Untuk Pengungsi Habis Rp 11,7 Miliar Sebulan, Begini Hitungannya! - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , , , » Untuk Pengungsi Habis Rp 11,7 Miliar Sebulan, Begini Hitungannya!

Untuk Pengungsi Habis Rp 11,7 Miliar Sebulan, Begini Hitungannya!

Written By Dre@ming Post on Rabu, 04 Oktober 2017 | 10/04/2017 11:30:00 AM

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (3/10/2017) (atas). Pengungsi asal Dusun Juwuk Legi dan Batu Gede, Desa Duda Timur yang mengungsi di Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Klungkung ketika akan kembali ke kampung halamannya, Selasa (3/10/2017) (bawah).
Kebutuhan Makan Sebulan Rp 11,7 Miliar, Mangku Pastika Sebut Anggaran Pengungsi Tak Terbatas

DENPASAR - Kebutuhan beras untuk sehari di seluruh pengungsian diperkirakan mencapai 19 ton, jika dikalkulasikan sebulan menjadi 588 ton.

Bila harga beras Rp 9.000/kg maka kebutuhan pengungsi sebesar Rp 5 miliar selama sebulan.

Ditambah gula pasir sebesar Rp 352 juta, telor ayam Rp 756 juta, dan daging ayam Rp 1.461 miliar.

Jadi untuk satu bulan pengungsi membutuhkan anggaran Rp 11,750 miliar, dengan catatan tidak ada donasi dari masyarakat.

Hitung-hitungan di atas kertas tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Perindustrian Pemprov Bali, Ni Wayan Kusumawathi.

Hal ini pun sudah dilaporkan ke Sekda Pemprov Bali, Selasa (3/10/2017).

Sehari sebelumnya, ia juga menyebutkan besaran biaya makan yang dibutuhkan oleh pengungsi tersebut dalam rapat kerja dengan DPRD Bali.

“Saya sudah melaporkan ke Pak Sekda, saya membantu perhitungan biaya makan pengungsi. Itu hitung-hitungan sesuai teori statistik, dengan estimasi pengungsi 70.000 memang dapat angka Rp 11,7 miliar. Perhitungan ini bila tidak ada sumbangan dari masyarakat,” jelas Kusumawanthi, kemarin.

Menurut Kusumawanthi, keperluan dana yang cukup besar tersebut menggunakan anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian tidak boleh menganggarkan karena bukan termasuk tupoksi bencana.

Ditambahkan, pihaknya hanya menghitung menurut teori dari statistik estimasi bencana dan memperkirakan kedepan kebutuhan bahan pokok.

“Kalau sekarang masih aman, malah sekarang pantauan harga setiap hari turun. Bahkan di Bali kita deflasi bukan inflasi. Kalau nanti meletus pasti ada dampaknya tetapi jangan lupa suplai sayur tidak hanya dari sana (Karangasem), ada juga dari Tabanan dan daerah lain,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai anggaan bencana, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, mengatakan sudah aman.

Saat ini anggaran bencana tidak terbatas hanya Rp 4,5 miliar yang sudah ditetapkan di APBD Perubahan Pemprov Bali untuk anggaran bencana yang dialokasikan pada BPBD Bali.

Gubernur sudah mengeluarkan surat pernyataan darurat bencana bernomor 990/361/SET.BPBD berdasarkan status Awas (Level IV) Gunung Agung dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), peninjauan ke lokasi pengungsian seperti Klungkung, Karangasem, dan Buleleng serta merujuk pada arahan presiden dalam rapat terbatas.

Gubernur menyatakan keadaan darurat penanganan pengungsi dari 29 September 2017 sampai dengan 12 Oktober 2017.

Dengan keadaan darurat tujuannya bukan hanya mencairkan dana bencana yang sudah dianggarkan Rp 4,5 miliar, namun bisa menambah anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan semasih dalam masa darurat bencana.

“Anggaran bencana tak terbatas, kan sudah saya bilang darurat jangan bicara miliar, triliun kita siapin, sombong pokoknya kita. Kalau sudah darurat bencana maka kegiatan yang lain dipangkas mulai dari semua perjalanan dinas, pameran, seminar, stop itu. Itu sudah berapa duit? Sekarang anggaran bencana Rp 4,5 miliar, jelas nanti ditambah seberapa perlunya,” jelas Pastika usai bertemu pelaku pariwisata di Denpasar, kemarin.

Surat pernyataan darurat bencana dari tanggal 29 September 2017 sampai 12 Oktober 2017 bisa diperpanjang kalau Bali dirasa masih dalam keadaan darurat bencana.

Artinya darurat berkaitan status gunung, kalau tetap status Awas berarti darurat.

Tetapi kalau sudah selesai urusan pengungsi, keadaan darurat bisa dicabut.

Ia pun mengatakan saat ini Pemprov Bali tidak meminta sumbangan dari negara lain seperti arahan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Hal ini karena persediaan beras di Bali masih ribuan ton, anggaran juga cukup.

"Kita masih bisa meng-handle sendiri dengan baik," tandasnya.

Hingga pukul 18.00 Wita, Selasa (3/10/2017), menurut data Pusdalops BPBD Bali total pengungsi sebanyak 141.072 yang tersebar di 414 titik di sembilan kabupaten/kota di Bali.

Jumlah pengungsi ini membludak dua kali lipat, dari perkiraan awal 70 ribu pengungsi yang berasal dari 28 desa zona merah erupsi Gunung Agung.

18 Fakta Ribuan Pengungsi yang Kembali ke Kampung Halaman, BNPB Buat SMS Broadcast

AMLAPURA - Ratusan pengungsi dilaporkan sudah meninggalkan sejumlah titik pengungsian dan kembali ke kampung halaman pada Senin (2/10/2017) sore dan Selasa (3/10/2017).

Ini 18 Fakta Pengungsi Gunung Agung pulang ke kampung halaman:

1. Sebelumnya mereka sudah 12 hari berada di pengungsian.

2. Pengungsi yang pulang ke kampung halamannya berasal dari Dusun Juwuk Legi dan Batu Gede, Desa Duda Timur, yang tidak termasuk dalam daerah kawasan rawan bencana (KRB).

3. Mereka dipulangkan dengan menggunakan dua unit armada Basarnas.

4. Berdaskan data di Posko Pengungsian di Lapangan Tembak, Paksebali, jumlah pengungsi asal Dusun Juwuk Legi dan Batu Gede yang sudah pulang ke kampung halamannya mencapai 243 jiwa.

5. Sementara jumlah pengungsi tersisa di Posko Pengungsian tersebut 164 jiwa, yang semuanya berasal dari Dusun Pesangkan dan Muntig karena masuk dalam zona KRB.

6. Sebanhyak 83 pengungsi asal Desa Muncan yang mengungsi di GOR Swecapura sudah kembali ke kampung halamannya.

7. Hingga Rabu (3/10/2017) terdata masih ada 23.144 jiwa pengungsi yang tersebar di 122 posko pengungsian di Klungkung.

8. Sebanyak 10 pengungsi dilaporkan meninggal dunia di RSUD Klungkung sejak awal masa pengungsian.

9. Sejumlah Posko Pengungsian di Karangasem juga mulai tampak sepi, Selasa (3/10/2017).

10. Di Desa Ulakan, jumlah pengungsi sebanyak 2.233 jiwa. Yang kembali sekitar 348 orang.

11. Sisa pengungsi saat ini sekitar 1.876 jiwa tersebar di tenda Lapangan Ulakan, Tanah Ampo, Rare Angon, Abiancanang, dan Perumahan Ulakan.

12. Pengungsi di Kabupaten Bangli juga sudah banyak yang kembali ke Karangasem.

13. Berdasarkan data yang dihimpun di BPBD Bangli, pengungsi dari 28 desa zona rawan sebanyak 5.208 jiwa, sedang dari zona aman 6.117 jiwa.

14. Total pengungsi di Bangli 11.332 orang. Jumlah tersebut telah berkurang sebanyak 589 pengungsi yang kembali secara mandiri.

15. Data keseluruhan yang dihimpun, jumlah pengungsi yang telah pulang ke kampung sekitar 3.317 jiwa.

16. Jumlah pengungsi yang awalnya 144.389 jiwa kemarin jadi 141.072 jiwa. Diprediksi jumlah pengungsi yang akan pulang semakin bertambah.

17. Ribuan pengungsi dari zona aman mulai pulang ke rumah, setelah Gubernur Pastika mengimbau warga dari daerah zona aman untuk kembali ke desanya masing-masing.

18. Pengungsi pulang atas kemauan sendiri. Mereka merasa lebih nyaman tinggal di rumah daripada di pengungsian.

“Mereka pulang ke kampung halamannya juga karena ada arahan dari Perbekel, karena dua dusun itu masuk dalam radius aman. Tapi kami memang masih cukup was-was, nanti kalau Gunung Agung tidak kondusif, tidak menutup kemungkinan warga kami akan kembali mengungsi,” jelas Kaur Kesra Desa Duda Timur, Gusti Lanang Rai, ketika ditemui di Posko Pengungsian Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Klungkung, Selasa (3/10/2017).

Sementara Kalak BPBD Klungkung I Putu Widiada mengungkapkan, hingga Selasa (3/10/2017) pihaknya masih melakukan pendataan terkait dengan jumlah pengungsi di Klungkung yang berada di luar radius bahaya.

Sudah banyak warga yang tinggal di wilayah aman, memilih pulang ke rumah.

Seperti di Posko Pengungsian Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis.

Pengungsi jauh berkurang.

Tenda-tenda yang dipasang pun mulai lengang.

Tenda yang biasanya berisi puluhan, kini tak sampai 15 orang.

Komang Resta (70) warga Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, mengatakan pengungsi di Posko Ulakan berkurang karena sebagian besar sudah pulang ke rumah masing-masing.

Pengungsi yang pulang kebanyakan dari daerah aman seperti Desa Jasri dan sebagian dari Subagan.

“Kalau yang daerahnya masuk zona rawan masih bertahan di posko. Ada juga berapa pengungsi yang pindah posko ke Bale Banjar dan Balai Desa. Katanya biar nyaman,” ungkap Resta ditemui di lokasi pengungsian.

Koordinator sekaligus Perbekel Ulakan, I Nengah Dipta menjelaskan, pengungsi pulang atas kemauan sendiri.

Mereka merasa lebih nyaman tinggal di rumah daripada di pengungsian.

“Tidak ada paksaan. Mereka balik mengunakan kendaraan sendiri. Jika ada pengungsi yang membutuhkan kendaraan untuk balik, kita siap memfasilitasi,” ungkap Dipta.

SMS Broadcast disebar, isi broadcast yang dikirim BNPB yakni link untuk cek posisi dari radius Gunung Agung.

Apakah yang bersangkutan berada di kawasan rawan bencana atau berada di kawasan aman.

“SMS Broadcast ini bisa menyisir HP warga hingga kejauhan 5 – 10 kilometer. Dipastikan HP warga tersambung ke jaringan internet. Petugas dari BNPB setiap hari keliling ke Posko pengungsian untuk sebarkan SMS broadcast,” kata Pranata Humas BNPB, Andri , kemarin.

Selain mengirim SMS broadcast link untuk cek posisi, petugas BNPB juga akan mengirim SMS broadcat sosialisasi untuk menghadapi letusan gunung agung.

Seperti melakukan tindakan saat letusan terjadi, setelah letusan terjadi, dan menginfokan perkembangan terkini gunung agung.










sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka