Pakistan Akui Tangkap Umar Patek, Baasyir tidak Percaya - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Pakistan Akui Tangkap Umar Patek, Baasyir tidak Percaya

Pakistan Akui Tangkap Umar Patek, Baasyir tidak Percaya

Written By Dre@ming Post on Kamis, 31 Maret 2011 | 3/31/2011 01:24:00 PM

Kamis, 31 Maret 2011 11:14 WIB

Ba'asyir tidak Kenal Umar Patek

JAKARTA - Amir Jemaah Anshorut Tauhid, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir mengaku tidak mengenal gembong teroris Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab .

Hal itu dikatakan Ba'asyir saat ditanyakan wartawan sebelum menjalani sidang lanjutan kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/3).

Rencananya, sebanyak enam saksi akan dihadirkan dalam sidang. Mereka yaitu, Kapolsek Jantho, Aceh, Yasir, Camat Jantho, Bahrun, tersangka perampokan CIMB Niaga, Beben Khoiro dan Pamrianto, serta pemburu rusa, Eri Amrizal dan Roni Ardian.

Sidang tetap dikawal ketat meski sejumlah pendukung Ba'asyir tidak nampak. Sebanyak 1.400 personel gabungan dan sejumlah kendaaan lapis baja disiagakan.

Baasyir tidak Percaya Umar Patek Tertangkap

JAKARTA - Terdakwa perkara terorisme Abu Bakar Baasyir tidak percaya jika Umar Patek bisa tertangkap di Pakistan. Ba'asyir menegaskan bahwa seorang buronan kelas kakap tidak akan semudah itu berkeliaran ke luar negeri.

Kebingungan itu dikatakan oleh Baasyir saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/3). "Saya kurang bisa terima dengan akal sehat, seorang buronan seperti dia bisa ditangkap di luar Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Baasyir mengatakan bahwa penangkapan semacam itu tidak memiliki sinergi yang jelas. "Di satu sisi Umar ada di Pakistan, namun di satu sisi ia disangkakan sebagai pelaku peledakan bom Bali pertama," sambung Ba'asyir.

Dia sendiri mengaku tak mengenal dekat dengan buronan yang dihargai US$1 juta oleh pemerintah Amerika Serikat itu. Baasyir hanya mendengar Umar Patek pernah tinggal di Filipina Selatan. Kalau pun ada fotonya, ia pun belum tentu mengenalinya.

Hingga kini, kebenaran penangkapan Umar Patek di Pakistan masih belum jelas. Kepolisian RI telah mengirim tim ke Pakistan untuk melakukan cek fisik terhadap teroris kelas kakap yang paling dicari itu.

Istana Benarkan Umar Patek Ditangkap

JAKARTA - Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menegaskan bahwa pria yang ditangkap di Pakistan beberapa waktu lalu adalah buronan kelas kakap Umar Patek. Namun, Istana masih membutuhkan penjelasan resmi dari kepolisian selaku otoritas yang berwenang untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Yang jelas memang telah ditangkap dan benar bahwa itu Umar Patek. Hanya yang kami perlukan sekarang adalah keterangan atau penjelasan resmi dari kepolisian yang tentunya memiliki otoritas untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Sampai sekarang belum saya terima, belum dilaporkan ke Presiden, kata Julian di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (31/3).

Doktor lulusan Jepang itu juga belum bisa memastikan apakah Umar Patek akan diekstradisi ke Indonesia atau malah dibawa ke Amerika Serikat, mengingat negara tersebut memiliki kepentingan besar terhadap yang bersangkutan. Ia mengaku belum bisa memastikan status kewarganegaraan pria berdarah Jawa-Arab tersebut. Statusnya belum jelas. Kalau bukan WNI silahkan diproses Amerika Serikat, kenapa harus sibuk, kata Julian.

Umar Patek merupakan buronan banyak negara seperti Amerika Serikat, Australia, Filipina, termasuk Indonesia. Umar Patek berperan sebagai asisten koordinator lapangan saat melakukan aksi teror 2002 di Legian, Bali. Amerika Serikat bersedia memberikan hadiah sebesar US$1 juta kepada orang yang memberikan informasi keberadaan Umar Patek.

Beberapa negara memiliki banyak kepentingan terhadap orang yang katanya paling dikejar, gembong teroris kelas dunia itu. Saya harus berkonsultasi dahulu dengan Menteri Hukum dan HAM soal status Umar Patek. Kalau dia memang WNI, itu hak kita. Itu tanggung jawab kita untuk mengurus warga negaranya, imbuhnya.

Pakistan Akui Tangkap Umar Patek 

 JAKARTA - Badan intelijen Pakistan, the Inter-Service Intelligence (ISI), menyatakan telah menangkap Umar Patek, anggota Jemaah Islamiyah, yang diyakini terlibat dalam pemboman 2002 di Bali, Indonesia, yang menewaskan 202 orang.

"Kami menangkap dia bebeapa hari yang lalu dan sekarang dalam proses protokoler, Kementerian Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, dan departemen terkait lainnya akan memastikan dia dibawa kembali ke Indonesia," kata ISI kepada satu media lokal, The News, Kamis (31/3).

Patek, keturunan Jawa-Arab berusia 40 tahun, sekarang sedang diinterogasi oleh ISI dan akan diserahkan ke Indonesia apabila interogasi yang sangat penting ini dinyatakan selesai.

Ketika ditanya apakah penangkapan Patek merupakan upaya bersama beberapa organisasi inteligen, petugas ISI menjawab, "Tidak, itu sepenuhnya upaya ISI."

Petugas itu mengatakan bahwa pada saat ini ia belum bisa mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai apa yang telah dan sedang dilakukan Patek di Pakistan, dan belum diketahui kemungkinan organisasi jaringan Patek melakukan aktivitas terorisme di negara itu.

Namun, petugas ISI memperkirakan bahwa kemunculan Patek di Pakistan karena ia pikir negara itu merupakan tempat persembunyian yang aman. Tidak ada rincian dari mana Patek masuk dan dimana tepatnya ia ditangkap.

Ketika berbicara mengenai sebuah capaian positif setelah kabar negatif mengenai ISI terkait lolosnya Raymond Davis, petugas itu mengatakan, "Jangan khawatir, Anda akan segera mendengar berita yang lebih baik dari prestasi ISI."

The News juga mengaku telah menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan pihak Indonesia mengaku belum menerima informasi apa pun dari ISI seputar penangkapan Umar Patek.

Namun, perwira tinggi di ISI mengatakan sudah memberitahukan hal itu kepada rekan timpalannya di Indonesia.

Duta Besar AS di Pakistan Alberto Rodriguez beberapa kali dihubungi The News mengenai penangkapan Umar Patek, namun ia tidak menanggapi.

Rincian mengenai apa yang dilakukan Patek di Pakistan masih "keruh" dan menimbulkan pertanyataan apakah keberadaannya untuk merencanakan sebuah serangan bersama pemimpin operasi tertinggi al-Qaeda dalam peringatan ke-10 tahun serangan 11 September 2001 di AS.

Patek adalah orang yang sangat dikenal oleh badan-badan intelijen di seluruh dunia karena sepak terjangnya. Dia diyakini sebagai wakil komandan lapangan dari kelompoknya dalam pemboman klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang, sebagian besar orang asing.

Ketika kembali ke Asia Tenggara, mereka membentuk Jemaah Islamiyah, bertanggungjawab atas serangkaian pemboman bunuh diri yang menargetkan klub malam, restoran, hotel, dan kedutaan besar Barat di Indonesia.

Patek melarikan diri ke Filipina selatan setelah bom Bali, mencari perlindungan dan menjalani latihan bersama pemberontak Moro yang belakangan diketahui sebagai kelompok terkait-al-Qaeda, Abu Sayyaf.

sumber : MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka