Pemotong Kelamin Tawarkan Pernikahkan, Keluarga Belum Jawab - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Pemotong Kelamin Tawarkan Pernikahkan, Keluarga Belum Jawab

Pemotong Kelamin Tawarkan Pernikahkan, Keluarga Belum Jawab

Written By Dre@ming Post on Minggu, 26 Mei 2013 | 5/26/2013 02:01:00 PM

Minggu, 26 Mei 2013 | 13:39

NN memotong kelamin AM karena kesal dua kali disetubuhi oleh korban. Perempuan single itu sempat menjadi tahanan Polsek Pamulang sebelum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita di Tangerang, Banten. (Gbr Ist)
DEPOK - Keluarga NN (22), pelaku pemotong alat kelamin AM di Pamulang, Jumat (24/5/2013) lalu sempat mendatangi kediaman korban di kawasan Bojongsari, Depok.

Menurut kuasa hukum korban Zainal Abidin, keluarga pelaku bermaksud untuk menawarkan bantuan biaya pengobatan korban serta membicarakan kemungkinan dilakukannya pernikahan antara pelaku dan korban.


"Iya benar, Jumat ada pertemuan antara keluarga pelaku dan keluarga korban di rumah korban," Ujar Zainal saat dihubungi wartawan, Minggu (26/5/2013).

Mengenai permintaan keluarga pelaku yang berniat menikahkan korban dengan pelaku, Zainal mengungkapkan belum bisa membeberkan perkembangan rencana tersebut. Pada saat pertemuan, pihak keluarga korban merasa keberatan dengan rencana tersebut dan ingin proses hukum tetap berjalan.

"Sementara ini saya tak bisa jawab permintaan keluarga pelaku, saya serahkan ke keluarga korban. Tapi mereka nampaknya ingin proses hukum terus berjalan," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut pihak keluarga pelaku yang datang diantaranya orangtua pelaku, ditemani kerabat lain serta Lurah Kosambi.

Diberitakan sebelumnya, NN memotong kelamin AM karena kesal dua kali disetubuhi oleh korban. Perempuan single itu sempat menjadi tahanan Polsek Pamulang sebelum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita di Tangerang, Banten.

"NN dikenakan Pasal 351 Ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Pelaku menyesal," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (21/5/2013).

Menurut Rikwanto, pelaku dan korban bukan sepasang kekasih. Keduanya kenal empat bulan lalu melalui komunikasi telepon.

Pada Senin (13/5/2013) sore, keduanya untuk pertama kali bertemu muka, yang berujung pada kasus pemotongan kelamin AM pada Selasa (14/5/2013) dini hari.

"Baru pertama kali bertemu itu, korban dibawa ke wilayah Bogor yang tidak diketahui pelaku. Lalu di dua lokasi korban memaksa melakukan hubungan badan. Pelaku mengaku menolak. Tetapi karena ketakutan ditinggal, akhirnya pelaku bersedia. Namun, dalam hatinya sangat kesal dan marah," tutur Rikwanto.

Mengenai senjata tajam yang digunakan pelaku, menurut Rikwanto, benda itu didapat oleh pelaku saat keduanya makan nasi goreng di daerah Lamtoro, Pamulang.



sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka