Akankah Paket Dharma-Kerta Berantakan? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , » Akankah Paket Dharma-Kerta Berantakan?

Akankah Paket Dharma-Kerta Berantakan?

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 30 Desember 2017 | 12/30/2017 10:40:00 AM

SBY Serahkan Rekomendasi ke Rai Mantra (atas).  Deklarasi Koalisi Bali Dwipa Jaya yang beranggotakan Golkar (tidak hadir), Hanura, dan Perindo di Sanur, Denpasar Selatan Jumat (29/12) sore
SBY Serahkan Rekomendasi ke Rai Mantra

DENPASAR - Paket Dharma-Kerta bisa berantakan, karena muncul Koalisi Bali Dwipa Jaya yang arahkan usung Sudikerta-Pasek. Sudikerta Tak Hadiri Penyerahan Rekomendasi Paket Dharma-Kerta

DPP Demokrat terbitkan rekomendasi untuk IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) sebagai pasangan Cagub-Cawagub Bali ke Pilgub 2018. Rekomendasi tersebut sudah diserahkan langung Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Rai Mantra, di Jakarta, Jumat (29/12) sore.

Penyerahan rekomendasi Dharma-Kerta yang diterima Rai Mantra di kediaman SBY kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB disaksikan sejumlah pengurus DPP Demokrat, termasuk mantan Menkum HAM Amir Syamsuddin. Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, juga ikut mendampingi Rai Mantra menjemput rekomendasi di kediaman SBY. Paket Dharma-Kerta akan diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB)---yang beranggotakan Golkar-Demokrat-Gerindra-Hanura-PKS---ke Pilgub Bali 2018.

Wakil Sekjen DPP Demokrat, Putu Supadma Rudana, mengatakan rapat pembahasan rekomendasi Cagub-Cawagub Bali untuk Pilgub 2018 digelar di kediaman SBY, dengan melibatkan jajaran pengurus DPP Demokrat. "Hasilnya, Rekomendasi DPP Demokrat diberikan untuk Dharma-Kerta sebagai Cagub-Cawagub Bali. Tadi Rai Mantra yang langsung menerima rekomendasi tersebut," ujar Supadma Rudana saat dikonfirmasi NusaBali, tadi malam.

Supadma menyebutkan, begitu rekomendasi dari DPP Demokrat turun, selanjutnya komunikasi politik sepenuhnya ada di daerah. "Ya, komunikasi politik dan proses selanjutnya ada di daerah," tegas politisi asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali ini.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua I DPD Demokrat Bali, Nengah Pringgo, mengatakan Paket Dharma-Kerta sudah final, karena telah resmi direkomendasi DPP Demokrat. "Hari ini (kemarin) sudah final. Rekomendasi Dharma-Kerta sudah diserahkan Pak SBY. Pak Mudarta (Ketua DPD Demokrat Bali, Red) kini dalam perjalanan balik ke Bali,” ujar Nengah Pringgo sembari mengirimkan foto hasil pertemuan di kediaman SBY.

Paparan senada juga disampaikan Made Mudarta, Ketua DPD Demokrat Bali yang sekaligus Penasihat Koalisi Rakyat Bali (KRB). "Ya, rekomendasi Dharma-Kerta untuk Pilgub Bali dari DPP Demokrat sudah diterima Pak Rai Mantra tadi sore pukul 15:00 WIB, di kediaman Bapak SBY," ujar Mudarta dilansir baliberkarya.com terpisah, tadi malam.

Mudarta menceritakan, SBY memandang Rai Mantra sebagai sosok Dharmawangsa dalam pewayangan. "Kata bapak SBY, sosok Rai Mantra mirip Dharmawangsa. Bapak SBY paham betul karakter Panca Pandawa," katanya.

Ditanya soal Ketut Sudikerta yang tidak ikut hadir dalam pertemuan dengan SBY itu untuk mengambil rekomendasi Dharma-Kerta, menurut Mudarta, Ketua DPD I Golkar Bali tersebut sedang mengurus rekomendasi DPP Golkar. "Beliau (Sudikerta) fokus atensi rekomendasi Golkar. Dalam rekomendasi itu, paketnya lengkap sesuai nama lengkap beliau IB Rai Dharmawijaya Mantra SE MSi dan Drs I Ketut Sudikerta," tegas Mudarta.

Paket Dharma-Kerta rencananya akan diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) ke Pilgub Bali, 27 Juni 2018 mendatang. Hanya saja, dari 5 parpol KRB, baru Demokrat yang terbitkan rekomendasi resmi. Dharma-Kerta diskenariokan akan tarung head to head melawan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), Cagub-Cawagub yang diusung PDIP bersama PKPI dan PAN.

Rai Mantra dalam Paket Dharma-Kerta adalah kandidat independen yang kini menjabat Walikota Denpasar yang diusung PDIP. Sedangkan Sudikerta adalah politisi asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang kini menjabat Ketua DPD I Golkar Bali dan Wakil Gubernur Bali 2013-2018.

Namun, hingga Jumat kemarin masih terjadi tarik ulur soal posisi Cagu dan Cawagub antara Rai Mantra dan Sudikerta. Pasalnya, Sudikerta tidak rela turun kelas menjadi Cawagub, karena sejak awal nyalon sebagai Cagub Bali dan telah kantongi rekomendasi dari DPP Golkar.

Bahkan, KRB terancam pecah. Sebab, tiga parpol justru mendeklarasikan Koalisi Bali Dwipa Jaya, Jumat sore, yakni Golkar-Hanura-Perindo. Deklarasi Koalisi Bali Dwipa Jaya yang tanpa dihadiri perwakilan Golkar dilakukan di Sanur, Denpasar Selatan. Koalisi ini arahkan usung Sudikerta-Gede Pasek Suardika sebagai Cagub-Cawagub ke Pilgub Bali 2018.

Koalisi Bali Dwipa Jaya Dideklarasikan

Sesuai skenario, Koalisi Bali Dwipa Jaya yang beranggotakan Golkar-Hanura-Perindo dideklarasikan di sebuah restoran kawasan Inna The Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (29/12) sore. Golkar-Hanura-Perindo Mengarah Usung Pasangan Sudikerta-Pasek

Hanya saja, Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta alias SGB (Sudikerta Gubernur Bali), yang akan diusung sebagai Calon Gubernur (Cagub), tidak hadir saat deklarasi Koalisi Bali Dwipa Jaya.

Hadir dalam deklarasi Koalisi Bali Dwipa kemarin, antara lain, Korda Bali DPP Hanura I Wayan Adnyana, Sekretaris DPD Hanura Bali Gede Wirajaya Wisna, dan Ketua DPW Perindo Bali I Wayan Sukla Arnata. Sedangkan perwakilan dari Golkar tidak ada yang hadir. Demikian pula Ketut Sudikerta, tidak hadir karena kemarin sore terbang ke Jakarta. Namun, Sudikerta diklaim sudah sepakat dengan deklarasi Koalisi Bali Dwipa ini.

Deklarasi Koalisi Bali Dwipa sendiri semula direncanakan akan berlangsung di Posko Rumah Apresiasi Sudikerta, Jalan Drupadi Niti Mandala Denpasar. Namun, karena Sudikerta mendadak berangkat ke Jakarta, akhirnya acara deklarasi dipindahkan ke Sanur.

Korda Bali DPP Hanura, Wayan Adnyana, dalam keterangan persnya mengatakan, Koalisi Bali Dwipa Jaya beranggotakan Golkar-Hanura-Perindo. ”Kami dari Golkar, Hanura, dan Perindo sepakat membangun Koalisi Bali Dwipa Jaya. Bali yang aman, sejahtera, Bali yang jaya,” ujar Adnyana.

Ditanya soal kenapa Sudikerta selaku Ketua DPD I Golkar Bali dan kandidat yang akan diusung sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018 tidak hadir, menurut Adnyana, karena sedang dalam perjalanan ke Jakarta. Yang jelas, Sudikerta sudah konfirmasi sepakat dengan Koalisi Bali Dwipa.

“Pak Sudikerta sudah konfirmasi sepakat dengan Koalisi Bali Dwipa Jaya. Perjanjian koalisi sudah ditandatangani. Hanura dan Perindo sudah tandatangani hari ini juga (kemarin sore, Red). Untuk naskah koalisi yang bakal ditandatangani Partai Golkar, akan dikirimkan ke Jakarta untuk Pak Sudikerta selaku Ketua DPD I Golkar Bali,” tegas Adnyana.

Bahkan, kata Adnyana, Sudikerta sudah memerintahkan Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry untuk tandatangani Koalisi Bali Dwipa Jaya. “ya, Pak Sudikerta sudah perintahkan sekretaris dan pengurus menandatangani Koalisi Bali Dwipa Jaya,” katanya.

Adnyana menegaskan, Golkar otomasti akan bergabung secara resmi dengan Koalisi Bali Dwipa, walaupun nanti akan ada Deklarasi Koalisi Rakyat Bali (KRB). ”Pak Sudikerta sendiri sudah tegaskan sebagai Calon Gubernur dari Golkar. Nanti beliau akan berpaket dengan figur dari Hanura sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Paketnya nanti akan diserahkan ke DPP Partai masing-masing. Kami akan deklarasikan Cagub-Cawagyb begitu turun rekomendasi dari DPP Partai masing-ma-sing. Siapa paket Pak Sudikerta, ya sabar teman-teman,” kata Adnyana.

Sementara, Ketua DPW Perindo Bali, Wayan Sukla Arnata, partainya lebih memilih bergabung dengan Golkar dan Hanura membentuk Koalisi Bali Dwipa Jaya. Pasalnya, Perindo sejak awal sudah mendukung Sudikerta sebagai Cagub Bali untuk Pilgub Bali 2018. Dukungan kepada Sudikerta tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP Perindo, Harry Tanoesoedibjo

Sukla Arnata menyesalkan, KRB di mana Hanura dan Perindo sempat ikut bergabung, justru memunculkan paket calon berbeda, yakni Dharma-Kerta (IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta) sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018. Bahkan, baliho Dharma-Kerta sudah beredar.

“Ini (munculnya Dharma-Kerta di KRB, Red) kan tidak sejalan dengan keputusan DPP Perindo yang sejak awal mendukung dan mengusung Pak Sudikerta sebagai Cagub Bali. Karena itu, kita ciptakan Koalisi Bali Dwipa Jaya dan cabut dari KRB,” tegas Sukla Arnata.

Nantinya, Koalisi Bali Dwipa Jaya arahkan usung Paket Sudikerta-Pasek Suardika sebagai Cagub-Cawagub Bali ke Pilgub 2018. Sudikerta merupakan politisi senior asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang kini menjabat Ketua DPD I Golkar Bali dan sekaligus Wakil Gubernur Bali 2013-2018. Sedangkan Pasek Suardika adalah politisi asal Singaraja, Buleleng yang kini Wakil Ketua Umum DPP Hanura dan sekaligus anggota DPD RI Dapil Bali.

Koalisi Bali Dwipa Jaya akan tarung ke Pilgub 2018 dengan modal kekuatan politik awal 11 kursi DPRD Bali atau 21,82 pesren suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 11 kursi DPRD Bali (20,00 per-sen suara parlemen) milik Golkar dan 1 kursi DPRD Bali (1,82 persen suara parlemen) milik Hanura. Ini masih ditambah kekuatan Perindo sebagai parpol pendatang baru.

Sebaliknya, KRB yang ditinggal Golkar-Hanura-Perindo, kini tinggal beranggotakan Demokrat-Gerindra-NasDem-PKS. KRB yang bersikukuh usung Rai Mantra sebagai Cagub Bali, akan maju tarung ke Pilgub 2018 dengan modal kekuatan politik awal 17 kursi DPRD Bali atau 30,91 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 8 kursi DPRD Bali (14,55 persen suara parlemen) milik Demokrat, 7 kursi DP-RD Bali (12,72 persen suara parlemen) milik Gerindra, dan 2 kursi DPRD Bali (3,64 persen suara parlemen) milik NasDem. Ini ditambah kekuatan PKS selaku parpol non parlemen.

Sedangkan PDIP sebagai partai penguasa di Bali, sudah berhasil menggaet PAN dan PKPI untuk mengusung Paket KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati) sebagai Cagub-Cawagub ke Pilgub Bali 2018. Nantinya, KBS-Ace akan tarung ke Pilgub Bali 2018 dengan modal kekuatan politik awal 26 kursi DPRD Bali atau 47,27 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 24 kursi DPRD Bali (43,63 persen suara parlemen) milik PDIP, 1 kursi DPRD Bali (1,82 persen suara parlemen) milik PAN, dan 1 kursi DPRD Bali (1,82 persen suara parlemen) milik PKPI. Ini masih ditambah dukungan parpol non parlemen seperti PKB.

Sementara itu, Ketut Sudikerta yang dikonfirmasi NusaBali melalui telepon, Jumat sore, mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta. Menurut Sudikerta, dirinya ke Jakarta untuk mengurus rekomendasi di DPP Golkar. “DPP Golkar sudah merekomendasikan saya sebagai Cagub Bali. Sekarang saya mengurus paketnya. Saya tetap maju sebagai Cagub Bali,” tegas Sudikerta.










Sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka