Winasa Hardik Sekda Jembrana - Dre@ming Post
Online Media Realiable // Layak dibaca dan perlu!!
Home » » Winasa Hardik Sekda Jembrana

Winasa Hardik Sekda Jembrana

Written By Dre@ming Post on Rabu, 23 Februari 2011 | 2/23/2011 08:41:00 AM

Rabu 23 Pebruari 2011 

Sehari pasca menjalani persidangan perdana selaku terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pabrik kompos senilai Rp 2 miliar lebih, mantan Bupati Jembrana Prof drg I Gede Winasa dapat kunjungan tami VIP di sel Rutan Negara, Selasa (22/2). Tamu VIP yang membesuk Winasa siang itu adalah Bupati-Wabup Jembrana, Putu Artha-Made Kembang Hartawan. Sekdakab Jembrana I Gede Suinaya juga ikut dalam rombongan pembesuk. Bahkan, Suinaya sempat dihardik Winasa. Selain Sekdakab Gede Suinaya, pasangan Putu Artha-Kembang Hartawan juga didampingi puluhan pejabat dan pegawai negeri lingkungan Pemkab Jembrana saat menjenguk Winasa di Rutan Negara, kemarin siang. Artha-Kembang yang notabene bekas lawan politik Winasa, tiba di Rutan Negara sekitar pukul 14.30 Wita. Penguasa baru Jembrana ini diterima langsung Kepala Rutan Negara, Slamet Supartono, di aula Rutan. Sebelum Artha-Kembang tiba, di Aula Rutan Negara sudah disediakan kursi dan meja yang dipersiapkan untuk tempat mereka bertemu Winasa. 

Ketika rombongan Artha-Kembang sudah kumpul di Aula Rutan Negara, didatangkan dua dari empat terpidana kasus korupsi kompos, masing-masing Nyoman Gede Sadguna (mantan PPTK Dinas PULH Jembrana) dan IGK Muliarta (mantan Direktur Perusda Jembrana). Kedua terpidana kasus kompos ini sempat salaman dengan semua pejabat dan pegawai yang datang, termasuk Artha-Kembang. Belum sempat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba Slamet Supartono masuk aula seraya menghampiri Artha-Kembang, guna memberitahu bahwa Winasa enggan ditemui di Aula Rutan Negara. Winasa memilih bertemu dengan Artha-Kembang di ruang sebelah utara yang berkapasitas 10 orang. Akhirnya, Putu Artha (bupati yang sebelumnya menjabat Wabup Jembrana di era Winasa) dan Kembang Hartawan (Wabup yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Jembrana di era Winasa), bersama rombongan pilih mendatangi ruangan di bagian utara. Di ruangan ini, sudah ada Winasa, mantan penguasa Jembrana dua kali periode, yang kemarin mengenakan kaos putih dipadu celana jeans selutut. Winasa tampak didampingi salah satu penasihat hukumnya, Supriyono SH. Dalam pertemuan ‘reuni’ antara pejabat dan mantan pejabat itu, Putu Artha dan Kembang Hartawan secara bergiliran menyalami Winasa, seraya menanyakan kabar masing-masing. 

Ketika Artha-Kembang sudah duduk, tiba-tiba Winasa menoleh ke arah pintu ruangan yang disesaki pejabat dan pegawai Pemkab Jembrana. Winasa minta para mantan anak buahnya itu agar jangan masuk. Bahkan, mereka diminta segera menjauh dari ruangan. “Tolong jangan di pintu, ini bukan tontotan,” ujar Winasa. 

Setelah para pejabat dan pegawai itu menjauh, Sekdakab Gede Suinaya langsung menghampiri Winasa seraya menyalami mantan atasannya ini. Saat bersalaman, Suinaya menyebut kata ‘mantan’ yang diarahkan ke Winasa. Habis itu, Suinaya duduk bersama Artha-Kembang. Ketika itulah, secara mengejutkan Winasa langsung berdiri dan menghardik Suinaya. “Jangan pakai mantan-mantan. Ini jangan dibilang istimewa, wong ini tahanan,” hardik Winasa kepada bekas anak buahnya itu. Winasa juga mencecar Suinaya dengan sederet pertanyaan. Winasa, antara lain, mempertanyakan kenapa pegawai yang hendak membesuk dirinya di sel tahanan dilarang oleh Suinaya? “Pegawai mau ke sini (Rutan Negara), tapi Pak Sekda (Suinaya) tidak memberikan izin, takut dipecat,” sindir Winasa, yang sebelumnya mengangkat Suinaya menjadi Sekdakab Jembrana. Dihardik seperti itu, Suinaya balik bertanya kepada Winasa, siapa pegawai yang mengatakan dilarang besuk? Bila sampai ada pegawai seperti itu, Suinaya minta maaf. Jawaban Suinaya langsung dipotong Winasa. “Rasakan sendiri, syukur ada rakyat saya yang ingat, rakyat masih antre,” sergah Winasa. Bupati Putu Artha pun ambil inisiatif coba menengahi ‘perang’ antara Winasa vs Suinaya. Artha mengatakan, kedatangannya bersama rombongan pejabat dan pegawa lingkungan Pemkab Jembrana membesuk adalah sebagai teman dan ingin mengetahui kabar. Semua itu berangkat dari niat baik. Artha juga mengatakan, apa yang dikatakan Suinaya sekiranya bisa dimaafkan Winasa. “Keinginan kita baik,” ujar Putu Artha, yang naik ke kursi Bupati Jembrana dengan kendaraan PDIP dalam Pilkada, 27 Desember 2010 lalu. Mendengar ucapan Artha, Winasa pun memaparkan kalau dirnya selama sehat dan bugar serta tanpa beban di Rutan Negara. Setelah itu, Winasa minta kalau memang sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, mohon rombongan Artha-Kembang untuk meninggalkan tempat. “Masih banyak yang antre untuk jenguk saya,” cetus Winasa. Sementara, setelah Artha-Kembang dan Suinaya meninggalkan Winasa, para pejabat dan pegawai Pemkab Jembrana yang mulanya berada di luar ruangan, satu per satu masuk ruangan untuk menyalami mantan bupatinya. Kepada awak media, setelah rombongan Artha-Kembang pulang, Winasa memaparkan bahwa selama ini ada beberapa pejabat dan pegawai lingkungan Pemkab Jembrana yang membesuk dirinya ke Rutan Negara, dengan cara diam-diam. Sedangkan mereka yang membesuk Winasa selama ini sebagian besar masyarakat umum, yang banyak di antaranya tidak dikenal. Dikonfirmasi terpisah, Sekdakab Suinaya mengaku sempat kaget atas hardikan Winasa saat besuk. Hanya saja, Suinaya lebih memilih diam. “Saya tidak harus berperang di sana (Rutan),” ujar Suinaya. Ditegaskan Suinaya, selama ini dirinya tidak pernah melarang pejabat atau pegawai untuk membesuk Winasa. “Kalau mau besuk, tidak ada pasalnya lapor ke saya,” ujar Suinaya. Sedangkan Bupati Artha mengatakan, Winasa sempat menghardik Suinaya dan menyuruh rombongan pergi, kemungkinan karena belum siap didatangi beramai-ramai. Hanya saja, Artha mengaku sebelumnya sudah memberitahu Kepala Rutan Negara, Slamet Supartono, kalau pihaknya akan membesuk Winasa secara rombongan. Terkait pernyataan Winasa ada pegawai yang enggan besuk karena dilarang Sekda, menurut Artha, itu tidak benar. Selama ini, pihaknya tidak pernah melarang pejabat atau pegawai membesuk Winasa. “Itu fitnah dari pegawai, mungkin ada orang yang dulu dekat tapi tidak mau datang,” ujar Artha. Winasa sendiri lengser dari jabatan sebagai Bupati Jembrana periode kedua, 15 November 2010 lalu. Dalam Pilkada Jembrana yang digelar 27 Desember 2010, Winasa berada di belakang paket Gede Patriana Krisna-Ketut Subanda, Cabup-Cawabup yang diusung koalisi Demokrat-Golkar. 

Sayangnya, paket Patriana-Subanda gagal memenangkan Pilkada, karena diungguli paket Artha-Kembang yang diusung PDIP. Kurang dari sebulan pasca Pilkada Jembrana 2010, Winasa malah dijebloskan ke sel tahanan selaku tersangka kasus kompos, 19 Januari 2011. Winasa mengikuti jejak empat rekannya yang telah lebih dulu masuk sel, bahkan sudah divonis bersalah, yakni Nyoman Suryadi (mantan Kadis PULH Jembrana), Nyoman Gede Sadguna (PPTK Dinas PULH Jembrana), IGK Muliarta (mantan Direktur Perusda Jembrana), dan IGA Permadi (rekanan proyek kompos yang Dirut CV Puri Bening). Winasa baru menjalani persidangan perdana di PN Negara sehari sebelum dijenguk Artha-Kembang, Senin (21/2). Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Winasa banyak hal, termasuk bikin kontrak fiktif dalam pengadaan barang mesin pabrik kompos. Terdakwa Winasa juga dianggap menyimpang dari aturan. Menanggapi dakwaan jaksa, Winasa mengatakan apa yang dilakukannya terkait pengadaan mesin kompos, tidaklah menyimpang. Soal wewenang dan tanggung jawab, kata Winasa, sama-sama atau bersama. 

Sedangkan pada pemerintahan itu berjenjang sesuai dengan jabataban, karena ada tunjangan jabatan. Dalam pemerintahan, kata Winasa, tidak dikenal petunjuk dan perintah lisan, semua harus tertulis berupa surat perintah atau SK. Hingga saat ini, Winasa belum melihat pernyataan JPU yang menunjukkan perbuatan melawan hukum atau membantu perbuatan melawan hukum yang dilakukan dirinya. Semestinya, jaksa mengatakan pada tanggal dan hari terdakwa melakukan kegiatan apa yang melanggar hukum. “Untuk itu, saya yakin tidak ada kesalahan,” ujar Winasa seusai dijenguk Artha-Kembang, Selasa kemarin. 7 pam .

sumber: Nusabali
Share this article :

Visitors Today

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Dre@ming Post - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Sorga 'n Neraka