Di Pakistan Umar Patek "Tertangkap"? - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Di Pakistan Umar Patek "Tertangkap"?

Di Pakistan Umar Patek "Tertangkap"?

Written By Dre@ming Post on Rabu, 30 Maret 2011 | 3/30/2011 05:39:00 AM

Rabu, 30/03/2011 00:59 WIB

Jakarta - Buronan teroris paling top Indonesia, Umar Patek, dikabarkan tertangkap di Pakistan. Patek terlibat dalam aksi Bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang
.

Mengutip sumber aparat keamanan Indonesia dan Filipina,
disebutkan, Patek telah ditahan di Pakistan sejak 2 Maret 2011. Demikian menurut news.com.au, Rabu (30/3/2011).

Patek terlibat dalam serangan Bom Bali I dengan target Sari Club dan Paddy's Bar di Kuta, Bali. 202 orang tewas dalam kejadian itu, 88 di antaranya warga negara Australia.

Patek diburu oleh aparat keamanan Indonesia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Kepalanya dihargai US$ 1 juta.

Umar Patek juga ditengarai sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Kepolisian Indonesia mengenai kabar penangkapan Umar Patek ini.

Sumber-sumber intelijen menyebutkan, Umar Patek yang dianggap sebagai tokoh Jamaah Islamiyah terkait Al Qaeda itu diringkus awal tahun ini di Pakistan.

Namun, belum jelas apakah Pakistan juga bermasalah dengan Umar Patek ataukah penangkapannya merupakan hasil kegiatan intelijen. Belum jelas juga soal apa yang sesungguhnya dikerjakan Umar Patek di negeri itu.

Umar Patek digambarkan berusia 40 tahun, seorang Jawa keturunan Arab, dan dikenal luas di tiap badan intelijen di seluruh dunia. Ia diyakini sebagai wakil komandan lapangan dalam pengeboman di Bali yang menewaskan 202 orang, sebagian besar warga Australia.

Warga Amerika Serikat yang tewas dalam peristiwa itu berjumlah tujuh orang. Namun, Pemerintah AS menawarkan hadiah 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,6 miliar bagi peringkus Umar Patek yang juga dikenal sebagai "Arab Kecil".

Kabar penangkapan Umar Patek ini justru berasal dari para pejabat intelijen Indonesia dan Filipina. Namun, mereka sama-sama tak bersedia disebut namanya sebagai pemberi informasi.

Patek diyakini termasuk kelompok orang-orang Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang ikut latihan militer sekaligus bertempur di Afganistan dan Pakistan tahun 1980-an dan 1990-an.

Saat kembali ke Asia Tenggara, mereka mendirikan Jamaah Islamiyah, kemudian mengorganisasi serangkaian bom bunuh diri dengan sasaran tempat hiburan malam, restoran, hotel, dan kantor kedutaan besar negara-negara Barat di Indonesia. Total korbannya mencapai 206 orang tewas.

Patek diperkirakan kabur ke Filipina selatan setelah bom Bali tahun 2002, bergabung dengan gerilyawan MILF pimpinan Abu Sayyaf.

Namun, ia diyakini juga tetap mengendalikan operasi Jamaah Islamiyah dari tempat tinggalnya. Penangkapannya di Pakistan menimbulkan teka-teki soal bagaimana mungkin buron teroris kelas kakap itu bisa menyeberangi tapal batas berbagai negara.

Pada Maret 2010, Patek diyakini berada di Provinsi Sulu, Filipina bagian selatan. Menurut Yayasan Jamestown, lembaga pengkaji kebijakan keamanan nasional di Washington, Patek merupakan komandan senior terakhir Jamaah Islamiyah (JI) yang sangat berpengalaman.

Selain Patek, tokoh JI dari Indonesia yang diringkus adalah Hambali. Namun, sebagaimana Amerika Serikat di bawah rezim George W Bush, rezim Barack Obama juga tak terbuka soal Hambali. Ia hanya disebutkan sedang dikurung di penjara Guantanamo Bay, Kuba. Indonesia sama sekali tak punya akses terhadap warga negaranya.

sumber : detik, kompas
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka