Ical Kecil di Mata SBY, PKS Menjilat Ludah sendiri - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Ical Kecil di Mata SBY, PKS Menjilat Ludah sendiri

Ical Kecil di Mata SBY, PKS Menjilat Ludah sendiri

Written By Dre@ming Post on Rabu, 19 Oktober 2011 | 10/19/2011 11:49:00 PM

Kamis, 20 Oktober 2011 01:09

PKS Menjilat Ludah sendiri

JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Burhanuddin Muhtadi menyatakan bahwa sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terkesan melempem pascareshuffle merupakan sikap yang menjilat ludah sendiri.

"Saya pikir bila PKS tidak bersikap seperti apa yang dilontarkan di Rapimnas berarti PKS masih haus akan kekuasaan," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Rabu (19/10).

Burhanuddin menyatakan bahwa sikap PKS dalam menyikapi reshuffle kabinet
yang masih akan ditentukan setelah sidang majelis Syuro pada November itu terkait dengan masih berkepentingannya PKS dengan logistik untuk pemilu 2014.

"Di internal PKS menunjukkan bahwa ada friksi antara kubu yang ingin bertahan di kekuasaan dan yang tidak, tapi kemungkinan besar yang menang adalah kubu yang ingin bertahan," ujarnya.

Sebelumnya, PKS kehilangan jatah menterinya dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, kader PKS yang dicopot adalah Mantan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata. Jatah PKS di Kabinet tinggal tiga orang.

Mengenai dicopotnya Suharna, menurut peneliti senior lembaga survei Indonesia (LSI) ini memang membuat PKS bimbang.

"Karena Menristek kan bukan pos kementerian strategis bagi PKS," pungkasnya

Pertahankan Agung, Ical Kecil di Mata SBY

JAKARTA - Pengamat Politik dari Charta Politika Burhanudin Muhtadi mengatakan sebetulnya ada yang aneh dengan pergantian Fadel Muhammad. Sebab, menteri yang sudah diwacanakan akan diganti oleh Tjitjip Rahardjo adalah Agung Laksono.

“Mengapa Fadel yang diganti? Ini masih misteri,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (19/10).

Dirinya menilai, Agung dipertahankan untuk menunjukkan bahwa di mata SBY, Ical tidak ada apa-apanya. Ical itu kecil. SBY hendak mengatakan ke publik bahwa dirinya lebih kuat dari Ical.

“SBY mau mengatakan ke Ical, dirinya tidak seratus persen bisa disetir. Ical kecil di hadapan SBY,” ujarnya.

Selain itu, SBY kembali mempraktekkan proses politik divide et impera, memecah belah internal partai Golkar. SBY memainkan kembali bola panas agar internal Golkar kembali menghadapi situasi perpecahan.

“Itu bola panas yang dimainkan SBY ke Golkar agar situasi internal Golkar meruncing. Ini politik divide et impera,” ujarnya.

Burhanudin menilai, alasan Agung tidak dicopot bukan karena Ical takut terhadap Agung secara politik. Posisi Agung sebetulnya lemah dan bahkan Agung tidak lolos dalam pemilu 2009 untuk menjadi anggota DPR.

“Saya melihat, Ical tidak mungkin takut dengan Agung. Ini adalah cara SBY untuk menghancurkan Golkar dengan tetap membiarkan Agung yang diharapkan diganti dan Fadel yang harus lengser,” tandasnya.


sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka