Warga Rasakan Gempa, Mas Sumatri: Jika Erupsi Pemerintahan Pindah Ke Ulakan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , , , » Warga Rasakan Gempa, Mas Sumatri: Jika Erupsi Pemerintahan Pindah Ke Ulakan

Warga Rasakan Gempa, Mas Sumatri: Jika Erupsi Pemerintahan Pindah Ke Ulakan

Written By Dre@ming Post on Senin, 18 September 2017 | 9/18/2017 09:12:00 AM

Seorang warga yang tinggal di kaki Gunung Agung, Made Artaya, Minggu (17/9/2017).  (atas) -
Warga di Kaki Gunung Agung Ngaku Sempat Rasakan Gempa

DENPASAR - Made Artaya terlihat bergotong royong bersama warga sekitar Desa Pitpit Dauh Margi, Karangasem, Minggu (17/9/2017).

Gotong royong tersebut dilakukan untuk membuka jalan setapak agar bisa dilalui sepeda motor.

Dia dan warga di kawasan tersebut memang selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan.

s Setiap musim panen pun warga sekitar ikut begotong royong untuk membantu.

Kali ini Artaya datang lebih awal untuk membuka jalan menuju rumah salah satu warga.

Tak ada biaya dari pemerintah, semua dilakukan bersama-sama warga sekitar.

Disinggung tentang aktivitas Gunung Agung yang berstatus waspada, Artaya mengaku tak terlalu khawatir.

Dia mengakui beberapa hari lalu di kawasan tempat tinggalnya terjadi gempa.

"Beberapa hari yang lalu terjadi gempa, tapi warga disini juga biasa," katanya.

Artaya berharap dan berdoa semoga kondisi Gunung Agung baik-baik saja.

"Semoga kejadian meletusnya Gunung Agung ditahun 1963 tidak terjadi lagi, karena banyak warga yang berada di kawasan kaki gunung yang kurang lebih berjarak 10 kilo meter,” harap Artaya.

Isu Kenaikkan Status Gunung Agung Resahkan Warga

Kondisi Gunung sampai saat ini statusnya masih di level II atau Waspada, tidak naik menjadi level III atau Siaga seperti isu yang beredar di masyarakat melalui group What’sApp.

Dalam kondisi rawan seperti ini banyak beredar pesan bahwa pagi tadi informasi status Gunung Agung sudah naik dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).

Pesan tersebut sudah tersebar dan banyak beredar di beberapa group WhatsApp.

Menurut informasi, pesan tersebut berisi status Gunung Agung dinaikkan menjadi Siaga (Tingat III) yang teramati secara visual dan atau secara instrumental serta berdasarkan analisis perubahan kegiatan tersebut cenderung diikuti letusan/erupsi.

Pesan atau informasi tersebut dibantah oleh Kepala Pos Pantau Karangasem Gunung Agung, Dewa Mertayasa.

"Belum ada peningkatan status, sampai saat ini masih di level II masih tetap Waspada," kata Dewa Mertayasa saat dikonfirmasi, Minggu (17/9/2017).

Menurut infomasi resmi dari Balai BMKG III Wilayah Denpasar pemantauan Gunung Agung berstatus level II (Waspada) dengan cuaca cerah dan hujan.

Angin bertiup lemah ke arah Barat, suhu udara 20.5-28 °C dan kelembaban udara 70-88% serta volume curah hujan 16.6 mm per hari.

Sedangkan hasil aktivitas terbaru yakni, Vulkanik Dangkal dengan jumlah 1, Amplitudo sekitar 6 mm, durasinya 480 detik.

Vulkanik Dalam berjumlah sebanyak 23, Amplitudo sekitar 3-7 mm, dan durasi 38 detik.

"Kalau dari sini kondisinya kegempaannnya meningkat, brennya naik tapi tapi statusnya masih Waspada," jelasnya.

Tidak hanya itu, sampai saat ini Gas berbahaya juga masih tetap keluar dari kawah Gunung Agung.

Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 Meter di atas kawah puncak.

BPBD Provinsi Bali mengimbau agar masyarakat tidak mendekati maupun melakukan aktivitas apapun di sekitar wilayah berbahaya dengan radius 2,5 Kilometer.

Karena Isu Gunung Agung Meletus, LPD ‘Dikuras’ Rp 1 Miliar

AMLAPURA - Inilah salah satu dampak isu seputar akan meletusnya Gunung Agung di Karangasem. Pemkab Karangasem Dipindahkan ke Manggis Kalau Terjadi Erupsi.

Gara-gara muncul berita hoax melalui Facebook (FB) bahwa status Gunung Agung naik ke level III (siaga), nasabah tarik uang besar-besaran mencapai Rp 1 miliar dari LPD Desa Pakraman Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

Penarikan uang oleh nasabah mencapai Rp 1 miliar di LPD Sogra ini terjadi Sabtu (16/9) pagi. Nasabah yang menarik uang besar-besaran dari LPD Desa Pakraman Sogra ini, ada berupa tabungan, ada pula yang mencairkan deposito sebelum jatuh tempo. Informasinya, penarikan uang ini dilakukan nasabah terutama yang berasal dari luar Desa Pakraman Sogra.

Sayangnya, Ketua LPD Desa Pakraman Sogra, I Wayan Putra, belum berhasil dikon-firmasi terkait penarikan uang besar-besaran di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang dipimpinnya ini. Ketika berkali-kali dihubungi melalui telepon, Minggu (17/9), terdengar ada nada sambung, namun yang bersangkutan tidak mengangkat ponselnya.

Sedangkan Kelian Adat Banjar Sogra, I Nyoman Muliarta, membenarkan sempat ada beberapa nasabah yang menarik uangnya di LPD, Sabtu pagi. Dia tahu hal ini, karena rumahnya kebetulan dalam posisi berhadap-hadapan dengan Kantor LPD Desa Pakraman Sogra.

"Peristiwa nasabah menarik uangnya di LPD berlangsung Sabtu pagi. Mereka umumnya nasabah LPD yang berasal dari luar Desa Pakraman Sogra. Saya perkirakan uang yang ditarik dari LPD jumlahnya mencapai Rp 1 miliar," ungkap Nyoman Muliarta saat dikonfirmasi terpisah, Minggu kemarin.

Menurut Muliarta, para nasabah tersebut pilih menarik uangnya dari LPD Desa Pakraman Sogra, gara-gara ada berita hoax (bohong) bersumber di Facebook. “Status Gunung Agung disebut level siaga, padahal saat ini masih berstatus waspada," tandas Muliarta.

Muliarta menyebutkan, saat terjadi penarikan uang di LPD Desa Pakraman Sogra oleh nasabah, Sabtu pagu, Kapolsek Selat AKP I Made Sudartawan bahkan ikut terjun ke lokasi untuk memantau transaksi tersebut. Semua nasabah LPD terlayani. Fenomena penarikan uang nasabah ini hanya terjadi terjadi di LPD Desa Pakraman Sogra, yang lokasinya masuk zona merah (bahaya bencana gunung meletus).

Sementara, Kepala Desa (Perbekel) Sebudi, Kecamatan Selat, Jro Mangku Tinggal, yang mewilayahi Desa Pakraman Sogra, juga membenarkan ada penarikan uang nasabah besar-besaran di LPD Desa Pakraman Sogra. "Nasabah memang sempat resah, sehingga mereka pilih cepat-cepat menarik tabungannya di LPD," papar Jro Mangku Tinggal, Minggu kemarin.

Sedangkan Dandim Karangasem, Letkol Infantri Fierman Sjafrial Agustus, mengingatkan agar warga tidak panik. "Buat apa panik? Lagipula, LPD juga tidak menyimpan uang nasabah. Uang mereka dititipkan di bank, dijamin tidak akan hilang," jelas Letkol Fierman. Jika nasabah ramai-ramai tarik uangnya, kata Letkol Fierman, LPD bisa bangkrut, padahal Gunung Agung belum tentu meletus.

Sementara itu, Pemkab Karangasem bukan hanya sudah memetakan zona rawan bencana dan siapkan lokasi pengungsian korban Gunung Agung meletus. Pemkab Karangasem juga bersiap hadapi kemungkinan terburuk, dengan memindahkan ‘sementara’ pusat pemerintahan keluar dari Kota Amlapura, jika Gunung Agung benar-benar meletus.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mengatakan jika kondisi memaksa di mana Gunung Agung benar-benar meletus, maka pusat pemerintahan kabupaten akan dipindahkan ke Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, yang berjarak sekitar--- arah barat dari Kota Amlapura. "Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, kan pernah Pemkab Karangasem dipindahkan sementara ke Desa Ulakan," jelas Mas Sumatri menjawab di Amlapura, Minggu kemarin.

Menurut Mas Sumatri, Desa Ulakan dipilih sebagai pusat pemerintrahan sementara Pemkab Karangasem, karena aksesnya lancar menuju Klungkung dan Denpasar. Lagipula, ada lahan luas di sana. "Itu kan baru antisipasi saja," ujar Bupati Wanita Pertama di Karangasem yang juga mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Karangasem 2009-2014 ini.







sumber : NusaBali, tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka