Hujan Meteor di Rusia Sebagai Pesan dari Tuhan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Hujan Meteor di Rusia Sebagai Pesan dari Tuhan

Hujan Meteor di Rusia Sebagai Pesan dari Tuhan

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 16 Februari 2013 | 2/16/2013 07:16:00 AM

Sabtu, 16/02/2013 06:39

Lapan: Hujan Meteor di Rusia Tidak Berdampak ke Indonesia

"Saya berpikir bahwa tidak hanya untuk penduduk Ural, tetapi untuk seluruh umat manusia. Meteorit itu adalah pengingat bahwa kita hidup di dunia yang rapuh dan tak terduga," kata pendeta.
Jakarta - - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan hujan meteor yang menimpa Rusia Jumat (15/2) pagi tidak berdampak ke Indonesia. Asteroid raksasa 2012 DA14 melintas dekat dengan Bumi juga
tidak mengancam Indonesia.

"Tidak ada kemungkinan melintasi Indonesia, tidak ada sama sekali implikasi ke Indonesia," kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Lapan, Thomas Djamaludin, pada detikcom, Jumat (15/2/2013).

Menurut Thomas, jalur lintasan meteor di Rusia berasal dari timur ke arah barat, sehingga jauh dari Indonesia. Sementara untuk asteroid 2012 DA14 memiliki jalur dari selatan ke utara, melintas di atas Indonesia.

"2012 DA14 dari selatan ke utara. Sedangkan yang di Rusia itu berdasarkan dari videonya, dari arah timur ke arah barat. Ukurannya pun yang jatuh di Rusia lebih kecil dari 2012 DA14," ujar Thomas.

Lebih jauh, Thomas menambahkan, meteor berukuran kecil masih mampu memberikan dampak destruktif yang cukup besar seperti di Rusia. Hal ini dikarenakan kecepatan meteor memasuki Bumi dan gaya gravitasi Bumi menghasilkan tekanan yang menimbulkan ledakan dengan sebutan sonicboom.

"Yang di Rusia itu dampak gelombang kejutnya, tapi tidak ada efek radiasi atau sejenisnya. Asteroid juga pada umumnya terdiri dari batuan, materialnya mirip dengan batuan di Bumi," ujar Thomas.

Seperti yang diketahui, hujan meteor terjadi di sejumlah wilayah di Rusia pada Jumat (15/2) pagi. Tumbukan meteor ini dengan permukaan bumi menimbulkan dentuman yang memecahkan kaca-kaca bangunan dan kendaraan. Hampir seribu warga dilaporkan terluka akibat pecahan tersebut.

Asteroid Raksasa 2012 DA14 Lintasi Indonesia

Kanada - - Asteroid besar seukuran kolam renang olimpiade melewati bumi dengan jarak terdekat pada 27.700 Km. Jarak terdekat ini tercatat pada pukul 19.25 GMT, atau sekitar pukul 02.25 WIB.

Seperti yang dikutip dari bbc.co.uk, Sabtu (16/2/2013), asteroid berdiameter 45 meter ini melintasi wilayah selatan Bumi seperti Australia dan Indonesia. Asteroid ini tidak memberikan dampak apa pun kepada Bumi, selain kesempatan mempelajari bentuk asteroid yang ditemukan pada Februari 2012 ini.

"Kedatangan asteroid didahului oleh peristiwa meteor merusak di Rusia pada hari Jumat (15/2/2013). Tetapi indikasi dari jalur meteor menunjukkan bahwa dua peristiwa tersebut sama sekali tidak berhubungan, hanya kebetulan kosmik," kata peneliti dari Queens University Kanada, Alan Fitzsimmons.

2012 DA14 pertama kali terlihat pada bulan Februari 2012 oleh astronom di Survey Sagra La Sky di Spanyol. Alan menambahkan posisi terdekat asteroid ini memberikan kesempatan sejumlah astronom dunia untuk mempelajari pola asteroid.

"Ketika asteroid datang dan pada titik dekat, sangat penting untuk mencoba belajar tentang mereka. Asteroid menjadi begitu cerah, sehingga sangat mudah untuk belajar," kata Alan.

Observasi tersebut memungkinkan para peneliti mendapatkan pola kemungkinan asteroid memasuki Bumi. "Kami mendapatkan wawasan tambahan ke dalam benda-benda kecil, yang merupakan penabrak, kemungkinan besar di bumi," ujar Alan.

Agamawan Anggap Hujan Meteor di Rusia Sebagai Pesan dari Tuhan

Jakarta - - Rusia dikejutkan dengan hujan meteor yang menimpa sejumlah tempat di wilayahnya, seperti di Ural dan Chelyabinsk. Agamawan setempat pun berkomentar dan menganggap hujan meteor di Rusia sebagai pesan dari Tuhan.

"Pesan Tuhan kepada umat manusia," ujar pendeta senior setempat, seperti yang dikutip dari kantor berita RIA Novosti (en.ria.ru), Jumat (15/2/2013).

Pendeta tersebut berpikir pesan ini tidak untuk warga Rusia, tapi untuk seluruh penduduk dunia. Sang pendeta ini pun meminta seluruh penduduk Bumi untuk berdoa dan bersyukur agar dunia terselamatkan dari bencana.

"Saya berpikir bahwa tidak hanya untuk penduduk Ural, tetapi untuk seluruh umat manusia. Meteorit itu adalah pengingat bahwa kita hidup di dunia yang rapuh dan tak terduga," kata pendeta.

Hal yang sama juga disampaikan organisasi setempat seperti Metropolitan Chelyabinsk dan Zlatoust Feofan melalui rilis yang diterima kantor berita setempat.

"Dari Kitab Suci kita tahu bahwa Tuhan sering mengirim tanda-tanda dan peringatan melalui kekuatan alam," kata Metropolitan Chelyabinsk dan Zlatoust Feofan dalam sebuah pernyataan yang dirilis.

Sementara saat ini dilaporkan para penduduk Rusia berupaya menutup jendela-jendela yang pecah agar terhindar dari suhu dingin di negara tersebut. Diketahui suhu di lokasi terjatuhnya meteor mencapai 17 derajat celcius pada malam hari.

Dre@ming Post______
sumber : detik
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka