"Bom Ulah Intelijen Hitam" ?. Presiden: Usut Tuntas ! - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » "Bom Ulah Intelijen Hitam" ?. Presiden: Usut Tuntas !

"Bom Ulah Intelijen Hitam" ?. Presiden: Usut Tuntas !

Written By Dre@ming Post on Rabu, 16 Maret 2011 | 3/16/2011 03:25:00 PM

Rabu, 16/03/2011 11:35 WIB

Bom Buku Diduga Ulah Intelijen Hitam, Sulit Terungkap

Jakarta - Pengirim 3 bom buku pada Selasa (15/3) kemarin diduga intelijen hitam. Intelijen ini ditengarai mengirim bom buku untuk memojokkan terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir.

"Intelijen hitam adalah gerakan intelijen tanpa instruksi resmi atau bergerak sendiri yang ingin memojokkan kalangan tertentu, dan saya lihat yang dipojokkan adalah Abu Bakar Ba'asyir. Waktunya sedang tepat, bersamaan dengan masa sidang Ba'asyir," tutur Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum Pusat, Mustofa B Nahrawardaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (16/3/2011).

Dia mengimbuhkan, intelijen hitam ini tidak bergerak berdasarkan perintah resmi dari institusinya atau bergerak sendiri tanpa izin atasannya. Ada berbagai kepentingan terkait tindakan ini yakni untuk meraih massa, membangkitkan kepentingan ideologis, dan tujuan politis.

"Ketiga hal itu sangat erat kaitannya. Untuk mendapatkan politis, digunakan cara ideologis, dan untuk itu perlu dukungan massa," sambung staf ahli di DPR ini.

Dia menambahkan aktivitas intelijen sangat susah dikontrol. Sulit memantau pergerakan intelijen, karena mereka bisa bergerak sendiri-sendiri. Regulasi tidak bisa digunakan untuk membatasi pergerakan untuk memudahkan pantauan.

"Saya duga ini intelijen hitam karena pemunculannya bersamaan dengan masa sidang Ba'asyir, lalu ini kan pasca penyerangan di Cikeusik dan Temanggung. Lihat sekarang ini banyak muncul analisa yang mengarahkan ini dilakukan kelompok teroris lama yang bangkit kembali," terang Mustofa.

Munculnya intelijen hitam, sambung dia, merupakan kesalahan produk intelijen. Kesalahan itu antara lain karena represivitas menjadi tindakan yang dilakukan oleh intelijen.

"Yang saya tidak habis pikir mengapa Gegana juga datang terlambat ke Utan Kayu sehingga bom meledak duluan. Ini sangat janggal. Kalau alasannya macet, itu tidak masuk akal. Kalau saya yang pakai mobil sendiri terlambat karena macet itu wajar. Tapi ini mereka kan khusus," imbuh Mustofa.

Menurutnya, aksi intelijen hitam tersebut sulit diungkap. Namun bukan berarti tidak akan terungkap. Bisa jadi saat pemerintahan telah berganti pada 2014 mendatang akan terungkap.

"Sekarang susah terungkap, tapi di periode selanjutnya bisa jadi ada upaya membongkar," ucap dia.

Dugaan intelijen turut bermain dalam kasus bom buku juga disampaikan Suripto, mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Dia menilai demikian, karena bom berskala kecil tersebut merupakan bentuk psy war yang tidak lazim dilakukan oleh kelompok teroris. Dia juga menyatakan, tindakan tersebut merupakan perbuatan liar yang sulit terkontrol.

Pada Selasa kemarin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto menilai pengusutan kasus teror bom perorangan untuk Ulil Abshar Abdalla tidak mudah untuk diungkap. Sulit diprediksi kelompok mana yang melakukan aksi teror bom.

Bom buku dikirimkan pada waktu bersamaan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Gories Mere dan Ketua Umum Partai Patriot Japto S Soerjosoemarno.

Buku untuk Ulil dan Gories berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslim'. Sedangkan buku untuk Japto berjudul 'Masih Adakah Pancasila?'

Bom buku untuk Ulil meledak sebelum Gegana datang. 6 Orang terluka dalam peristiwa tersebut. Bahkan salah satu korbannya adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan yang harus kehilangan satu tangannya. Sedangkan bom buku untuk Gories dan Japto dapat dijinakkan.

Propam Mabes Polri Periksa Lokasi Ledakan Bom untuk Ulil  

Jakarta - Proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran prosedur penanganan yang memicu ledakan bom di Kompleks Komunitas Utan Kayu dimulai. Tim dari Propam Mabes Polri meninjau ke lokasi kejadian ledakan untuk mendapatkan gambaran lebih detail.

Tim terdiri dari empat orang dan dipimpin oleh Kapus Propam Mabes Polri Kombes Hery Wibowo. Mereka tiba di Kompleks Komunitas Utan Kayu, Jl Utan Kayu, Jakartau Timur, pada pukul 12.00 WIB, Rabu (16/3/2011).

Tim didampingi Kapolres Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursali. Kepada tim Propam Mabes Polri, dia memaparkan kronologi ledakan yang menyebabkan Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan kehilangan telapak tangan kiri.

Setelah hampir satu jam berada di lokasi kejadian, tim Propam Mabes Polri meninggalkan lokasi tanpa berlama-lama memberi keterangan kepada wartawan. "Kita baru melihat mana prosedur yang telah dilakukan dan belum," ujar Hery Wibowo.

Para pekerja di Kompleks Komunitas Utan Kayu hari ini beraktivitas seperti biasa. Titik lokasi ledakan yang berada di pelataran belakang masih dikeliling garis polisi, dan tidak ada lagi kerumunan warga sekitar di pagar depan.

Sore sehari sebelumnya, kompleks tersebut diguncang serangan bom. Meski ledakannya kecil, namun memutuskan telapak tangan Kompol Dodi Rahmawan yang berusaha untuk memeriksa paket buku mencurigakan yang ditujukan kepeda Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL).
 Presiden Minta Bom Utan Kayu Diusut Tuntas 

 JAKARTA: Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Polri untuk mengusut tuntas kasus ledakan bom di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur.

"Pihak kepolisian diminta segera menginvestigasi dan mengusut tuntas kasus ini sehingga siapa yang bertanggungjawab bisa segera ditemukan," kata Julian ketika ditemui di kantor kepresidenan, Rabu (16/3).

Julian mengatakan, Presiden telah menegaskan bahwa kasus ledakan bom dan pengiriman bom dengan menggunakan modus seperti yang terjadi di Utan Kayu dan beberapa daerah lain tidak boleh terjadi lagi. Presiden juga menyatakan keprihatinan yang mendalam karena kejadian itu telah melukai beberapa orang.

Meski demikian, Julian belum bisa memastikan apakah presiden akan menjenguk korban.

Julian tidak bersedia berkomentar tentang motif pengiriman dan peledakan bom itu. Menurut dia, pihak kepolisian sedang bekerja dan berusaha mengungkap kasus itu. Dia membantah kasus itu sebagai upaya pengalihan dari kasus lain yang sedang terjadi di Indonesia. (Ant/OL-13) 

sumber : detik, MICOM
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka