Diguncang Teror, Tangan Kanan Milik Korban Bom Depok Remuk - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Diguncang Teror, Tangan Kanan Milik Korban Bom Depok Remuk

Diguncang Teror, Tangan Kanan Milik Korban Bom Depok Remuk

Written By Dre@ming Post on Minggu, 09 September 2012 | 9/09/2012 05:37:00 PM

Minggu, 09 September 2012 17:59

Teror Bom Ancam Pemilu Kada DKI Jakarta

v/g : yan andie
JAKARTA - Pemilu Kepala DKI Jakarta 2012 putaran kedua semakin panas. Indonesia Police Watch menilai ada beberapa potensi ancaman keamanan di Ibu Kota yang meneror
putaran kedua Pemilu Kada itu.

Salah satu dari potensi keamanan yang tampak adalah adanya penemuan bom rakitan di Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Temuan bom milik Muhamad Thorik itu berpotensi mengganggu keamanan menjelang Pemilu Kada Putaran ke dua.

"Penemuan bom rakitan di Tambora perlu diantisipasi, apakah ada kaitannya untuk memancing kekacauan pemilihan gubernur Jakarta atau tidak. Belum tertangkapnya Thorik si pemilik bom rakitan sendiri akan membuat ancaman tersendiri bagi situasi kamtibmas Jakarta saat Pemilu Kada maupun setelahnya," ungkap Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Minggu (9/9).

Meledaknya benda yang diduga bom dan menghancurkan Yayasan Pondok Widara di Beji, Depok juga menurut Neta karena pihak kepolisian dan intelejen telah dikecohkan teroris. Tertangkapnya Firman di Depok sebelumnya belum mengakhiri teror.

"Ternyata kelompok teroris masih bercokol di depok. Lagi-lagi polisi dan intelijen kecolongan. Kasus teror bom di Depok ini sepertinya lebih berbahaya ketimbang penyergapan-penyegapan sebelumnya. Sebab ada beberapa orang yg berhasil melarikan diri dgn sebuah mobil. Bukan mustahil, orang-orang yang lolos ini akan kembali berulah dan lebih berbahaya dan akan mereka lalukan untuk mengacaukan Jakarta, terutama saat adanya Pemilu Kada," papar Neta.

Menurutnya, masih terlalu dini untuk bisa menyimpulkan kasus bom depok, apakah ada kaitan dengan aksi teroris di Solo. Namun jika melihat dinamikanya, kelompok ini lebih berbahaya dari kelompok Farhan yang disergap di solo.

Neta mengingatkan, dari beberapa kasus teror dan penemuan bahan peledak belakangan ini, polisi harus mengantisipasi momen-momen bersejarah aksi teror yang bakal terjadi dalam waktu dekat.

"Pertama tanggal 11 September ini sebagai peringatan penyerangan ke WTC dan kedua tanggal 12 Oktober 2012 yang merupakan peringatan satu dasawarsa Bom Bali 1. Karena aksi teror kerap menggunakan tanggal-tanggal simbolik. Apakah teror bom ini akan diarahkan untuk Pemilu Kada Jakarta atau bukan, semua ini tugas intelijen dan polri untuk mengusutnya," terang Neta.

Selain aksi terorisme di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ancaman lain adalah tawuran preman atau tawuran warga yang juga kian marak. Adanya tawuran ini menurutb Neta berdampak pada konflik antar pendukung masing-masing Cagub.

"Selain itu, banyaknya pendatang pasca lebaran yang belum mendapatkan pekerjaan di Ibukota berpotensi dimanfatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat masalah," ujarnya.

Memanasnya situasi menjelang Pemilu Kada DKI Jakarta putaran kedua ini, lanjut Neta, juga disebabkan karena sikap tidak siap kalah dari kedua calon gubernur. Hal ini terlihat dari makin tajamnya manuver kedua cagub untuk saling memojokkan.

"Situasi ini bisa semakin parah dengan meluasnya sikap radikal pendukung kedua cagub," imbuhnya.

Ia menambahkan, Kapolda Metro Jaya harus segera memanggil kedua Cagub untuk meminta komitmen dan jaminan untuk menciptakan Pemilu Kada yang damai dan menyatakan sikap keduanya untuk siap kalah, serta untuk mengendalikan pendukung masing-masing.

"Jika Jakarta aman Pemilu Kada di daerah lain pun relatif aman. Sebaliknya, Jakarta rusuh, bukan mustahil kerusuhan merembet ke daerah lain," tandas Neta.

Tangan Kanan Milik Korban Bom Depok Remuk

JAKARTA - Pemerintah telah mendapat laporan tentang jumlah korban ledakan bom di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jl Kecipir 63, Kelurahan Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9) malam. Salah satu korban tangan kanannya remuk dan tubuhnya mengalami luka bakar yang sangat serius.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan itu saat memberi keterangan pers di Jakarta, Minggu (9/9). Menurutnya, terdapat tiga korban akibat ledakan tersebut.

Namun, Djoko mengaku belum bisa membeberkan identitas korban. Ia hanya mengatakan ada tiga korban jatuh akibat ledakan itu. "Sementara ini ada 3 korban, luka berat dan luka ringan," kata Djoko.

Yang luka berat, lanjutnya, belum diketahui identitasnya. Dia mengalami luka bakar 70% dengan kondisi tangan kanan remuk dan sedang dirawat di RS Polri Kramat Jati. Sedangkan identitas dua orang luka ringan, yakni Mulyadi Tofik Hidayat dan Febri Bagus Kuncoro.

Peristiwa ledakan bom terjadi tepat pukul 21.30 wib di Jl Kecipir 63, Kelurahan Beji, Depok, Jawa Barat. Menurut Djoko, bom yang merupakan hasil rakitan itu meledak di sebuah rumah kontrakan yang didepannya terdapat spanduk berwarna kuning, bertuliskan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara.

Djoko mengatakan, bahwa spanduk yayasan tersebut hanya kedok untuk menutupi aktifitas para pelaku di daerah tersebut. "Yayasan Panti Asuhan itu hanya kedok," ujarnya.

Indonesia Kembali Diguncang Teror, Polisi Kebingungan

JAKARTA - Aparat kepolisian masih kesulitan menyimpulkan motif dan tujuan perakitan bom yang meledak di Pondok Bidara--sebuah panti anak-anak yatim piatu--yang terletak Jl Kecipir 63, Kelurahan Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9) malam.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, motif ledakan di Depok masih misteri karena aparat kepolisian masih belum bisa menyimpulkannya termasuk tujuan perakitan bom tersebut.

Dalam beberapa pekan ini, Indonesia memang kembali diguncang teror. Mulai dari rangkaian kejadian penemuan bahan bom di Tambora, Jakarta Barat, hingga penembakan polisi di Solo, Jawa Tengah, dan terakhir di Depok, Jawa Barat. "Motif kejadian dan keterkaitan dengan jaringan teroris masih terus didalami," kata Djoko dalam keterangan pers di kantornya di Jakarta, Minggu (9/9).

Dari TKP, Djoko menyebutkan aparat keamanan telah mengamankan beberapa barang bukti. Yakni tiga granat, satu pucuk senjata bareta dengan 17 peluru, dua pucuk senjata serbu yang masih dalam rangkaian, 50 butir peluru kaliber 9,9 mm, 30 butir peluru 2.2 mm buatan pindad, lima buah baterai 9 volt.

Satu laptop, 1 telepon genggam, satu silincer, enam buah saklar, enam buah paralon 1/4 inchi terisi rakitan bom, bahan peledak jenis serbuk, HP ledak, satu unit detonator elektrik, kabel serabut tunggal dan tool kit, gambar pejera, laras dan magazine.



sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka