Terancam Dicopot Kepala SMA 6, Gilang Cs Diperiksa Serentak Hari Ini, Ini Kronologinya - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Terancam Dicopot Kepala SMA 6, Gilang Cs Diperiksa Serentak Hari Ini, Ini Kronologinya

Terancam Dicopot Kepala SMA 6, Gilang Cs Diperiksa Serentak Hari Ini, Ini Kronologinya

Written By Dre@ming Post on Rabu, 21 September 2011 | 9/21/2011 07:53:00 AM

Rabu, 21 September 2011 | 07:49

Kronologi Kericuhan SMA 6 Jakarta Versi Polisi

JAKARTA - Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Aswin mengungkapkan, ada tiga kali bentrokan antara siswa SMA 6 Jakarta dan wartawan pada Senin (19/9/2011) siang. Semakin sore, areal peristiwa bentrokan pun meluas hingga ke dekat Terminal Blok M dan kantor Kejaksaan Agung.

"Bentrokan terjadi tiga kali pada hari Senin kemarin," ungkap Aswin, Selasa (20/9/2011), di Polres Jakarta Selatan.

Ia menceritakan, bentrokan pertama terjadi sekitar pukul 11.00 di luar halaman SMAN 6 Jakarta, Jalan Mahakam I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana, fotografer Media Indonesia, Panca Syurkani, dikeroyok sekelompok siswa yang diduga berasal dari SMA 6 Jakarta.

Aswin mengatakan, pengeroyokan ini berawal dari korban yang datang ke SMAN 6 Jakarta untuk meliput tindak lanjut kasus perampasan kaset dan pemukulan terhadap juru kamera Trans7 oleh siswa SMA 6 Jakarta. "Kemudian terjadi cekcok mulut antara pelajar dengan wartawan di area sekolah dan berujung
pengeroyokan yang dilakukan sekitar 30 orang pelajar," ujarnya.

Para pelajar ini, lanjutnya, secara bersama-sama memukul badan, kepala, dan tangan Panca dengan menggunakan tangan kosong. Fotografer Media Indonesia itu kemudian jatuh tersungkur dan mengalami luka bengkak di jari kelingking bagian kanan, luka lecet di tangan kanan, luka lecet di bagian lutut sebelah kiri, serta bengkak di bagian kepala.

Berselang 3,5 jam kemudian, tepatnya pukul 14.30, bentrokan di antara kedua pihak kembali terjadi. Pengeroyokan, diakui Aswin, terjadi terhadap fotografer Kompas.com, Banar Fil Ardhi, dan juru kamera Trans TV, Doni Fabrianus. Banar dikeroyok di dekat pintu masuk Terminal Blok M oleh sekitar 20 orang pelajar. Sementara Doni dikeroyok di seberang kantor Kejaksaan Agung, Jalan Hasanudin, Kebayoran Baru, oleh sekitar 30 orang pelajar.

Pada bentrokan kedua ini, dua buah mobil milik Trans TV pun dirusak, yakni Toyota Avanza bernomor polisi B 8275 VS dan B 8371 SN.

Aswin mengungkapkan, bentrokan terjadi lagi pada pukul 15.00, di seberang kantor Kejaksaan Agung. yang menjadi korban yakni fotografer Seputar Indonesia, Yudhistiro Pranoto. Yudhis diduga dikeroyok para pelajar dari SMA 6 Jakarta yang berjumlah sekitar 20 orang.

Di tempat lokasi, Aswin menuturkan, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 1 buah pisau, 1 batu konblok, dan 3 buah CD berisi gambar. Ketiga korban juga sudah melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polres Jakarta Selatan. Pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum (bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5,6 tahun.

Kepala SMA 6 Terancam Dicopot

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika mengungkapkan, Kepala SMA 6 Jakarta terancam dicopot dari jabatannya apabila terbukti melakukan pembiaran kasus perampasan kamera dan kericuhan. Pencopotan adalah sanksi terburuk yang bisa diberikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik DKI Jakarta).

"Jika ditemukan adanya pembiaran dari Kepala Sekolah, maka kami (Disdik) bisa memberhentikannya," ungkap Agus, Selasa (20/9/2011) di Jakarta.

Ia mengakui, masalah tawuran sulit ditangani dan diantisipasi karena banyaknya faktor eksternal. "Pemeriksaan internal terhadap Kepala SMA 6 sudah dilakukan," kata Agus.

Ia menuturkan bahwa Disdik DKI Jakarta telah melihat foto-foto dan rekaman kamera CCTV yang dimiliki pihak sekolah. "Sudah kami lihat foto dan rekaman dari pihak sekolah," tuturnya.

Seperti diberitakan, bentrokan antara wartawan dan siswa SMAN 6 Jakarta terjadi pada Jumat (16/9/2011). Semula wartawan sedang menggelar aksi damai di depan SMAN 6 Jakarta akibat adanya peristiwa pengeroyokan terhadap wartawan Trans7, Oktaviardi, saat meliput aksi tawuran antara SMA 6 dan SMA 70, Jumat malam. Namun, tiba-tiba kemarahan di antara keduanya pecah lantaran terprovokasi. Tidak jelas dari mana provokasi ini berasal. Ratusan siswa SMA 6 kemudian berhamburan keluar halaman sekolah mengejar para jurnalis. Polisi sempat kewalahan melerai aksi massa yang kian beringas.

Gilang Cs Diperiksa Serentak Hari Ini

Penyidik Polres Jakarta Selatan berencana memanggil 10-20 murid SMA 6 Jakarta, Rabu (21/9/2011), sebagai saksi dalam kasus kericuhan pada Senin siang antara wartawan dan siswa sekolah tersebut. Salah seorang saksi yang akan dipanggil adalah Gilang Perdana, yang diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan.

"Ya, besok kami rencanakan 10 atau 20 orang diperiksa serentak," ungkap Kepala Polrestro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto, Selasa malam, di Polrestro Jakarta Selatan. Imam mengungkapkan 10-20 murid itu akan diperiksa sebagai saksi. Mereka, diakui Imam, merupakan para siswa yang tertangkap kamera berada di barisan terdepan saat kericuhan terjadi dan juga mengalami luka.

Siswa SMA 6 Jakarta, Gilang Perdana, juga akan turut diperiksa aparat. Gilang diperiksa lantaran dilaporkan sebagai salah satu pemukul wartawan. Dugaan Gilang melakukan pemukulan ini semakin kuat saat siswa kelas X itu membuat status di Twitter yang menyebutkan bahwa dirinya puas telah memukul wartawan. "Gilang akan dihadirkan sama-sama. Posisi Gilang di rumah," ungkap Imam sembari membantah kabar yang tersiar bahwa Gilang kabur ke luar kota.

Namun, Imam belum bisa memastikan lokasi pemeriksaan terhadap para siswa itu. "Kami tunggu dulu hasil konsolidasi sekolah, anak-anak ini mau diperiksa di mana. Bisa juga di luar (Polres)," katanya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan terhadap belasan siswa ini merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mempercepat proses penanganan kasus. "Pemeriksaan dilakukan serentak karena kami tidak ingin lama dan bertele-tele karena mereka ini juga siswa," imbuhnya.

sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka