Erupsi Jika Kepulan Asap Pekat Bercampur Material, Yang Kemarin Bukan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , , » Erupsi Jika Kepulan Asap Pekat Bercampur Material, Yang Kemarin Bukan

Erupsi Jika Kepulan Asap Pekat Bercampur Material, Yang Kemarin Bukan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 08 Oktober 2017 | 10/08/2017 02:19:00 PM

Gunung Agung keluarkan asap setinggi 1.500 meter
Gunung Agung Mengeluarkan Asap Putih Setinggi 1.500 Meter, Begini Penjelasan Lengkap PVMBG

AMLAPURA - Sekitar pukul 20.30 Wita, Sabtu (7/10), Gunung Agung mengeluarkan asap putih yang tebal dan membumbung dengan ketinggian sekitar 1.500 meter.

Ketinggian asap itu mengejutkan. Sebab, sejak dinyatakan berstatus Awas (Level 4) pada 22 September 2017 lalu, belum pernah gunung tertinggi di Pulau Bali itu mengeluarkan asap yang membumbung setinggi itu.

Selama dalam status Awas, ketinggian asap yang keluar dari kawah Gunung Agung paling banter 500 meter.

Foto asap yang membumbung itu sempat diabadikan Tribun Bali dengan kamera DLSR pada ISO 3200 low speed, dan terlihat cuaca sekitar agak sedikit terang (seperti petang hari) karena sinar rembulan.

Tak lama kemudian, kabut tebal muncul sehingga menghalangi pandangan terhadap kepulan asap tebal itu.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Devy Kamil Syahbana menjelaskan bahwa kepulan asap tebal dari puncak Gunung Agung terjadi karena adanya pemanasan di tubuh gunung.

"Saat ini masih dominan uap air. Asap putih yang sekarang ini setinggi sekitar 1500 meter dari puncak Gunung Agung. Sebelumnya paling tinggi hanya 500 meter. Jadi ini paling tinggi asap yang terlihat," kata Devi kepada Tribun Bali di ruang monitor Pos Pantau Gunung Agung di Rendang, Karangasem, tadi malam.

Apakah ini tanda erupsi semakin dekat?

Devi Kamil hanya menyampaikan bahwa saat ini potensi erupsi lebih besar daripada tidak erupsi.

"Kami hanya bisa menyampaikan potensi erupsi itu probabilitasnya lebih besar daripada tidak erupsi. Kalau level kan tetap level tinggi. Jadi kalau ada peningkatan seperti ini ya wajar karena aktivitasnya sedang tinggi sekarang," jelas Devi.

Tak lama setelah keluarnya asap yang membumbung tinggi itu, puluhan warga mendatangi Pos Pantau dengan harapan mendapatkan kejelasan informasi.

Sementara itu, pada Sabtu (7/10) pagi terlihat asap (solfatara) berwarna abu-abu muncul dari kawah Gunung Agung. Ada yang kemudian mengira asap warna abu-abu itu sebagai pertanda bahwa gunung sudah menyemburkan debu vulkanik.

Namun, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Gede Suantika menegaskan bahwa asap yang terlihat berwarna abu-abu itu bukanlah debu vulkanik.

Suantika menjelaskan, asap yang keluar dari kawah Gunung Agung masih tetap berwarna putih. Namun, akibat pantulan cahaya pagi hari yang mendung di sekitar Gunung Agung, maka asap putih itu menjadi terlihat berwarna abu-abu.

"Saya tegaskan warna asap yang keluar dari Gunung Agung masih berwarna putih dan belum berwarna abu-abu," ujar Gede saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Sabtu (7/10).

Dia mengatakan Gunung Agung yang berada pada ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut itu masih belum mengeluarkan abu vulkanik.

"Kami akan terus melakukan pemantauan, dan sampai saat ini tidak ada perubahan warna asap," katanya.

Devy Kamil Syahbana menambahkan bahwa asap yang keluar dari kawah Gunung Agung masih dominan berwarna putih.

"Keluarnya asap pada Gunung Agung menunjukkan bahwa gas yang keluar dari kawah sudah banyak. Apabila gas ini keluar terus biasanya tekanannya sedikit menurun. Tapi bukan habis, karena gempa yang terjadi masih cukup tinggi," katanya.

Ia menjelaskan aktivitas kegempaan Gunung Agung belum mengalami penurunan. Tercatat pada Jumat (6/10) aktivitas kegempaan mencapai total sebanyak 1.023 kali, naik dari jumlah total kegempaan pada Kamis (5/10) yang sebanyak 922 kali.

Jumlah kegempaan memang masih fluktuatif, tetapi tetap di tingkat tinggi," kata Kepala PVMBG, Kasbani, kemarin.

Oleh karena itu, hingga saat ini status Gunung Agung masih Awas atau level IV, dan PVMBG tetap memperingatkan kepada masyatakat agar tidak mendaki gunung dan masuk ke zona rawan.

"Gunung Agung masih kritis. Saya mengharapkan masyarakat dan wisatawan tidak masuk ke dalam radius rawan bencana," ujarnya.

Pemicu Kawah Gunung Agung Keluarkan Kepulan Asap Putih Tinggi, PVMBG: Diakibatkan Hujan Deras

AMLAPURA - Hujan masih mengguyur Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Minggu siang (8/10/2017).

Tingginya curah hujan di sekitar Gunung Agung dalam beberapa hari terkahir, ternyata menjadi pemicu kepulan asap setinggi 1.500 meter yang tampak Sabtu (7/10) malam.

"Asap tersebut masih putih dan belum bercampur material. Kemungkinan kepulan asap setinggi 1500 meter dari puncak gunung itu diakibatkan oleh curah hujan yang masih tinggi di sekitar Gunung Agung selama 3 hari terakhir," Ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika kepada Tribun Bali.

Ia menjelaskan, asap yang membumbung tinggi dapat dipicu oleh dasar kawah yang sangat panas,lalu diguyur hujan deras.

Akumulasi air ke bawah kawah , lalu dilepas menjadi uap air yang tampak berupa asap berwarna putih

"Jadi 99 persen asap yang kemarin mengepul tinggi masih mengandung uap air. Jadi fenomena kemarin malam itu belum erupsi, tapi masih aktivitas sulfatara," Jelas Gede Suantika.

Gunung api dapat dikatakan erupsi jika kepulan asap berwarna pekat dan bercampur material dari perut bumi.

Hasil evaluasi aktivitas vulkanik gunung Agung per Minggu (8/10), menunjukan jika Gunung Agung masih dalam status awas.

Kondisi kegempaan pun tetap kritis. Angka gempa vulkanis dalam masih berada di angka 500-600 per hari, sementara gempa vulkanis dangkal berada di angka 300- 350 per hari, sedangkan gempa tektonik lokal masih diangka 60-70 per harinya.

"Dari kegempaan, belum ada tanda-tanda tremor. Masih gempa seperti sebelumnya. Berdasarkan informasi dari pendaki terakhir ,sudah terciun bau belerang di radius sekitar 700 meter dari bibir kawah gunung Agung," Jelas Gede Suantika.










sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka