Membaca Sel Kelompok Teroris Solo - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Membaca Sel Kelompok Teroris Solo

Membaca Sel Kelompok Teroris Solo

Written By Dre@ming Post on Minggu, 02 September 2012 | 9/02/2012 08:18:00 AM

Minggu, 02/09/2012 08:09

Lokasi baku tembak di Solo
Jakarta - Datasemen Khusus (88) Antiteror Polri berhasil mengungkap tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah. Satu dari dua terduga tersebut diyakini sebagai Farhan.

Remaja 19 tahun ini adalah anak tiri Abu Omar, teroris yang pernah bergabung di Filipina Selatan dan dikenal sebagai pemasok senjata dari
Filipina.

Satu demi satu Polri mengungkap sel-sel jaringan kelompok garis keras tersebut. Meski semuanya mengenakan 'baju' yang berlainan, namun semuanya memiliki hubungan antara sel satu dengan lainnya.

Selama rentang tahun 2012, serangkaian penangkapan dilakukan terhadap kelompok teror ini, mulai dari penangkapan lima terduga teroris di Gambir, 11 orang di Palembang, Medan, dan Poso.

"Soal nama organisasi enggak terlalu penting, kalau ditanya mereka tidak akan mengaku dari mana. Tapi faktanya mereka saling terhubung dari sel-sel ini," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (1/9/2012) malam.

"Jaringan Solo ini tidak berdiri sendiri, mereka besar," ujarnya.

Meski terlahir atau berada di dalam bendera yang berbeda dimana mereka bernaung, tegas Ansyaad, mereka memiliki satu tujuan, yaitu melakukan teror kepada masyarakat.

Beragam cara mereka lakukan untuk mengisi amunisi 'perjuangan' versi kelompok teror, termasuk mencari pendanaan kelompok dengan menyusup ke situs trading forex untuk mencuri aset yang ada di situs tersebut.

Hasilnya digunakan untuk pembelian senjata yang didatangkan dari Filipina Selatan, daerah yang dikenal dengan kelompok garis kerasnya dalam perjuangan negara Islam.

Melalui peran seorang Abu Omar, kelompok ini dipasok senjata. Omar sendiri ditangkap Densus 88 Juli 2011 di Jakarta. Ansyaad juga menyebut kelompok Cibiru merupakan kaki tangan Abu Omar. Kelompok ini telah menyiapkan bom mobil dalam rencana aksinya.

Selain itu, seorang warga negara Perancis, Frederick Jean Salvi, juga pernah tergabung dalam kelompok Cibiru. Salvi diduga menjadi dalang pemboman KBRI Paris, 2004 dan 2011 lalu. Hingga saat ini polisi Perancis terus mengejar Salvi yang memiliki sel kelompok radikal di Paris.

Selain membeli senjata dari uang yang didapatkan melalui kejahatan IT, kelompok ini melakukan pelatihan di Poso. Logistik pelatihan paramiliter ini juga didanai dari hasil kejahatan serupa.

"Sudah 50-an lebih orang-orang yang dilatih di Poso, termasuk juga pelatihan merakit bom," beber Ansyaad.

Dalam penyergapan Jumat (31/8), 2 tersangka yang melawan dengan melepaskan tembakan di Jalan Veteran, berhasil dilumpuhkan hingga tewas. Sedangkan seorang lainnya yang ditangkap di lokasi lain yang di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, ditangkap dalam kondisi hidup.

Saat ini kedua jasad terduga teroris berinisial M dan F berada di RS Sukanto Bhayangkara Polri, Kramat Jati. Jasad keduanya tiba kemarin sore untuk menjalani autopsi.


sumber : detik
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka