Presiden Sudan Bashir Yang Menjadi Buronan ICC, Keliling Libya Tanpa Pengawalan - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Presiden Sudan Bashir Yang Menjadi Buronan ICC, Keliling Libya Tanpa Pengawalan

Presiden Sudan Bashir Yang Menjadi Buronan ICC, Keliling Libya Tanpa Pengawalan

Written By Dre@ming Post on Senin, 09 Januari 2012 | 1/09/2012 08:04:00 AM

Senin, 09/01/2012 07:59

Tripoli - Presiden Sudan, Omar Hassan al-Bashir mengungkapkan bahwa dia bekerja dengan para pemimpin Libya untuk mengamankan perbatasan kedua negara. Selain itu, juga untuk mencegah penyelundupan senjata kepada kelompok pemberontak di Sudan.

Bashir yang menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional/ International Criminal Court (ICC) atas tuduan pembunuhan massal, tiba di Libya pada Sabtu lalu. Saat ditanya apakah khawatir akan ditangkap dan diserahkan ke ICC, "Demi Tuhan, tidak," katanya, seperti dilansir Reuters, Senin (09/01/2012).

Selain itu, dia juga mengungkapkan kepercayaannya terhadap Libya. Bahwa dia dapat berkeliling sendirian
tanpa pengawalan. "Saya siap untuk mengitari Libya tanpa penjaga keamanan," tambahnya.

Dalam kunjungan, Bashir menekankan pentingnya perlindungan di perbatasan selatan Libya. Sebab, munurutnya Mantan Diktator Muammar Khadafi menggunakan lokasi itu untuk menyelundupkan senjata kepada pemberontak di Sudan.

"Kami tidak ingin perbatasan untuk bertukar senjata, pemberontak dan tentara bayaran," kata Bashir dalam pertemuan dengan warga Sudan dan pejabat Libya di timur kota Benghazi.

Sudan, tambahnya, mendukung upaya diplomatik antara Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) dan negara tetangga Afrika Utara, termasuk Chad, Niger, dan Mali, untuk mengamankan perbatasan.

"Kami ingin mendukung kontak ini sehingga kita dapat mengaktifkan perbatasan Libya dengan seluruh negara kawasan itu menjadi tempat untuk perdagangan dan pergerakan warga," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua NTC, Abdul Hafiz Ghoga, menegaskan pemerintah masih mendiskusikan masalah ini dengan Sudan dan negara-negara lain.

"Kami bekerja keras untuk melindungi perbatasan dengan tetangga kita," katanya.

Ketegangan yang menyelimuti Khartoum dan Tripoli selama pemerintahan Khadafi disebabkan oleh dukungan diktator kepada pemberontak di wilayah barat Darfur, Sudan dan Sudan Selatan, yang memperoleh kemerdekaan pada Juli di bawah kesepakatan damai 2005.

Dikatakan Bashir, Sam-7 rudal anti-pesawat telah diselundupkan ke pemberontak keadilan Darfur dan Gerakan Kesetaraan selaa 9 bulan perang sipil Libya. Namun, rudal itu tidak akan menimbulkan bahaya jika disimpan tanpa perawatan yang tepat.

Pada kesempatan yang sama, Bashir mengungkapkan bahwa dia telah menawarkan bantuan kepada pemerintahan Libya yang baru dari tentara Sudan guna melindungi perbatasan selatan Libya selama perang menggulingkan Gaddafi. Namun, tawaran itu ditolak.

Libya dan pejabat AS telah mengatakan mereka ingin mencegah militan memperoleh senjata, terutama ribuan anti-pesawat peluncur, dari gudang besar Khadafi.

sumber : detik
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka