Jangan Terikat Soroh!, Ajaran Hindu: Seluruh Dunia Satu Keluarga Tunggal - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Jangan Terikat Soroh!, Ajaran Hindu: Seluruh Dunia Satu Keluarga Tunggal

Jangan Terikat Soroh!, Ajaran Hindu: Seluruh Dunia Satu Keluarga Tunggal

Written By Dre@ming Post on Senin, 24 Juli 2017 | 7/24/2017 01:54:00 PM

Agama Hindu memiliki ajaran, ‘’Vasudhaiva Kutumbakam’’, yang artinya seluruh dunia ini adalah satu keluarga tunggal.(Gbr Ist)
DENPASAR - Seiring berjalannya waktu, cara keberagamaan masyarakat Hindu di Bali semakin matang.

Khususnya dalam ritual manusa yadnya dan pitra yadnya.

Hal ini ditandai dengan mulai banyaknya umat yang melangsungkan ritual tersebut secara kolektif atau bersama-sama.

Cara ini sangat meringankan masyarakat secara ekonomi.

Sebelum dikenalnya ritual kolektif, baik yang digelar oleh desa pakraman ataupun sebuah event organizer (EO), umat melakukan ritual tersebut sendirian sehingga membutuhkan banyak biaya.

Sesungguhnya, biaya besar itu bukan untuk sarana upakaranya.

Tetapi biaya konsumsi untuk krama yang membantu membuatkan kita sarana upakara.

Namun, dengan dilakukan secara beramai-ramai, seperti metatah atau ngaben, biaya tersebut bisa ditekan dengan cara iuran bersama krama yang diajak menggelar ritual itu.

Secara umum hal tersebut sudah dirasakan manfaat positifnya.

Namun di satu sisi, hal yang dapat mengancam sistem kolektif ini adalah adanya sekelompok orang yang membawa sistem soroh.

Mereka menganggap sistem kolektif ini dilakukan bersama sesama soroh. Tentu hal ini merupakan sebuah kemunduran.

Sebab mendiskreditkan soroh lainnya.

Dan, hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama.

Agama Hindu memiliki ajaran, ‘’Vasudhaiva Kutumbakam’’, yang artinya seluruh dunia ini adalah satu keluarga tunggal.

Bagi umat Hindu yang memiliki akal sehat dan hati nurani, pastilah memahami ajaran ini.

Menurut saya (Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda), hal ini perlu digalakkan sehingga tidak ada eklusivisme soroh. Merasa dirinya lebih.

Saya tekankan, dalam wilayah agama tidak ada eklusivisme.

Semuanya sama, semua bersaudara.

Dan, di wilayah agamalah manusia itu dihargai harkat dan martabatnya.

Dalam hal ini, pandita tidak menyatakan bahwa soroh tersebut tidak penting.

Namun baiknya kita lebih bijak menyikapinya, dan tahu batas-batasnya.

Seperti halnya kita bersembahyang ke Pura Besakih.

Kita datang dari berbagai soroh, dan mengawali persembayangan di pedarman masing-masing.

Tapi begitu menaiki tingkat persembahyangan yang lebih tinggi, dalam hal ini di Padma Tiga, kita sudah menanggalkan soroh itu dan berbaur dengan soroh lainnya.

Maka dari itu, marilah kita beragama yang bijak.

Dalam artian, kalau sudah berada di ruang umum, lepaskan segala ego dalam diri.

Dan sekali lagi, kita harus menerapkan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam.

Kalau hal ini sudah kita pahami secara penuh, dijamin dunia ini akan damai.







sumber : tribun (Darmawacana Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda)
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka