Nazaruddin Benar Kirim Uang Ke Kongres PD, Dimasukkan 19 Kotak Kardus dan Dijejalkan di Mobil Boks - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Nazaruddin Benar Kirim Uang Ke Kongres PD, Dimasukkan 19 Kotak Kardus dan Dijejalkan di Mobil Boks

Nazaruddin Benar Kirim Uang Ke Kongres PD, Dimasukkan 19 Kotak Kardus dan Dijejalkan di Mobil Boks

Written By Dre@ming Post on Jumat, 29 Juli 2011 | 7/29/2011 08:09:00 AM

Jumat, 29 Juli 2011 08:09 WIB

Sopir Nazaruddin Benarkan Pertemuan Nazar-Chandra

JAKARTA - Sopir mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin, Aan, membenarkan adanya pertemuan antara Nazaruddin dengan Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Chandra M Hamzah.

Setidaknya sebanyak 2 kali Chandra bertemu dengan Nazaruddin.

"Saya tahu Pak Nazar pernah ketemu dengan Saan Mustofa, Anas
Urbaningrum, dan Chandra di Mid Plaza. Itu yang pertama tahun 2008 akhir. Saya juga sering kumpul-kumpul dengan sopirnya Saan, dan sopirnya Anas," papar Aan dalam wawancara dengan Metro TV, Kamis (28/7).

Pertemuan kedua antara Chandra dan Nazar, lanjut Aan, terjadi pada awal 2009 di sebuah restoran di kawasan apartemen casablanca.

"Itu di restoran Jepang, (pertemuannya) depan ruang saya. Saya yang bayar. (Yang bertemu) cuma Chandra sama Nazar. Tapi saya enggak dengar mereka ngomong apa, saya di luar ruangan," tutur Aan.

Aan juga membenarkan adanya pertemuan antara Nazar dengan Ade Raharja dan juru bicara KPK Johan Budi.

"Tahun 2009, itu awal bulan, tapi saya enggak tahu (lupa) bulan apa. Pertemuannya malam, bertiga saja. Satu jam lebih pertemuannya," kisah Aan.  

Sopir Nazaruddin Benarkan Kirim Uang Ke Kongres PD 
JAKARTA - Sopir mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin, Aan, serta sopir Yulianis, Dayat, secara terang-terangan membenarkan pernyataan Nazarudin soal adanya dana yang mengalir ke kongres Partai Demokrat di Bandung.

Uang tersebut diletakkan dalam kardus-kardus dan dikirim dengan mobil boks dan mobil lainnya.
"Saya ingin menegaskan semua yang dinyatakan Pak nazar itu benar," ungkap Aan dalam wawancara dengan Metro TV Kamis (28/7).

Kesaksian mereka diperkuat oleh 2 pengawal yang ikut dalam pengiriman uang tersebut yakni Dede dan Jauhari.

"Saya yang mengawal mobil boks pada saat kongres Partai demokrat. Jauhari juga ngawal, tapi dia bawa mobil fortuna," jelas Dede.

Jauhari memaparkan uang tersebut dimasukkan dalam 19 kotak kardus dan dijejalkan di mobil boks dan espass. "Lima kotak di mobil espass, sisanya di mobil boks. Isinya penuh, dalam bentuk kardus," papar Jauhari.

Selama di bandung, uang tersebut tersimpan di kamar Hotel Aston. Namun Jauhari tidak mengetahui siapa yang mengambil. Sisa uang tersebut, tetap berada di kamar tersebut hingga kongres berakhir.

"saya standby. Sampai kongres berakhir uang di kamar. Berapa yang diambil, semua ada di bukti kas keluar. Ada yang jumlahnya US$75 ribu, dan ada yang US$200 ribu," jelas jauhari.

Jauhari juga mengaku tidak tahu apakah Nazar ikut menyumbang untuk Anas atau tidak. Yang jelas, imbuhnya, ada kiriman mobil untuk Anas.

"Saya tidak tahu nazar ikut menyumbang atau tidak. Yang jelas ada 3 kiriman mobil melalui sopirnya Anas," jelasnya.

Dede dan Jauhari yang bekerja secara out sourching di jasa pengawalan tersebut mengaku tersentuh atas keberanian Nazar dalam mengungkap masalah ini.

"Kami merasa terpanggil karena sebagai warga yang baik. Bawa uang segitu banyak itu taruhannya nyawa. Kita juga sakit lihat Pak Nazar bersaksi begitu sendirian," papar jauhari. 
Sopir: Hubungan Anas dan Nazaruddin Sangat Dekat

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ternyata memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Kedekatan persahabatan keduanya tersebut diamini oleh sopr Nazarudidin, Aan.

"Anas itu sahabat dekatnya Nazaruddin. Sejak 2007 Anas sudah jadi sahabat dekat nazar. Semua serba bareng, liburan pun bareng, dengan keluarga mereka," ungkap Aan dalam wawancara dengan Metro TV, Kamis (28/7).

Saking dekatnya, Aan memaparkan mereka kerap janjian untuk melakukan berbagai kegiatan berdua. "Saya sering lihat Nazar dengan Anas janjian makan bareng, membuat juga pakaian bareng, di Plaza Indonesia. Sampai mandi sauna juga berdua saja dengan Nazar," paparnya.

Menurut Aan, hubungan Anas dan Nazar mulai renggang setelah Anas jadi Ketua Umum Partai Demokrat. Renggang dalam arti tidak lagi terus berdua seperti sebelumnya.

"Saya tahu benar perjalanan keduanya. Setelah Anas jadi ketua umum, mereka mulai jarang terlihat bertemu dan melakukan kegiatan bareng," jelas Aan.


sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

Dr.KidS

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka