KNPI Malaysia: Grasi Corby, Langkah Mundur Pemerintah SBY - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » KNPI Malaysia: Grasi Corby, Langkah Mundur Pemerintah SBY

KNPI Malaysia: Grasi Corby, Langkah Mundur Pemerintah SBY

Written By Dre@ming Post on Senin, 28 Mei 2012 | 5/28/2012 08:19:00 AM

Senin, 28/05/2012 08:09

Jakarta - Pemberian grasi bagi terpidana narkoba, Schapelle Corby, masih menuai polemik. Kebijakan Presiden SBY memberika grasi kepada Corby dinilai sebagai langkah mundur penegakan hukum dan pemberantasan
narkoba di Indonesia.

"Apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Presiden SBY dalam memberikan grasi sebanyak 5 tahun kepada Corby justru adalah suatu langkah mundur dan kontradiktif dari apa yang sudah dilakukan selama ini," ujar Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Malaysia, Sagir Alva, dalam siaran tertulis yang diterima detikcom, Senin (28/5/2012).

Sagir mengatakan jika melihat secara prosedural dan undang-undang, maka apa yang dilakukan Presiden SBY memberikan grasi kepada ratu mariyuana asal Australia tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena grasi merupakan salah satu hak Presiden di bidang yudikatif, sesuai dengan amanat Pasal 14 UUD 1945 dan PP 28 tahun 2006 yang mengatur tentang pengetatan atau moratorium pemberian remisi kepada napi korupsi, narkotika, terorisme, dan kejahatan transnasional terorganisasi.

Namun menurutnya, pelaksanaan terhadap PP tersebut tidak bisa berlaku surut. Karena kasus yang menimpa Corby terjadi sebelum PP 28 tahun 2006 diterbitkan.

Menurut Sagir, alasan yang diberikan oleh pemerintah bahwa pemberian grasi ini adalah karena masalah kemanusian dan juga merupakan bahagian dari diplomasi Indonesia juga dirasakan kurang tepat.

"Karena apa yang dilakukan para pemasok dan pengedar narkotika juga telah melanggar rasa kemanusian," tuturnya.

Sagir juga mengatakan 'diplomasi grasi' yang dilakukan SBY justru akan menyuburkan lagi peredaran dan perdagangan transnasioanal narkotika, karena hukuman untuk para pengedar, pemasok dan pembuat juga semakin lemah dan tidak menimbulkan efek jera. Sehingga kerja keras yang dilakukan pemerintah selama ini menjadi sia-sia.

"Di sisi lain, saya juga tidak yakin apakah Presiden SBY berani menjalankan 'diplomasi grasi' serupa untuk warga Malaysia yang tersandung masalah narkoba di Indonesia, agar pemerintah Malaysia juga melakukan hal yang sama terhadap warga Indonesia yang berjumlah ratusan orang sedang menjalani hukuman mati di Malaysia akibat masalah narkoba," pungkas Sagir.

sumber : detik
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka