Perancis Hancurkan Pesawat Tempur Libya, "Bunuh 100 Warga Sipil"? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Perancis Hancurkan Pesawat Tempur Libya, "Bunuh 100 Warga Sipil"?

Perancis Hancurkan Pesawat Tempur Libya, "Bunuh 100 Warga Sipil"?

Written By Dre@ming Post on Jumat, 25 Maret 2011 | 3/25/2011 06:28:00 AM

Jumat, 25 Maret 2011 | 03:34 WIB 

Perancis Hancurkan Pesawat Tempur Libya

PARIS - Satu pesawat tempur Perancis menghancurkan pesawat militer Libya dengan peluru kendali setelah pesawat itu mendarat di pangkalan udara Misrata di Libya barat, Kamis (24/3/2011).

Juru bicara pasukan bersenjata mengatakan, patroli jet tempur Rafale—bagian dari pasukan koalisi Barat—mengetahui bahwa pesawat Libya melanggar perintah larangan terbang.

"Patroli Perancis melakukan serangan udara ke darat dengan menggunakan senjata AASM setelah pesawat itu mendarat di pangkalan udara Misrata," kata juru bicara yang membacakan pernyataan pasukan bersenjata.
Pesawat tempur Barat menyerang wilayah Libya secara lebih luas pada Kamis setelah tank milik Moammar Khadafy memasuki Misrata semalam, dan mengepung rumah sakit utama.

Sebelumnya, pada hari Kamis, pasukan bersenjata Perancis mengatakan bahwa pesawat mereka telah menyerang pangkalan udara pusat Libya pada dini hari. Itu merupakan penyerangan hari kelima dari negara Barat untuk melawan militer Khadafy.

Sekitar 15 pesawat Perancis telah dioperasikan pada hari Rabu, dan puluhan lainnya semalam, sehingga serangan peluru kendali pun terjadi di pangkalan udara yang terletak sekitar 250 kilometer dari perairan Mediterania wilayah Libya.

Menteri Luar Negeri Alain Juppe membela langkah operasi udara koalisi yang telah dipelopori oleh Perancis. Juppe mengatakan, lima hari bukanlah waktu yang cukup untuk meraih tujuan misi dalam melindungi warga sipil dari jerat serangan tentara Khadafy.

Dia mengatakan, usaha menghancurkan militer Khadafy dapat memakan waktu selama berhari-hari atau beberapa pekan, tetapi tentu saja tidak berbulan-bulan. 

Libya: Barat Sudah Bunuh 100 Warga Sipil

TRIPOLI - Pemerintah Libya menyatakan, Kamis (24/3/2011), jumlah korban tewas sipil akibat serangan udara pasukan Sekutu di bawah komando Amerika Serikat selama lima hari ini telah mencapai hampir 100 orang.
Tripoli menuduh negara-negara Barat berperang untuk membantu pemberontak. Mussa Ibrahim, juru bicara pemerintah Libya, meyakini, pasukan Barat berencana menyerang prasarana siarannya, mungkin pada Kamis malam.

"Apa yang terjadi saat ini adalah negara-negara Barat berperang di pihak pemberontak. Ini tidak diizinkan oleh resolusi PBB," katanya kepada wartawan. "Kami telah menerima informasi intelijen bahwa prasarana siaran dan komunikasi kami akan menjadi sasaran, mungkin malam ini, oleh serangan-serangan udara."

"Ini akan, jika terjadi, sangat tidak bermoral dan ilegal. Ini adalah sasaran-sasaran sipil."  Para pejabat militer Barat membantah ada korban tewas sipil dalam operasi menegakkan zona larangan terbang di Libya untuk melindungi penduduk sipil dari pasukan pemerintah.

"Kami memenuhi janji kami. Kami melakukan gencatan senjata. Kami hanya membalas serangan-serangan udara yang tentunya menjadi hak kami, dan pemberontak di wilayah timur menyerang militer kami dengan perlindungan serangan udara," kata Ibrahim.

Libya kini digempur pasukan internasional yang merasa mendapat legitimasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa yang disahkan pada Kamis (17/3/2011) lalu.

Resolusi 1973 DK PBB disahkan ketika kekerasan dikabarkan terus berlangsung di Libya dengan laporan-laporan mengenai serangan udara oleh pasukan Moamer Kadhafi, yang membuat marah Barat.

Selama beberapa waktu hampir seluruh wilayah negara Afrika utara itu terlepas dari kendali Kadhafi setelah pemberontakan rakyat meletus di kota pelabuhan Benghazi pada pertengahan Februari. Namun, kini pasukan Kadhafi dikabarkan telah berhasil menguasai lagi daerah-daerah tersebut.

Ratusan orang tewas dalam penumpasan brutal oleh pasukan pemerintah dan ribuan warga asing bergegas meninggalkan Libya pada pekan pertama pemberontakan itu.
sumber : Kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka