Korban Pemerkosaan di Bus Umum Meninggal - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Korban Pemerkosaan di Bus Umum Meninggal

Korban Pemerkosaan di Bus Umum Meninggal

Written By Dre@ming Post on Minggu, 30 Desember 2012 | 12/30/2012 01:08:00 AM

Minggu, 30 Desember 2012 01:39

"Dia telah menderita dari sejumlah kegagalan organ, menyusul cedera serius di tubuh dan kepalanya. Dia bertahan untuk hidup cukup lama melawan penderitaan tetapi trauma yang dialaminya sangat parah."
DELHI - Seorang perempuan korban pemerkosaan dalam bus di Ibu Kota India, Delhi, meninggal di rumah sakit di Singapura.

Mahasiswi yang berusia 23 tahun ini dirawat di Singapura sejak Kamis (27/12) lalu, setelah menjalani
operasi di rumah sakit Delhi.

Pemerkosaan yang terjadi pada awal bulan ini memicu protes publik yang berujung pada kekerasan di India, yang menewaskan seorang polisi.

Sebuah pernyataan dari rumah sakit mengatakan perempuan itu "meninggal dengan damai" pada Sabtu pagi ketika didampingi oleh keluarganya.

"Pasian berada dalam kondisi kritis yang ekstrem sejak tiba di Rumah Sakit Mount Elizabeth," kata kepala eksekutif rumah sakit itu, Kelvin Loh.

"Dia telah menderita dari sejumlah kegagalan organ, menyusul cedera serius di tubuh dan kepalanya. Dia bertahan untuk hidup cukup lama melawan penderitaan tetapi trauma yang dialaminya sangat parah."

"Kami mendapat kehormatan dipercaya untuk merawat dia dalam perjuangan akhirnya," kata Loh.

Sebuah tim yang terdiri dari delapan spesialis telah mencoba membuat kondisi pasien stabil, tetapi kondisinya terus memburuk setelah dua hari tiba di Mount Elizabeth, tambah dia.

Pejabat dari Komisi Tinggi India juga hadir ketika pasien meninggal. Menteri Dalam Negeri India mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengirimkan korban ke luar negeri atas rekomendasi dokter yang merawatnya di India.

Rencana untuk membawa jenazahnya ke India telah dilakukan, seperti disampaikan oleh komisioner tinggi India TCA Raghavan.

"Syarat formal yang berkaitan dengan pengiriman jenazahnya ke India telah dipenuhi. Anggota keluarga akan diterbangkan kembali ke India dengan pesawat carter," kata Raghavan.

Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan dia sangat sedih dan berjanji untuk menyalurkan emosi dan energi ke dalam aksi yang nyata.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Delhi, PM Singh mengatakan: "Akan menjadi sebuah penghormatan bagi dia, jika kita dapat menyalurkan emosi dan energi ke dalam aksi yang konstruktif.

"Pemerintah tengah menguji.... aturan hukum yang ada untuk kejahatan secaman ini dan kebijakan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan bagi perempuan. Saya berharap bahwa seluruh kelas politik dan masyarakat sipil membantu kita untuk mencapai apa yang kita inginkan membuat India tempat yang lebih baik dan lebih aman bagi perempuan. "

Enam orang pria telah ditahan dan dua polisi dibebastugaskan sementara setelah terjadi aksi kekerasan dan bentrokan antara massa dan polisi pada 16 Desember.

Kasus pemerkosaan yang keji itu memicu protes dan kemarahan publik di Delhi.

Pemerintah telah berupaya untuk menghentikan kemarahan publik dengan mengumumkan serangkaian kebijakan untuk membuat Delhi lebih aman bagi perempuan.

Kebijakan ini termasuk patroli polisi di malam hari, mengecek sopir bus dan asisten mereka, serta melarang jendela bus ditutup tirai atau dicat.

Pemerintah juga mengatakan akan mempublikasikan foto, nama, dan alamat para tersangka pemerkosa dalam situs resmi untuk mempermalukan mereka.

Dua komite juga telah dibentuk - satu untuk mempercepat proses pengadilan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, dan satu komite lain untuk mengetahui apa yang terlewatkan sehingga peristiwa pemerkosaan itu terjadi di Delhi.

Tetapi massa mengatakan janji pemerintah untuk menghukum penjara seumur hidup terhadap para pelaku pemerkosaan tidak cukup, dan mereka menuntut hukumnan mati.

Dalam peristiwa itu, korban dan temannya naik bus di daerah Munirka setelah menonton film, mereka berencana menuju Dwarka di Delhi.

Polisi mengatakan mahasiswa itu diperkosa hampir selama satu jam dan keduanya dipukul dengan besi. Setelah diperkosa, dia dilempar ke jalanan di Delhi dari bus yang masih berjalan.

Peristiwa di Delhi itu memperlihatkan bahwa polisi gagal untuk merespon sejumlah kasus permerkosaan sebelumnya.

Rabu lalu, seorang perempuan bunuh diri di Negara Bagian Punjab, setelah mencoba melaporkan kasus pemerkosaan yang diduga terjadi pada bulan lalu.

sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka