PM Kan: Bencana Ini Dahsyat!, Fenomena Supermoon? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » PM Kan: Bencana Ini Dahsyat!, Fenomena Supermoon?

PM Kan: Bencana Ini Dahsyat!, Fenomena Supermoon?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 13 Maret 2011 | 3/13/2011 10:43:00 AM

Minggu, 13 Maret 2011 | 09:09 WIB

TOKYO -  Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sabtu (12/3/2011) di Tokyo, mengatakan, gempa dengan kekuatan 8,9 pada Jumat mengakibatkan bencana besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gempa tektonik itu menyebabkan tsunami dan bocornya reaktor nuklir.

”Gempa dan tsunami yang memorakporandakan wilayah timur laut Jepang mengejutkan dunia dan menyebabkan bencana alam nasional terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Kan. ”Saya ingin warga bisa menghadapi semua ini, yang harus dijuluki sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan mengharapkan peran Anda semua disertai upaya maksimal pemerintah dan badan-badan terkait pemerintah,” demikian pernyataan PM Kan secara nasional.

Gempa menghancurkan sejumlah wilayah daratan Jepang dan menyebabkan tsunami yang membuat 20 negara waspada pada Jumat.

Gempa juga telah menyebabkan kebocoran pada
bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Co (Tepco), Sabtu.

PLTN itu tidak jauh dari Sendai, kota terdekat dari
lokasi gempa. Lokasi PLTN itu sekitar 250 kilometer di utara Tokyo. Kebocoran terjadi akibat atap PLTN retak karena guncangan gempa.

Juru bicara Pemerintah Jepang, Yukio Edano, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu tidak mengakibatkan radiasi tingkat tinggi. Meski demikian, wilayah dalam radius 10 km dari Tepco sudah dikosongkan. Barikade dipasang untuk mencegah warga mendekat. Tak lama setelah itu, pengosongan wilayah diperluas menjadi 20 km dari lokasi Tepco, yang terletak di Prefektur Fukushima. Kawasan dalam radius 20 km itu padat penduduk yang tersebar di sejumlah desa dan kota.

Yaroslov Shtrombakh, pakar nuklir Rusia, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu dipastikan tidak akan separah yang pernah terjadi di Chernobyl, Rusia, pada tahun 1986.

Lumpuh

Gempa di Jepang telah menyebabkan pergeseran sumbu (aksis) bumi di lokasi gempa sejauh 25 sentimeter dan menggeser posisi Pulau Honshu, pulau utama di Jepang, sejauh 2,5 meter dari posisi sebelum gempa.

Hal ini menyebabkan banyak bangunan retak, tetapi tidak hancur total sebagaimana terjadi di banyak negara yang mengalami gempa dan tidak memiliki kualitas bangunan yang tahan gempa seperti di Jepang. Meski demikian, guncangan akibat gempa terasa sampai di Beijing, China, yang berjarak 2.092 km dari Tokyo.

Bandar Udara Internasional Narita di Tokyo sudah beroperasi kembali, Sabtu. Meski demikian, pelayanan bandara belum kembali pulih 100 persen. Bandara tersebut sempat ditutup semalaman setelah gempa. Tanda-tanda kerusakan akibat gempa terlihat di beberapa sudut Terminal 2 Bandara Narita.

Jadwal penerbangan juga belum sepenuhnya pulih. Bahkan, sebagian besar penerbangan yang dijadwalkan tiba di Narita, Sabtu pagi hingga siang, dibatalkan atau ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Akibatnya, ratusan penumpang terpaksa menginap dan tidur di bandara hingga Sabtu siang.

Penumpang yang baru tiba juga menumpuk di bandara karena mereka tidak bisa segera meninggalkan bandara menuju pusat kota Tokyo. Jalan raya bebas hambatan utama yang menghubungkan pusat kota Tokyo dan Bandara Narita masih ditutup akibat gempa sehingga seluruh layanan bus transportasi bandara belum dioperasikan hingga hari Minggu ini.

Kereta api menjadi satu-satunya andalan transportasi murah untuk menuju Tokyo, yang berjarak 80 kilometer dari Narita. Akan tetapi, antrean penumpang pun menjadi sangat panjang karena semua penumpang pindah ke moda transportasi ini.

Bagi yang memiliki uang lebih, taksi menjadi pilihan satu-satunya meskipun ongkosnya sangat mahal, yakni mencapai sekitar Rp 2 juta. Rombongan undangan Kementerian Luar Negeri Jepang, termasuk Kompas, juga terpaksa menggunakan taksi untuk mengikuti acara kampanye perlucutan senjata nuklir. Dibutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk mencapai hotel di kawasan Akasaka di pusat kota Tokyo, yang biasanya bisa ditempuh tidak lebih dari 2 jam.

Jalan bebas hambatan masih ditutup sehingga taksi terpaksa mengambil jalan biasa yang diwarnai kemacetan parah di mana-mana. Rombongan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membutuhkan waktu hingga 12 jam untuk menempuh perjalanan dari Tokyo ke Narita. ”Kami tidak bergerak sama sekali selama 1,5 jam di Rainbow Bridge di Tokyo,” tutur asisten pribadi Jusuf Kalla, Yadi Jentak, Sabtu pagi.

Gempa susulan masih terus terjadi setiap beberapa menit yang sangat terasa di Bandara Narita.

Tumpukan sampah

Kantor berita Kyodo memberitakan gempa tersebut telah menyebabkan kematian 1.700 warga Jepang di dekat episentrum gempa, tidak jauh dari lepas pantai kota Sendai. Meski demikian, di kota pelabuhan Minamisanriku, Prefektur Miyagi, ada 10.000 orang yang tidak diketahui keberadaannya, menurut stasiun televisi NHK.

Puing-puing, termasuk rongsokan mobil dan reruntuhan bangunan, tidak saja menimpa pantai Sendai, kota yang paling parah terpukul gempa, tetapi di sepanjang pesisir pantai di timur laut Pulau Honshu juga bertumpukan puing-puing. Warga sama sekali tidak bisa berjalan karena terkepung puing-puing yang menutupi sebagian besar jalan di pantai pulau utama di Jepang itu.

Tsunami menerjang hingga 10 km ke daratan Pulau Honshu dari garis pantai. Tsunami membawa kapal-kapal yang terdampar, rumah-rumah yang roboh, mobil-mobil, pepohonan, dan apa saja ke daratan. ”Terjangan tsunami begitu dahsyat dan cepat,” kata Koichi Takairin (34), seorang sopir truk di Sendai.

Lebih dari 215.000 warga di sekitar episentrum gempa kini tinggal di 1.350 lokasi penampungan sementara di lima prefektur sebagaimana diutarakan Kepolisian Nasional Jepang.

Gempa menyebabkan satu juta rumah tangga tidak mendapatkan aliran air, terutama di timur laut Jepang. Di wilayah itu sekitar empat juta bangunan juga tidak mendapatkan aliran listrik.

”Setiap orang ingin keluar dari area ini, tetapi jalan-jalan tertutup karena ada tumpukan puing-puing,” kata Reiko Takagi, warga di Jepang timur laut.

Bala bantuan tenaga berdatangan dari sejumlah negara, mulai dari AS hingga Indonesia. Sebagian dari tim dunia itu akan melakukan pencarian orang-orang hilang, mengorganisasikan bantuan kemanusiaan, hingga pengadaan permukiman sementara bagi warga korban gempa.

Jefferies International Ltd, sebuah bank investasi, memperkirakan kerugian akibat gempa itu bisa mencapai 10 miliar dollar AS. Namun, ini jauh di bawah kerugian akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menyebabkan kerugian 100 miliar dollar AS.

Ribuan Unit Nissan dan Infiniti Disapu Tsunami

TOKYO, KOMPAS.com - Sapuan ombak Tsunami di pelabuhan Hitachi, Prefektur Irabaki di wilayah Kanto, Pulau Honsu, Jepang telah menyapu sedikit 1.300 unit infiniti (premium Nissan) plus produk Nissan lainnya yang jumlahnya mencapai 2.300 unit. Sepertidilaporkan autonews (11/3), semua mobil siap didistribusikan ke dealer di Jepang dan diekspor ke Amerika Utara.

Dari foto yang diabadikan AFP menunjukkan ribuan mobil itu tersapu seperti mainan dan beberapa terlihat terbakar. Nissan menyatakan, kerusakan terjadi pada beberapa Infiniti termasuk M sedan, EX, FX crossover dan mobil sport 307Z. Semua model diproduksi di pabrik Infiniti dekat Prefektur Tochigi, Utsunomiya.

Tsunami juga menghancurkan fasilitas Nissan lain di Prefektur Miyagi yang tengah merakit 1.000 unit kendaraan untuk pasokan dealer lokal (Jepang). Bencana ini juga melumpuhkan sistem transportasi massal di lokasi mengakibatkan 1.500 pegawai pabrik Nissan terlantar. Seluruh pekerja dipaksa menginap semalam kemudian kembali di hari berikutnya setelah kereta bawah tanah kembali beroperasi.

"Intinya kami gembira tak ada satu pun pegawai yang terluka. Soal mobil, kita masih bisa produksi lagi," tegas Andy Palmer, Executive Vice President Nissan.

Nissan menambahkan, akan menghentikan sementara kegiatan produksi pada lima pabriknya sampai Senin (14/3) di seluruh Jepang, termasuk di Kyushu yang jauh dari lokasi bencana. Prinsipal baru memutuskan langkah selanjutnya pada Selasa setelah menghitung kerugian yang harus ditanggung perusahaan.

Gempa Jepang 8,9 SR dan Fenomena Supermoon

Jakarta - Gempa dahsyat di Jepang terjadi setelah muncul spekulasi tentang efek dari fenomena Supermoon. Supermoon adalah fenomena bulan terlihat sangat besar di langit karena berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi selama 18 tahun terakhir.

Sehari sebelum gempa Jepang terjadi, ada sebagian orang yang mencoba mengaitkan fenomena Supermoon dengan kemungkinan adanya 'kekacauan di bumi'. Teori konspirasi yang beredar di internet menyebutkan Supermoon bisa memicu kemunculan gelombang tinggi, gempa bumi, dan gunung meletus.

Seperti yang diberitakan thesun.co.uk, Sabtu (12/3/2011), pada tanggal 19 Maret bulan hanya berjarak 221.567 mil dari bumi dan peneliti amatir sudah memprediksikan munculnya kondisi ekstrim di bumi.

Blogger Daniel Vogler dalam tulisannya di AccuWeather mengungkapkan fakta kalau terakhir kali fenomena Supermoon muncul pada 10 Januari 2005, hampir 2 minggu setelah gempa dahsyat 9.0 SR yang meluluhlantakkan Aceh. "Jadi waspadalah, sesuatu yang 'besar' bisa terjadi saat-saat ini," ujar Vogler.

Supermoon terjadi pada tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005. Dan pada tahun-tahun itu kondisi cuaca sangat ekstrem.

Sementara itu, ahli lain tidak setuju kalau supermoon ada kaitannya dengan gempa Jepang. Prakirawan cuaca John Kettley mengatakan bulan tidak bisa menyebabkan aktivitas geologi, tetapi cuma gelombang tinggi.

"Jika gelombang tinggi dibarengi dengan cuaca buruk, paling-paling efeknya hanya terasa di daerah pesisir," terang Kettley.

Pengelola Pusat Internasional untuk Radio Astronomy, Pete Wheeler, menjelaskan tidak akan ada gempa atau gunung meletus jika memang sudah waktunya.

"Bumi hanya akan mengalami gelombang tinggi saat itu (Supermoon-red) terjadi," jelasnya.

 Nama-nama WNI Selamat di Sendai

 Jakarta - KBRI Tokyo merilis sejumlah data terkait WNI yang selamat pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang, Jumat (11/3/2011), lalu. Setidaknya ada 65 WNI yang kini ditampung di berbagai lokasi pengungsian.

Berikut nama-nama WNI yang selamat dan sedang berada di pengungsian di Sendai. Data ini diperoleh detikcom dari situs resmi KBRI Jepang, Sabtu (12/3/2011) pukul 16.45 waktu setempat.

WNI yang mengungsi di SMP Sanjo, Sanjomachi, Aoba-ku, Sendai-shi, ada 28 orang. Mereka adalah:  Fatwa Ramdani dan istri, Dian Syahfitra, William Widjaja, Asep Ridwan, Ahmad Ridwan dan istri, Uyi Sulaeman dan keluarga, Zahrul Fuadi dan keluarga, Alimansyar dan keluarga, Deni dan istri, Sri Maldia, Ajeng, Arif Herusetyo Wicaksono, Amelia Anisa, Arif Santoso, Tria, Riyan Achmad Budiman, Denny dan istri, Sabar dan keluarga, Muh Haris Mahyuddin, Edo, Adam, Dipta, Felice dan keluarga, Fajar Mega Pratama, Jimmy Hadi, Titi dan Emi, Pungky dan Devi, dan Febriani Sihombing.

Bagi keluarga di Tanah Air yang ingin menghubungi WNI di tempat tersebut dapat menghubungi telepon 022-234-4384. Kontak person Fatwa Ramdani dengan nomor telepon 080-3337-5369 atau melalui email fatwaramdani@gmail.com.

Sementara itu, sebanyak 4 WNI mengungsi di Masjid Sendai. Peta lokasi dapat diakses di http://www.iccsendai.org/en/index.htm. Empat WNI tersebut adalah Hariyadi dan putra (090 6510 5923),Feranisa Prawita Raras, Rokhima Rostiani, dan Vera Yulianti Malik.

Sebanyak 7 WNI saat ini mengungsi ke SD Kunimi (022-234-6383), rencananya akan dipindah ke SMP Sanjo. Tujuh WNI tersebut adalah Mukti Ali dan keluarga, Atas Pracoyo dan keluarga, Eko Pradjoko(080 3149 3492), Bambang Winarta, Mohammad Farid, M. Bagus Adityawarman, dan Widyaningtyas.

Sebanyak 7 orang WNI mengungsi ke SD Kimachi (022-223-3480). Mereka yaitu Adrian Wahyu Agusta dan istri (090 2848 2206), Tri dan Fajar, Keluarga Anindya Wirasatria, Nuhansyah Sulaeman dan keluarga, Sudirman, Intan, Lies.

Sekitar 13 WNI sedang terus dihubungi. Mereka yang juga tiggal di Sendai adalah Yudistira dan Nadjwa Khirina, Irma Safitri (dalam proses penjemputan), Alfirano (di asrama mahasiswa Jepang, dalam proses penjemputan), Aldina (mengungsi bersama teman lab nomor telepon 0913735296, dalam proses penjemputan), Antonius Pujo dan istri (bermalam di mobil), Hendri Issac Salim dan keluarga (090 6680 9758), Abdul Muhari dan keluarga di kameoka community strategy, Freddy Tan dan keluarga (dalam penjemputan), Yuliati Herbati (090 1399 9763, dalam proses penjemputan), Tini, Gama (selamat, di Iwate), Robert Natori (09017332499, ngungsi di dekat Sendai, Arnold (08035546313), Yuli di Fukushima dan Faisal (belum ada kabar).

Sementara itu, sebanyak 6 WNI telah dilaporkan keluar dari Jepang yakni Alfian Amrizal, Yeni Muriani, Martin Sirait, Ardiansyah Michwan, Aunuddin Syabba Vioktalamo, dan Tiar. Saat ini, makanan hanya untuk manula dan anak-anak usia SD, dan pemberian air dibatasi.

Para WNI telah membuat dapur umum untuk memenuhi keperluan makanan. Tim KBRI diperkirakan tiba pukul 22.OO waktu setempat karena hambatan. WNI membutuhkan toilet, selimut, heater, bahan makanan dan minuman, tissue toilet dan tissue makan. Dan yang paling utama, WNI butuh evakuasi karena sindrom bencana mulai datang.

sumber : detik dan Kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka