AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan

AS Pangkas Dana Bantuan untuk Pakistan

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 26 Mei 2012 | 5/26/2012 12:37:00 AM

Sabtu, 26 Mei 2012 01:09

WASHINGTON - Senat AS memangkas dana bantuan untuk Pakistan karena telah memenjarakan seorang dokter yang membantu CIA
menemukan Osama Bin Laden.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan penahanan Shakil Afridi, dokter Pakistan itu, sebagai tindakan yang tidak adil dan tidak beralasan.

"AS tidak mempercayai ada dasar yang cukup untuk menahan Dr Afridi. Kami menyayangkan fakta bahwa dia dinyatakan bersalah dan beratnya hukuman," kata Hillary Clinton.

Afridi disidang karena dianggap mengkhianati sistem undang-undang kesukuan saat menjalani program vaksinasi palsu untuk mengumpulkan informasi untuk intelijen AS.

Osama Bin Laden tewas dalam penggerebekan pasukan AS di Abbottabad, Pakistan, Mei 2011.

"Kami membutuhkan Pakistan, Pakistan butuh kami, tetapi kami tidak butuh pandangan ganda Pakistan dan tidak melihat keadilan dalam membawa kejatuhan Osama Bin Laden," kata Lindsey Graham, Senator Republikan yang menyebut Pakistan sebagai sekutu schizofrenia.

Pemangkasan sebesar US$33 juta atau sekitar RP311 miliar tersebut menunjukkan betapa frustasinya Kongres atas peran Pakistan dalam melawan terorisme di negara mereka.

Pembunuhan Osama Bin Laden sendiri menimbulkan ketegangan antara AS dan Pakistan yang pemerintahannya merasa malu karena Bin Laden bersembunyi di Pakistan. Islamabad juga merasa operasi tertutup AS dalam memburu Bin Laden melanggar kedaulatan mereka.

Tidak lama setelah penggerebekan rumah Bin Laden, Dr Afridi ditangkap dengan tuduhan konspirasi melawan negara Pakistan.

Pakistan bersikeras bahwa negara manapun akan melakukan hal yang sama jika menemukan warga negaranya bekerja untuk badan intelejen asing.

Afridi dinyatakan bersalah dalam persidangan di Distrik Khyber, dan didenda US$3.500 atau sekitar Rp330juta. Jika dia tidak membayar denda, hukuman penjaranya akan ditambah tiga tahun.

Tidak jelas apakah Afridi tahu siapa target investigasinya ketika direkrut CIA, atau DNA siapa yang dia kumpulkan melalui sebuah program vaksinasi hepatitis B palsu itu.

Ide program vaksinasi yang dijalan Afridi adalah mengumpulkan sampel darah dari anak-anak yang hidup di Abbottabad, sehingga tes DNA bisa dilakukan untuk mengetahui apakah mereka bagian keluarga Bin Laden atau bukan.

Selain masalah Osama Bin Laden, isu serangan pesawat tak berawak yang dilakukan Nato juga menyebabkan Pakisan menolak untuk membuka kembali jalur persediaan Nato ke Afghanistan yang melintasi Pakistan.

AS dan Pakistan juga gagal mencapai kesepakatan di KTT Nato di Chicago terkait masalah jalur persediaan karena Islamabad menuntut tarif lebih dari US$5.000 atau sekitar Rp47 juta per truk saat transit, meningkat dari sebelumnya yang hanya sebesar US$250 atau Rp2,39 juta.

sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka