Himpun Sidik Jari Pembanding, Kapolri: Pelaku Bom Solo Sudah Teridentifikasi - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Himpun Sidik Jari Pembanding, Kapolri: Pelaku Bom Solo Sudah Teridentifikasi

Himpun Sidik Jari Pembanding, Kapolri: Pelaku Bom Solo Sudah Teridentifikasi

Written By Dre@ming Post on Senin, 26 September 2011 | 9/26/2011 12:25:00 PM

Senin, 26 September 2011 | 12:19

Kapolri: Pelaku Bom Solo Sudah Teridentifikasi

SENTUL - Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, teroris pelaku bom bunuh diri di Solo sudah teridentifikasi.

Kapolri berbicara dalam acara penanaman pohon di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Mabes TNI di Sentul, Jawa Barat, Senin (26/9/2011), menerangkan, polisi
sudah menemukan titik terang.

"Namun, kami masih menunggu hasil laboratorium terkait uji DNA. Mudah-mudahan besok sudah bisa kami sampaikan kepada masyarakat," kata Timur. Mengenai pelibatan TNI dalam pemberantasan teroris, Kapolri mengatakan, semua pihak sudah bekerja.

"Saya kira itulah kenyataan artinya warning sudah diberikan (polisi) petugas. Kalau kita melihat kejadian itu setelah kebaktian. Artinya langkah-langkah pre-emptive sudah dilakukan, baik oleh Polri maupun masyarakat," ujar Timur.

Tim Medis Himpun Sidik Jari Pembanding dari Keluarga

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Sukanto Brigadir Jenderal (Pol) Mussadeq Ishak mengatakan, hingga kini tim medis forensik tengah melakukan proses identifikasi terhadap jenazah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo. Rencananya, tim medis kepolisian akan menghimpun data pembanding dari pihak keluarga untuk mencocokkan identitas jenazah.

"Sekarang masih diidentifikasi. Kami menggunakan prosedur-prosedur internasional, kami gunakan data-data post mortem (pasca-kematian) dan ante mortem (sebelum kematian)," ujar Mussadeq, Senin (26/9/2011), di RS Polri Sukanto, Kramat Jati.

Data-data post mortem yang digunakan tim medis untuk mengetahui identitas jenazah adalah sidik jari pelaku. Sementara itu, data ante mortem yang digunakan adalah sidik jari pembanding dari pihak keluarga. "Penyidik sedang kumpulkan data-data ante mortem dari pihak keluarga, termasuk sidik jari. Sedang dikumpulkan. Kalau sudah selesai, akan segera kami rilis," ungkap Mussadeq.

Ditanya lebih lanjut tentang data pihak keluarga mana yang tengah dihimpun tim medis, Mussadek enggan menjawab. Ia hanya berujar singkat, "Sedang dicari penyidik."

Sebelumnya, sebuah bom meledak di GBIS Kepunton pada Minggu sekitar pukul 11.00. Saat itu, puluhan umat Kristiani usai melakukan ibadah, dan hendak menuju keluar gereja. Namun, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara ledakan. Seorang pria yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tewas di tempat dengan bagian perut rusak parah, sementara lebih dari 20 jemaat mengalami luka bakar.

Jenazah pelaku bom bunuh diri kemudian dievakuasi ke RS di Semarang, Jawa Tengah, sampai akhirnya dilimpahkan ke RS Polri Sukanto, Jakarta Timur. Beredar kabar bahwa pelaku bom bunuh diri di GBIS adalah buron kasus pengeboman Mapolres Cirebon bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud Alias Raharjo. Ia disebut-sebut merupakan calon pengantin (pelaku bom bunuh diri) di Mapolres Cirebon. Namun, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait dugaan ini.


sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka