mereka pun sempat ngopi dan makan pisang goreng di salah satu warung di Pantai Kuta.

Ribuan wisatawan baik mancanegara maupun domestik ramai-ramai mengerumuni Jokowi. Sebagian dari mereka meminta foto selfie dengan Presiden. "Wisatawan di Pantai Kuta ramai sekali. Jadi, kalau ingin berwisata di Pulau Bali dalam liburan ini, silakan datang ke Bali," kata Jokowi.

Sementara itu, menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan sempat terjun ke Pos Pantau Gunung Api Agung di banjar Rendang Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Jumat siang. Luhut meluncur ke Rendang seusai memimpin rapat koordinasi persiapan pertemuan tahunan Annual Meetings International Monetary Fund (IMF) and World Bank Grroup (WBG) 2018 di Gedung Keuangan Negara, Denpasar.

Kehadiran Luhut yang didampingi Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESD Kasbani dalam rangka memastikan Bali aman, mengingat Gunung Agung saat ini berstatus Awas. “Saat ini kita melihat langsung bagaimana kondisi Gunung Agung melalui pos pantau. Penjelasan dari Kepala PVMBG bahwa radius yang berbahaya dalam radius 8-10 kilometer dari puncak Gunung Agung,” ujar Luhut.








sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka