Berhadapan Dengan Kemegahan GA, 9 Sulinggih Memuput Caru Rsi Gana - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , » Berhadapan Dengan Kemegahan GA, 9 Sulinggih Memuput Caru Rsi Gana

Berhadapan Dengan Kemegahan GA, 9 Sulinggih Memuput Caru Rsi Gana

Written By Dre@ming Post on Rabu, 08 November 2017 | 11/08/2017 04:07:00 PM

Krama dari berbagai daerah di Bali menggelar upacara Rsigana Caru Medurga di Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang, Selasa (7/11/2017). Upacara ini dipuput oleh sulinggih dari sembilan mata angin. Inzet: Gunung Agung
Genta Sulinggih dari 9 Penjuru Mata Angin Mengalun di Pos Pantau Gunung Agung

AMLAPURA - Alunan suara genta terdengar merdu di Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (7/11/2017).

Bait doa dan kidung juga terdengar berkumandang ketika ratusan krama dari berbagai daerah di Bali berkumpul untuk menggelar upacara caru rsi gana di Pos Pantau Gunung Agung (GA).

Uniknya, prosesi untuk memohon keselamatan alam semesta tersebut tersebut dipuput oleh Ida Pedanda yang berasal dari griya di sembilan arah mata angin di Bali.

Sarana upacara pecaruan telah disiapkan sedari pagi di pelinggih yang terletak di sisi utara Pos Pantau.

Prosesi tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 Wita.

Sembilan sulinggih (Ida Pedanda) duduk bersila dan berjejer, berhadapan langsung dengan kemegahan Gunung Agung di sisi utara Pos Pantau.

Mereka mengalunkan genta dan doa, diiringi kidung dari beberapa krama yang mengikuti prosesi tersebut.

Upacara tidak hanya dipusatkan di pelinggih Pos Pantau, tapi juga dilakukan di ruang operator.

Semua mesin pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Agung mulai dari komputer hingga seismograf diupacarai banten prayascita, terlebih peralatan tersebut selama ini dianggap sangat vital.

“Krama yang mengikuti prosesi ini tidak hanya dari kelompok atau organisasi tertentu, tapi juga umum dari berbagai daerah di Bali,” ujar krama yang juga panitia dalam prosesi pecaruan rsi gana tersebut, Gusti Ngurah Sujana, Selasa (7/11/2017)

Ia menjelaskan, sembilan sulinggih yang memuput prosesi tersebut berasal dari sembilan arah mata angin, antara lain Ida Pedanda Gede Putra Mas dari Gria Balun Denpasar, Ida Pedanda Gede Kenaka Putra dari Gria Mas Baleran Baturiti Tabanan, Ida Pedanda Gede Pasuruhan Manuaba dari Gria Megelung Sangeh Badung, Ida Pedanda Gede Ketut Bukit dari Gria Gede Selat Karangasem, Ida Pedanda Istri Rai dari Gria Dalem Sangeh Badung, Ida Pedanda Istri Ketut Kanginan Mas Kajeng dari Gria Kajeng Abian Semal Badung, Ida Pedanda Gede Tuaje Nugraha dari Gria Demung Buda Keling Bebandem Karangasem, dan Ida Pedanda Gede Putra Beluangan dari Gria Delod Pasar Intaran Sanur Denpasar.

“Tujuan prosesi ini untuk memohon keselamatan kepada ida betara lingsir yang melinggih di Gunung Agung agar memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat. Kita mendoakan agar Gunung Agung berserta berbagai aktivitas masyarakat di sekitarnya kembali normal,” harap Gusti Ngurah Sujana

Prosesi mecaru rsi gana tersebut diakhiri dengan persembahyangan bersama sekitar pukul 11.00 Wita.

Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Agung hingga Selasa (7/11/2017) masih berada di level III (Siaga).

Berdasarkan data tim PVMBG di Pos Pantau Gunung Agung di Rendang, pada periode pengamatan 00.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita Gunung Agung mengalami gempa sebanyak 33 kali.

Namun pada periode pengamatan pukul 06.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita, sempat terekam satu kali gempa hembusan, dengan amplitudo 5 mm dan durasi 115 detik.

Gempa hembusan ini baru sekali terekam sejak pertama kali Gunung Agung mengalami kenaikan aktivitas vulkanik.

Kapala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, gempa hembusan adalah salah satu tipe gempa yang sumbernya ada di dekat permukaan.

Gempa tersebut terjadi akibat pergerakan fluida megmatik (gas) yang dimanifestasikan dalam bentuk keluarnya asap ke permukaan.

“Hembusan hanya akan terekam kalau tekanan yang dihasilkan cukup kuat,” Jelas Devy.

Menurutnya, meskipun proses yang menghasilkan gempa hembusan tersebut berkaitan dengan adanya kelebihan tekanan di bawah permukaan, namun hembusan tidak selalu menandakan akan terjadi letusan.

“Hembusan banyak terjadi di gunung api lain dengan proses non-eruptif. Lebih baik gas atau tekanannya dikeluarkan sedikit-sedikit berupa hembusan daripada dikeluarkan sekaligus berupa letusan. Hembusan yang terjadi 7 Oktober lalu mencapai 1500 meter, namun sinyalnya saat itu tertutup oleh gempa-gempa besar,” jelasnya.

Sementara Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Dewa Gede Mertayasa menjelaskan, saat ini kegempaan Gunung Agung masih fluktuatif tapi di angka rendah.

Namun secara visual di kawah Gunung Agung masih muncul gas sulfatara setinggi 100 sampai 500 meter dari puncak kawah.

Setelah Gempa Hembusan, Pagi Ini Terjadi Kalibrasi Besaran Amplitudo di Gunung Agung

Laporan aktivitas Gunung Api Agung Pagi ini (8/11/2017) periode pukul 00:00-06:00 WITA menunjukkan sesuatu yang berbeda daripada biasanya.

Bila laporan kemarin, Selasa (7/11/2017) menyebut ada gempa hembusan selama 115 detik dengan amplitudo : 5 mm.

Kini aktivitas di Gunung tertinggi di Bali ini menunjukkan adanya Kalibrasi Besaran Amplituda.

Keterangan ini dilansir PVMBG beserta rincian aktivitas kegempaan di Gunung Agung berikut ini :

METEOROLOGI
Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 22-24 °C dan kelembaban udara 79-92 %.

VISUAL
● Gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 300 m di atas kawah puncak.

KEGEMPAAN
■ Tremor Non Harmonik
(Jumlah : 1, Amplitudo : 4 mm, Durasi : 32 detik)
■ Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 4, Amplitudo : 3-7 mm, Durasi : 6-11 detik)
■ Vulkanik Dalam
(Jumlah : 7, Amplitudo : 4-13 mm, S-P : 1-3 detik, Durasi : 10-25 detik)
■ Tektonik Lokal
(Jumlah : 1, Amplitudo : 24 mm, S-P : 4 detik, Durasi : 43 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 2, Amplitudo : 4-6 mm, S-P : 0-45 detik, Durasi : 40-210 detik)

KETERANGAN LAIN
Kalibrasi besaran amplituda

KESIMPULAN
Tingkat Aktivitas G. Agung Level III (Siaga)

Namun demikian untuk keterangan “Kalibrasi Besaran Amplituda” di Gunung Agung, pihak PVMBG hingga kini belum menjabarkan pertanyaan lewat aplikasi berbalas pesan.

"Ini pertanyaan sangat teknis," ujar Kepala PVMBG, Kasbani sembari mengatakan akan menjelaskan kepada awak media di pos pantau Gunung Api Agung










sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka