Jangan Selalu Sudutkan Kami! Hercules Pernah Diminta Cari Buron Polisi - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Jangan Selalu Sudutkan Kami! Hercules Pernah Diminta Cari Buron Polisi

Jangan Selalu Sudutkan Kami! Hercules Pernah Diminta Cari Buron Polisi

Written By Dre@ming Post on Minggu, 25 Maret 2012 | 3/25/2012 12:54:00 PM

Minggu, 25 Maret 2012 | 12:49

Hercules Pernah Diminta Cari Buron Polisi

Tokoh pemuda Indonesia Timur, Hercules (kanan), Umar Kei (dua dari kanan), dan Daud Kei (dua dari kiri), makan bersama seusai melakukan konferensi pers di kediaman Daud Kei di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3/2012) malam.
JAKARTA - Kasus penyerbuan rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Kamis (23/2/2012) dini hari lalu, menyerempet nama Hercules, sosok yang dikenal dekat dengan dunia kekerasan. Pria asal Timor Leste itu mengaku pernah dimintai tolong polisi untuk mencari tersangka Edward Tupessy alias Edo Cs, yang diduga sebagai otak penyerbuan.

Nama Hercules Rosario Marshall mulai disebut media massa ketika tersangka Irene Sophia Tupessy (Renny) ditangkap Polda Metro Jaya saat bersembunyi di rumah Hercules di Indramayu, Jawa Barat. Renny yang dijuluki sebagai "Kill Bill" dituduh terlibat dalam kasus penyerangan di RSPAD Gatot Subroto yang
menewaskan dua orang.

Hercules mengaku sudah lama mendengar nama Edo, tapi belum pernah bertemu muka. Sebaliknya, Hercules sama sekali tak mengenal Renny.

Ia menuturkan, sebelum terjadi penangkapan terhadap para pelaku penyerangan RSPAD Gatot Subroto, dirinya diminta oleh polisi untuk membantu ikut mencari otak penyerbuan di RSPAD Gatot Subroto. Saat itu Hercules tengah berada di Yogyakarta sehingga permintaan bantuan itu disampaikan melalui telepon. "Nanti saya bantu lewat teman-teman," ujar Hercules kepada polisi.

Hercules menceritakan pengetahuannya soal kasus penyerbuan rumah duka RSPAD Gatot Subroto ketika ditemui di kediaman Daud Kei, tokoh warga Maluku asal Pulau Kei, di Karet Tangsin, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3/2012) malam.

Sehari setelah ditelepon polisi, Hercules tiba kembali di Jakarta dan langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Edo. "Kemudian Edo datang ketemu saya. Itu merupakan pertama kali ketemu," ujarnya.

Belakangan Hercules tahu, adik Edo Kiting bernama Irene Tupessy ternyata sudah lama mengenal saudaranya, Fransisco Suares Rekardo alias Bobby. Sebelum pergi ke Indramayu, Irene menitipkan anak-anaknya kepada Bobby.

"Bukan maksud Bobby menyembunyikan Irene. Tidak sama sekali. Kepada Bobby, Irene bilang tidak terlibat (kasus penyerbuan rumah duka RSPAD). Ia meminta tolong kepada Boby mencarikan tempat untuk menenangkan diri," kata Hercules.

Digerebek polisi

Bobby sebenarnya tahu Irene saat itu sedang dirundung masalah. Namun, Irene bersikeras menyatakan tidak terlibat. "Apalagi dia seorang ibu rumah tangga yang baik. Saya sendiri bertanya, apa iya," ujar Hercules.

Bobby kemudian berinisiatif menawarkan kepada Renny untuk beristirahat di rumah Hercules di Indramayu. Hercules mengungkapkan, rumahnya di Indramayu tidak berpenghuni dan hanya ada perabot rumah tangga.

"Kemudian Bobby membawanya ke sana. Bobby mengatakan kepada Irene, bila suatu saat polisi mencarinya, Irene siap. Irene mengatakan siap. Namun, ia menitipkan anak-anaknya kepada Bobby," tutur Hercules.

Setelah itu, tiba-tiba rumah Bobby digerebek polisi. Petugas minta Bobby mengantar ke lokasi persembunyian Irene. Tindakan Bobby hanya diketahui istri Hercules. Hercules sendiri tidak tahu tujuan Bobby melakukan itu karena tindakannya sama saja menjerumuskan Hercules dalam peristiwa tersebut.

Saat penggerebekan tersebut, Hercules sedang terbaring di rumah sakit akibat penyakit tipus. "Setelah tahu ceritanya, saya menelepon Kapolres Jakarta Pusat. Saya jelaskan posisi saya . Ternyata orang tersebut (Renny) dibawa ke Indramayu," ujar Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu.

Hingga akhirnya Irene alias Renny ditangkap, Hercules mengaku tidak tahu siapa wanita tersebut dan siapa kelompok penyerang di RSPAD Gatot Subroto. "Sampai hari ini saya tidak dapat panggilan (panggilan polisi) karena saya tak mengenal mereka," katanya.

Hercules: Jangan Selalu Sudutkan Kami!

JAKARTA - Rumah Daud Kei, Wakil Ketua Angkatan Muda Kei, di Jalan Masjid I, Karet Tangsin, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3/2012) malam, tiba-tiba menjadi ramai. Ratusan orang yang rata-rata berasal dari Indonesia Timur, khususnya Maluku, berkumpul untuk menyaksikan Daud Kei, Umar Kei, Hercules, dan Sekjen Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Syahril Wasahua menggelar jumpa wartawan.

Makanan sudah disediakan Daud untuk menjamu para tamu. Buah-buahan dan kue disuguhkan sang empunya rumah, sampai akhirnya semua tokoh berkumpul seusai magrib.

Tak ada topik khusus dalam pertemuan di rumah yang memiliki pelataran cukup luas tersebut. Hercules tiba lebih awal bersama sang istri. Menggunakan baju merah dan celana jins cokelat Hercules langsung duduk disamping Daud. Tidak lama kemudian, datang Umar yang langsung duduk di samping kanan Daud.

"Istilah kami, pertemuan seperti ini saling menjalin silaturahmi agar saling mengenal satu sama lain. Semuanya sama karena kami hanya bagi tugas. Tidak ada perbedaan kelompok (pada kami), itu salah besar," kata Umar Kei.

Maksud pertemuan tersebut adalah untuk menjelaskan isu-isu premanisme yang belakangan ini selalu santer dikaitkan dengan orang-orang asal Indonesia Timur, khususnya warga Kei, dan Hercules. "Jangan semua warga Indonesia Timur disudutkan dan dikatakan seolah-olah sebagai kelompok warga yang anarkis," katanya.

Hercules yang dianggap sebagai sesepuh orang-orang Indonesia Timur yang tinggal di Jakarta, mengatakan jangan semua tidakan pelanggaran hukum dikatakan sebagai tindak premanisme. Menurutnya harus dilihat kasus per kasus.

"Negara ini negara hukum. Bukan premanisme saja yang dihukum, tetapi juga siapa saja pelanggar hukum," kata Hercules.

Hercules menyebut penyerangan rumah duka RSPAD Gatot Subroto selalu dikait-kaitkan dengan premanisme."Kelompok (yang menyerang rumah duka RSPAD) ingin mempertahankan sesuatu. Jangan sampai orang lain yang tak tahu-menahu ikut dikaitkan-kaitkan. Itu tidak boleh," kata Hercules.

Setelah menggelar pertemuan dengan wartawan, ketiga tokoh Indonesia Timur tersebut pun masuk ke ruang tengah rumah Daud dan dengan santai mereka pun makan bersama. Setelah itu Hercules pun keluar dan meninggalkan rumah Daud.

sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka