Gulnaz Secara Brutal Diperkosa, Dipenjara Dapat Grasi - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Gulnaz Secara Brutal Diperkosa, Dipenjara Dapat Grasi

Gulnaz Secara Brutal Diperkosa, Dipenjara Dapat Grasi

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 03 Desember 2011 | 12/03/2011 06:58:00 AM

Sabtu, 3 Desember 2011 | 06:59

Seorang perempuan Afganistan usia 21 tahun, yang dikenal sebagai Gulnaz, yang dipenjara karena diperkosa telah mendapat grasi dari presiden negara itu. Akibat pemerkosaan itu, Gulnaz hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.
KABUL - Presiden Afganistan mengampuni seorang perempuan korban pemerkosaan yang kemudian dipenjarakan karena 'perzinahan paksa'. Namun pengampunan atau grasi untuk perempuan yang dikenal sebagai Gulnaz itu memicu kecemasan. Ada kemungkinan, ia akan menikahi pemerkosanya demi
mengembalikan kehormatan keluarganya.

Presiden Afganistan, Hamid Karzai, menempuh langkah yang sangat tidak biasa dengan membebaskan perempuan 21 tahun itu dari penjara Bagh Badam di Kabul, Kamis (1/12/2011) malam, lapor Daily Mail, Jumat. Gulnaz telah secara brutal diperkosa oleh suami dari sepupunya tahun 2008. Namun ia kemudian malah dipenjara karena menurut pengadilan peristiwa itu merupakan 'perzinahan paksa'. Pria pemerkosanya juga dipenjara selama tujuh tahun untuk kejahatan itu. Pemerkosaan tersebut telah menyebabkan Gulnaz hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.

Gulnaz awalnya dihukum dua tahun penjara. Namun pada pengadilan banding, hukumannya malah bertambah menjadi 12 tahun. Anehnya, putusan pengadilan banding kedua memotong masa hukumannya menjadi hanya tiga tahun, tetapi dengan syarat, ia harus menikahi pemerkosanya. Jika tidak mau menikah, ia harus menjalani 12 tahun masa hukumannya. Gulnaz memilih yang pertama, akan menikahi pemerkosanya.

Terkait grasi dari Presiden Karzai, pengacaranya, Kimberley Motley, Jumat, mengatakan, pembebasanya kali ini tidak bersyarat. Gulnaz tidak harus menikahi pemerkosanya. Namun pernikahan itu sangat penting bagi kehormatan keluarganya. Sejauh ini belum diketahui apakah perempuan itu berniat untuk menempuh ritual pernikahan tersebut. Jika pernikahan dilakukan, si pemerkosa juga akan menikmati kebebasan.

Kasus Gulnaz, yaitu dipenjara karena diperkosa, menarik perhatian dunia internasional setelah ia terlibat dalam sebuah film dokumenter yang dibiayai Uni Eropa. Pemutaran film itu kemudian dihentikan demi keamanan sejumlah perempuan yang ada dalam film tersebut.

Motley mengatakan, ia berharap kliennya dibebaskan segera, dan bahwa ia bisa menempati tempat penampungan khusus perempuan.

Pernyataan istana kepresidenan Afganistan menyatakan, Menteri Kehakiman, Habibullah Ghalib, meminta sebuah panel para pejabat penting di bidang hukum untuk memerintahkan pembebasan Gulnaz. "Setelah menilai kasus Gulnaz itu, (mereka) memutuskan bahwa hukuman penjaranya yang tersisa harus diampuni berdasarkan peraturan dan undang-undang saat ini negara dan dia harus dibebaskan," kata pernyataan istana itu.

Gulnaz pada awal pekan ini berbicara tentang hukumannya dan saat ketika ia memulai mimpi buruknya yang panjang. Dia mengatakan, pemerkosanya tiba di rumah mereka ketika ibunya sedang berkunjung ke rumah sakit. Dalam sebuah wawancara dengan CNN Gulnaz mengatakan, "Dia (pemerkosa) mengenakan pakaian kotor saat itu karena ia pekerja konstruksi. Dia menutup pintu dan jendela. Saya mulai berteriak. Namun ia membuat saya diam dengan meletakkan tangannya di mulut saya."

sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka