Gempa Jepang Terdahsyat, Geser Sumbu Bumi 25 Cm, Percepat Rotasi, Dua Hari Terapung di Laut Lepas? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » , » Gempa Jepang Terdahsyat, Geser Sumbu Bumi 25 Cm, Percepat Rotasi, Dua Hari Terapung di Laut Lepas?

Gempa Jepang Terdahsyat, Geser Sumbu Bumi 25 Cm, Percepat Rotasi, Dua Hari Terapung di Laut Lepas?

Written By Dre@ming Post on Senin, 14 Maret 2011 | 3/14/2011 08:42:00 AM

Senin, 14 Maret 2011 | 02:16 WIB

Para ilmuwan khususnya pakar kegempaan di berbagai belahan dunia masih terus menganalisis pemicu gempa dahsyat berkekuatan 9 yang mengguncang Jepang, Jumat (11/3/2011). Gempa dengan kekuatan sebesar itu memang jauh di atas prediksi para ahli.

Sepanjang sejarah pencatatan gempa secara intensif,
gempa tersebut merupakan yang paling kuat. Gempa dengan kekuatan yang hampir setara terakhir terjadi lebih dari 1.000 tahun lalu, yakni gempa pada tahun 869 yang diperkirakan berkekuatan 8,4 skala Richter.

Inilah yang membuat para pakar masih terus penasaran kenapa gempa tersebut bisa sebesar itu?

Professor Yugi Yaji dari Universitas Tsukuba berpendapat, gempa yang diberi nama resmi gempa Tohoku-Chiho Taiheiyo-Oki terjadi akibat pergerakan di beberapa area sekitar sumber energi gempa (focal point) secara bersama-sama. Menurutnya, hal tersebut yang mungkin bisa menimbulkan kekuatan gempa yang hanya bisa terjadi tiap sekitar 1.000 tahun sekali.

Gempa tersebut terjadi di zona subduksi atau pertemuan lempeng akibat dipicu pergerakan Lempeng Pasifik yang mendesak Lempeng Amerika Utara. Lempeng Pasifik yang tak kuat menahan desakan tersebut akhirnya roboh.

"Bagian yang runtuh sepanjang 500 kilometer dan selebar 100 kilometer jatuh hingga setinggi 8 meter. Beberapa area di Prefektur Fukushima sangat tegang, bisa diduga bahwa beberapa wilayah bergerak bersamaan," katanya.

Yaji mengatakan, gempa akibat mekanisme ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Gempa Cile yang terjadi pada tahun 1960 dan gempa Sumatera yang terjadi 26 Desember 2004 juga disebabkan oleh mekanisme serupa.

Para ahli sendiri sebenarnya telah memperkirakan gempa dahsyat akan terjadi di wilayah sekitar zona tersebut, namun diperkirakan hanya berkekuatan 7,5-8 skala Richter. Namun, gempa yang terjadi Jumat kemarin ternyata lebih besar dengan energi seismik 90 kali lebih besar dari perkiraan. Energi seismik yang dilepaskan dalam gempa tersebut 180 kali lebih besar dari gempa besar Hanshim yang menghancurkan Kobe tahun 1995 dan menimbulkan korban jiwa 6.000 orang.

Takashi Furumura, profesor dari Universitas Tokyo, mengatakan, gempa Jumat kemarin bisa jadi gempa maksimum yang mengguncang Jepang. Gempa tersebut mungkin didorong gempa bermagnitude 7,2 yang mengguncang Miyagi Agustus 2005 lalu. Sebab berdekatan dengan pusat gempa tersebut adalah pusat gempa Miyagi.

Para pakar kegempaan Jepang kini pun masih terus memantau dampah gempa raksasa tersebut. Meski diperkirakan tak akan muncul gempa sebesar itu lagi dalam waktu dekat, perubahan struktur lempeng tersebut dapat mengaktifkan patahan-patahan di sekitarnya dan memicu gempa berikutnya. Tak hanya gempa susulan, tapi juga gempa di daratan. 

Gempa Jepang Geser Sumbu Bumi 25 Cm, Percepat Rotasi  

 Tokyo - Gempa berkekuatan 9 skala richter (SR) yang mengguncang Jepang membuat sumbu bumi bergeser hingga 25 cm. Akibatnya, proses rotasi bumi pun berlangsung lebih cepat.

Berdasarkan penelitian Lembaga Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia, gempa dengan magnitude 9 SR tersebut sangat kuat. Kekuatannya bahkan meningkatkan perputaran poros bumi.

USGS juga sebelumnya mencatat, Gempa 9 SR yang berpusat di 373 km timur laut Tokyo, membuat pulau yang terdekat dengan pusat gempa, Pulau Honshu, bergeser 8 kaki atau 2,4 meter. Hal tersebut terlihat dari pencitraan bergesernya garis pantai.

Namun, perubahan ini menurut peneliti Kanada tidak akan berpengaruh banyak. Efeknya disebutkan sangat kecil, bahkan tak akan terasa hingga berabad-abad.

"25 cm terdengar banyak jika kita melihatnya dengan penggaris. Namun jika Anda bandingkan itu dengan keseluruhan bumi, itu sangat kecil. Hanya semenit," ucap profesor Andrew Miall.

"Itu akan membuat perubahan tentang lamanya hari. Itu juga akan membuat perubahan sangat, sangat, sangat kecil pada perputaran bumi, yang akan mempengaruhi musim, tapi efeknya sangat kecil," sambungnya.

Dua Hari Terapung di Laut Lepas, Hiromitsu Selamat

TOKYO - Seorang pria bernama Hiromitsu Shinkawa terseret arus ke laut lepas dan berada di atas puing atap rumah selama dua hari sebelum akhirnya diselamatkan kapal perang Jepang.

Ia terseret arus ombak tsunami bersama isterinya, namun istrinya lenyap ditelan gulungan ombak tsunami yang terjadi Jumat (11/3). Sementara dirinya berhasil bertahan di atas puing atap rumahnya di Minamisoma yang luluh lantak akibat terjangan tsunami.

Selama dua hari pria berusia 60 tahun ini mengapung di laut lepas Asia Pasifik. Hingga pada Minggu (13/3), sebuah kapal perang Jepang yang menyisir laut melihat lambaian kaos berwarna merah milik Hiromitsu.

"Sebenarnya ia sudah memberi sinyal dengan melambaikan bajunya saat ada helikopter dan kapal yang melintas, namun tidak ada yang melihatnya. Kebetulan sebuah kapal perang melihatnya," kata juru bicara Departemen Pertahanan Yoshiyuki Kotake. (AP/X-12)

sumber : Kompas, detik, MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka