Slamet Disandera Perompak, Astuti terus Depresi Berat - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Slamet Disandera Perompak, Astuti terus Depresi Berat

Slamet Disandera Perompak, Astuti terus Depresi Berat

Written By Dre@ming Post on Minggu, 10 April 2011 | 4/10/2011 07:03:00 AM

Minggu, 10/04/2011 02:27 WIB

Jakarta - Hampir sebulan Kapten Kapal Sinar Kudus Slamet Jauhari dan awaknya disandera perompak Somalia di perairan Laut Arab. Sang istri, Isyam Yuni Astuti mengalami depresi karena cemas memikirkan nasib suaminya.

"Dia depresi berat. Sering melamun setiap hari," ujar Kakak Ipar Slamet, Joko Susilo, Sabtu (9/4/2011) malam.

Menurut Joko, setiap hari Astuti terus menangis memikirkan kondisi Slamet. Astuti tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya saat tahu sang suami disandera perompak ribuan kilometer dari Jakarta.

"Untungnya Astuti kerja. Dia bisa melupakan. Tapi kalau di rumah di kamar terus," ungkapnya..

Joko bercerita, sejak 16 Maret lalu Slamet pamit pergi berlayar atas tugas dari PT Samudera Indonesia untuk membawa Kapal Sinar Kudus dari tanah air menuju Belanda. Keluarga baru mengetahui kabar Slamet disandera perompak akhir bulan lalu.

"Kita ngga bisa apa-apa. Kita terus menunggu kabar dari PT Samudera Indonesia dari Pemerintah," imbuh Joko.

Joko dan keluarga besarnya telah berupaya agar Slamet bisa ditebus dan kembali pulang. Sebelumnya para perompak meminta tebusan jutaan dollar.

"Awalnya USD 2,6 terus naik jadi USD 3,5 hari ini meminta kejelasan dari PT Samudera Indonesia katanya sudah minta USD 9 juta kita ngga tahu apakah memang akan ditebus atau tidak," jelas Joko.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

Usaha pembebasan sendiri hingga saat ini belum membuahkan hasil, sementara keluarga ABK mengaku sangat cemas. Mereka berharap pemerintah RI bisa turun tangan membantu pembebasan. Pihak keluarga telah mengirimkan surat kepada Presiden SBY namun belum juga mendapat respon.

 sumber : detik
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka