Kereta Gantung di Kintamani? Investor Asal Hungaria Mulai Uji Kelayakan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , , » Kereta Gantung di Kintamani? Investor Asal Hungaria Mulai Uji Kelayakan

Kereta Gantung di Kintamani? Investor Asal Hungaria Mulai Uji Kelayakan

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 09 September 2017 | 9/09/2017 01:49:00 PM

Rencana kereta gantung di Gunung Batur
BANGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tampaknya serius dengan wacana pembangunan kereta gantung di Kintamani, Bangli, Bali.

Buktinya, saat ini calon penanam modal alias investor telah melakukan uji kelayakan untuk mencari lokasi yang cocok untuk pembangunan kereta gantung yang meliputi area Geopark termasuk di Danau Batur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Made Alit Parwata, Jumat (8/9/2017), menyatakan calon investor yang berasal dari Budapest, Hungaria, melalui PT Bali FT sedang melakukan uji kelayakan sebelum nantinya mengajukan permohonan izin.

"Artinya saat ini mereka masih menginventarisir lokasi mana yang cocok untuk pembangunan kereta gantung. Uji kelayakan hingga akhir tahun 2017 ini. Nantinya jika sudah menemukan lokasi yang cocok, baru mereka mengajukan izin, apakah dimungkinkan untuk memakai lokasi yang telah dipilih," jelasnya.

Sejatinya rencana pembangunan kereta gantung ini sudah sejak lama berhembus, namun masih sekadar wacana.

Hingga akhirnya Pemkab Bangli melalui tim ahli percepatan pembanguanan pariwisata menindaklanjutinya dengan mencari investor.

"Hingga kini setidaknya sudah terdapat dua investor. Dari Hungaria untuk kereta gantungnya, dan dari Korea Selatan untuk pengolahan produksi jeruk Kintamani," ucap Alit Parwata.

Untuk lokasi yang kira-kira cocok, Pemkab Bangli sudah punya sedikit gambaran.

Menurut Ali Parwata, lokasi pembangunan kereta gantung yang cocok yakni dengan mengambil start di dekat Restoran Madu Sari, melewati Bukit Payang, black lava (kawah hitam), sampai di lokasi pendakian di Gunung Batur.

Hanya saja, imbuhnya, semua kembali diserahkan sesuai dengan hasil uji kelayakan investor.

"Ini hanya perkiraan menurut kami, untuk pastinya, kami serahkan kepada mereka sesuai dengan uji kelayakan," ujarnya.

Adapun terkait hasil dari uji kelayakan ini, Alit Parwata menambahkan, nantinya juga akan dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Pastinya tetap dikoordinasikan dengan BKSDA agar pembangunan kereta gantung nantinya tidak mengganggu lokasi konservasi," tandasnya.

Sebelumnya, Kabag Hukum Kabupaten Bangli, Ida Bagus Made Widnyana, mengungkapkan pembangunan kereta gantung di kawasan Geopark akan meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Di sisi lain, Bangli juga akan lebih maju, serta setara dengan daerah-daerah lain di Bali.

Namun, Widnyana juga mengungkapkan terdapat beberapa kendala terkait rencana investasi tersebut.

Diungkapkannya, kawasan Geopark Batur bukan semata-mata milik Pemkab Bangli.

Sebagian juga milik Kementerian Lingkungkan Hidup (KLH).

"Di samping itu, kami juga perlu menyerap aspirasi dari masyarakat. Karena, di sana juga terdapat kawasan suci, yaitu pura," ujarnya.

Jeruk Kintamani

Sementara itu, mengenai investor dari Korea Selatan, semula mereka ingin berinvestasi di bidang infrastruktur pengairan.

Perusahaan mereka memang bergerak di bidang pipanisasi untuk perairan.

Namun, Pemkab Bangli memberikan tawaran untuk pengolahan produksi jeruk Kintamani yang terkenal melimpah, namun sulit dalam pemasarannya.

"Kami menawarkan kepada investor tersebut agar mau membangun pabrik pengolahan jeruk di Bangli agar nantinya produksi jeruk tersebut bisa diolah menjadi berbagai produk, sehingga harga jual jeruk meningkat," ujar Alit Parwata.

Saat ini Alit Parwata telah membuat sebuah video company profile yang akan menayangkan investasi penanaman modal di Bangli, dan akan diposting ke situs web Pemkab Bangli dengan maksud menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di Bumi Sejuk.

Pria asal Dusun Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, ini mengatakan anggaran untuk pembuatan video company profile itu mencapai Rp 50 juta yang berasal dari APBD, dan saat ini sudah masuk dalam proses pengerjaan.

"Akan selesai pada dua bulan ke depan," ucapnya.








sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka