Berada Dijalur “Cincin Api” Magma GA Bisa Saja Pindah Ke Ili Lewotolok - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , , » Berada Dijalur “Cincin Api” Magma GA Bisa Saja Pindah Ke Ili Lewotolok

Berada Dijalur “Cincin Api” Magma GA Bisa Saja Pindah Ke Ili Lewotolok

Written By Dre@ming Post on Rabu, 11 Oktober 2017 | 10/11/2017 08:20:00 PM

Kondisi kawah Gunung Ile Lewotolok, insert: dampak gempa akibat naiknya aktivitas Gunung Ile Lewotolok
Gunung Agung Belum Meletus, Namun Gunung Di Daerah Ini Mulai Bergejolak, Masyarakat Panik

Gunung Agung di Karangasem, Bali hingga saat ini belum meletus dan statusnya pun belum diturunkan dari level IV atau Awas.

Ratusan gempa vulkanik masih terjadi di sekitar gunung tertinggi di Bali ini.

Pengungsi pun masih bertahan di pos-pos pengungsian di beberapa daerah di Bali.

Namun ternyata tidak hanya Gunung Agung saja yang saat ini aktivitasnya meningkat setelah puluhan tahun.

Adalah gunung Gunung Ili Lewotolok juga mengalami peningkatan status dari normal menjadi waspada (level 2).

Seperti diketahui Gunung Agung sendiri berada di jalur cincin api.

Sehingga berbicara tentang Gunung Agung tidak bisa lepas dari Gunung di jalur cincin api lainnya.

Dipaparkan oleh Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Bali,I Ketut Ariantana, bahwasanya gunung yang berada di jalur “Cincin Api” pasti ada korelasi dengan gunung-gunung api lainnya karena struktur magmanya berhubungan.

Magma selalu aktif mencari celah.

Jika ada batuan yang lemah, celah-celahnya akan diisi oleh magma.

Ketika magma dari perut bumi tidak bisa menembus batuan dari Gunung Agung, bisa jadi magma tersebut bergerak ke celah atau rekahan yang lain.

Makanya, bisa saja jika magma di Gunung Agung nanti mulai stabil, itu berarti ada daerah-daerah lain mulai tidak stabil karena panas dari magma akan terus mendorong dan mencari celah ke atas karena sifat gas yang terkandung dalam magma.

Kini status Gunung Ili Lewolotok juga meningkat.

PVMBG menyatakan Gunung Ili Lewotolok statusnya Waspada sejak 7/10/2017 pukul 20:00 WITA.

Apakah ini berhubungan dengan Gunung Agung masih belum dapat dipastikan.

BNPB di laman Facebooknya menyebutkan pascagempa bumi yang beruntun dengan kekuatan 3,9 – 4,9 SR dengan pusat gempa di sekitar Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10/10/2017), aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok tetap status Waspada (level 2).

Ada lima kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat ada kedalaman 10 – 30 kilometer.

Hal ini pun telah menyebabkan masyarakat panik.

Gempa dirasakan kuat di Desa Lamabute, Desa Napasabok, Desa Lamawolo, dan Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata pada Selasa dini hari hingga sore hari (10/10/2017).

Sebanyak 723 jiwa pun mengungsi ke beberapa tempat di Kecamatan Ile Ape.

Data sementara terdapat 5 rumah rusak karena tertimpa batuan dari lereng gunung dan akibat guncangan gempa.

PVMBG pun kini merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Gunungapi Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian 1423 meter di atas permukaan laut.

Sejarah erupsi G. Ili Lewotolok pernah terjadi pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.

Aktivitas Gunung Ini Meninggi, Ahli Geologi: Bisa Saja Magma Gunung Agung Pindah ke Gunung Lain

Kini status Gunung Ile Lewolotok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur meningkat dari status normal ke waspada (level II).

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Ili Lewotolok statusnya waspada sejak (7/10/2017) pukul 20:00 WITA.

Apakah naiknya aktivitas Gunung Ile Lewolotok berhubungan dengan Gunung Agung (GA) ?

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Bali,I Ketut Ariantana menegaskan, gunung yang berada di jalur “Cincin Api” pasti ada korelasi dengan gunung-gunung api lainnya karena struktur magmanya memiliki hubungan.

Seperti diketahui, magma akan selalu aktif mencari celah.

Jika ada batuan yang lemah, celah-celahnya akan diisi oleh magma.

Ketika magma dari perut bumi tidak bisa menembus batuan dari Gunung Agung, bisa jadi magma tersebut bergerak ke celah atau rekahan yang lain.

Makanya, bisa saja jika magma di Gunung Agung nanti mulai stabil, itu berarti ada daerah-daerah lain mulai tidak stabil karena panas dari magma akan terus mendorong dan mencari celah ke atas karena sifat gas yang terkandung dalam magma.

Seperti diketahui, gempa tektonik berkekuatan 4,9 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, Rabu (11/10/2017) pukul 07.10 Wita.

Bahkan, sehari sebelumnya, Selasa (10/10/2017) terjadi beberapa kali gempa tektonik di Lembata.

BNPB merilis ada lima kali gempa dengan guncangan gempa yang dirasakan cukup kuat karena berpusat di darat ada kedalaman 10 – 30 kilometer.

Pada pukul 06.23 Wita terjadi gempa 4,9 SR, setelah gempa sebelumnya pada pukul 02.19 Wita dan pukul 02.27 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Drs. Hasanudin menjelaskan, pusat gempa bumi pagi ini berada di laut, 29 Km arah Barat Laut Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata dengan koordinat 8.23 Lintang Selatan (LS) dan 123.37 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 Km.

Menurut Hasanudin, berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (Shakemap) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada II skala intensitas gempa bumi BMKG (SIG-BMKG) atau III - IV skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di wilayah Lembata.

Kemudian, berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempa bumi dirasakan II SIG-BMKG (III-IV MMI) di wilayah Lembata.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi tektonik akibat sesar aktif (sumber pemicu gempa yang terletak di darat) di sekitar Lembata hingga memicu terjadinya gempa bumi," jelas Hasanudin.

Dia juga mengatakan setelah gempa berskala 4,9 SR, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

"Masyarakat tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG mengingat gempa bumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil, dan tidak berpotensi tsunami," imbuh Hasanudin.

Sebelumnya, Stasiun Geofisika Kupang menyatakan gempa tektonik sudah 6 kali menguncang wilayah Kabupaten Lembata.

Gempa yang terjadi selama 1 - 11 Oktober 2017, berkekuatan berbeda-beda.

Stasiun Geofisika Kupang merilis rincian 6 kali gempa tektonik di Lembata.

Gempa sebanyak 5 kali terjadi pada Senin (10/10/2017), dan pada Selasa (11/10/2017) terjadi sekali.

Gempa pertama terjadi Senin pukul 00.53 Wita dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR)

Pusat gempa berada di darat 20 km barat laut Lewoleba Lembata NTT dengan kedalaman mencapai 10 Km.

Gempa kedua dan ketiga terjadi Senin pukul 02.19 Wita berkekuatan 4,3 SR dan pukul 02.27 Wita dengan kekuatan 4,6 SR.

Pusat gempa kedua berada di darat 11 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.37 Lintang Selatan (LS) dan 123.46 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 Km.

Pusat gempa ketiga di laut 35 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.15 LS dan 123.47 BT pada kedalaman 11 Km.

Gempa keempat masih terjadi di hari yang sama (Selasa) dengan kekuatan yang lebih besar yaitu 4.9 SR.

Pusat gempa berada di darat 23 Km arah Barat Laut Kota Lembata dengan koordinat 8.26 LS dan 123.47 BT di darat pada kedalaman 10 km.

Berbeda dengan gempa sebelumnya, gempa keempat ini mengakibatkan 5 rumah rusak dan ribuan masyarakat mengungsi.

Gempa kelima terjadi Selasa pukul 17.07 Wita dengan kekuatan 3,9 SR.

Pusat gempa berada 30 Km barat laut Lewoleba di kedalaman 10 Km.

Gempa yang keenam terjadi Rabu (11/10/2017) pukul 07.10 Wita berkekuatan 4,9 SR.

Pusat gempa berada di laut 29 Km arah Barat Laut Kota Lewoleba, Lembata dengan koordinat 8.23 LS dan 123.37 BT di kedalaman 10 Km.






sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka