Inilah Isi Tas Nazaruddin, Alasan Pesawat Terlambat, Selalu Naik Pesawat Carter? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Inilah Isi Tas Nazaruddin, Alasan Pesawat Terlambat, Selalu Naik Pesawat Carter?

Inilah Isi Tas Nazaruddin, Alasan Pesawat Terlambat, Selalu Naik Pesawat Carter?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 14 Agustus 2011 | 8/14/2011 01:16:00 PM

Minggu, 14 Agustus 2011 | 14:29

Nazaruddin Selalu Naik Pesawat Carter

CARTAGENA - Selama pelariannya, Muhammad Nazaruddin selalu memakai pesawat carter kemanapun ia pergi.

Tersangka kasus korupsi wisma atlet ini mampir ke sejumlah negara. Perjalanan antar negara itu, Nazaruddin tidak mau
memakai pesawat komersial.

"Dari informasi yang saya dapat, ia memakai pesawat carter," kata Michael Menufandu, Dubes RI untuk Kolombia, Sabtu (13/8/201) kepada wartawan Prasetyo Eko Prihananto di Cartagena.

Selama pelarian, Nazaruddin diantaranya pergi ke Vietnam, Dubai, Paris, Bahama, Dominika, dan Kolombia. Saat masuk ke Kolombia, Nazaruddin memakai pesawat carter dari Dominika.

Saat ditangkap di Cartagena, Kolombia 6 Agustus 2011, Nazaruddin menurut Michael, tengah menunggu pesawat carter yang akan membawanya ke Pulau Martinique di Karibia.

Inilah Isi Tas Nazaruddin

JAKARTA - Tim penjemput Nazaruddin yang dipimpin Brigjen (Pol) Anas Yusuf membeberkan isi tas milik M Nazaruddin yang sempat dititipkan kepada Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Michael Menufandu.

Tim membuka tas tersegel itu di hadapan publik dalam jumpa pers yang berlangsung di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (14/8/2011) dini hari. Jumpa pers tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar beserta Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Sutarman.

"Diadakan penyitaan (terhadap tas itu), kita buka isinya, disaksikan Pak Dubes. Semua didaftar satu-satu, isinya apa, dimasukkin lagi di tas, disegel lagi," kata Anas.

Berikut isi tas Nazaruddin yang akan menjadi sejumlah alat bukti penyidikan itu : 1 buah BlackBerry Torch warna hitam tanpa tutup belakang lengkap dengan Micro SD merk Sandisk 4 GB dan kartu SIM Movistar (dari operator seluler Amerika Latin). 1 unit BlackBerry Bold 9700, tanpa tutup belakang, lengkap dengan Micro SD 2 GB 1 unit Nokia C5 silver dengan kartu SIM Viettel (operator seluler dari Vietnam) 1 unit Noke E7, warna hitam.

1 flashdisk Sonny Vaio, 4GB warna hitam. 1 buah power chrystal merk MiLi beserta kabel datanya 1 buah jam tangan hitam merk Patek Philipe yang kaca depannya pecah 1 charger BlackBerry warna hitam, 1 Tiket elektronik atas nama Syarifuddin dari Cartagena menuju Bogota, 5 lembar kartu nama,.

Dua gepok uang. Gepokan pertama dengan ikatan bertuliskan Bank BCA berupa pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Bundel kedua diikat kertas putih dalam pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Total uang 20.000 dollar AS.

1 Dompet coklat Luis Vuitton berisi lima lembar pecahan 100 dollar AS, dua lembar pecahan 50 dollar AS, 8 lembar pecahan 10 dollar AS, dan empat lembar pecahan 50.000 peso Kolombia.

Setelah diperlihatkan isinya, tas tersebut disegel kembali di hadapan publik. Nazaruddin merupakan tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang. Setelah buron hampir 3 bulan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tertangkap di Cartagena, Kolombia, dan dipulangkan ke Indonesia. Kini, Nazaruddin menjadi tahanan Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Ini Alasan Pesawat Nazar Terlambat Tiba

JAKARTA - Kedatangan pesawat carteran yang digunakan tim penjemput Muhammad Nazaruddin tiba terlambat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Awalnya, pesawat diperkirakan tiba Sabtu ( 13/8/2011 ) siang dengan prediksi waktu tempuh 28 jam hingga 30 jam.

Pesawat bertolak dari Bandara Edlorado, Bogota, Kolombia, Jumat pukul 05.15 WIB. Nyatanya, pesawat Gulfstream jenis G- 550 baru tiba Sabtu pukul 19.51 WIB. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menjelaskan, keterlambatan terjadi lantaran tim harus meminta izin melintas kepada otoritas negara yang dilalui. "Hal itu membutuhkan waktu," kata Boy, Minggu ( 14/8/2011 ).

Boy menjelaskan, pesawat sempat tertahan di Kongo beberapa jam ketika menunggu perizinan. Kemudian, kata dia, hampir tiga jam tertahan ketika meminta perizinan melewati negara Mali Afrika.

"Dan di Kongo karena diperintahkan untuk berhenti oleh otoritas setempat. Tembusan permintaan belum diterima kurang lebih dua jam. Ditempat transit lainnya berhenti sekitar satu jam lamanya," papar Boy.

Alasan lainnya, lanjut Boy, pesawat harus berkali-kali diisi bahan bakar seperti di Barbados, Dakar, Kongo, Nairobi, dan Maldives. Selain itu, pilot sangat mempertimbangkan faktor cuaca lantaran perjalanan yang melintasi beberapa benua.

Dikatakan Boy, kondisi itu tentu berbeda dengan penerbangan dengan pesawat komersil yang semuanya sudah tertata dengan baik. "Pesawat carter yang dipakai semuanya serba terdadak karena kita hanya punya waktu 3 x 24 jam untuk mempersiapkan segala sesuatunya," ucap dia.

"Kita bersyukur tim terpadu telah berhasil membawa Nazaruddin kembali ke tanah air, buah hasil kerja keras semua pihak dan sikap kooperatif dari pemerintah Kolombia. Ini merupakan best practice aparat penegak hukum yang terlibat," pungkas Boy.


sumber : kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka